
Beras menjadi salah satu bahan pangan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Karena itu, informasi mengenai kualitas dan keamanan beras selalu menarik perhatian konsumen.
Belakangan, kabar mengenai penarikan sejumlah merek beras membuat masyarakat perlu lebih cermat sebelum membeli. Salah satu istilah yang turut menjadi perhatian adalah beras fortifikasi dan dugaan beras yang tidak sesuai dengan keterangan pada kemasan.
Beras fortifikasi pada dasarnya merupakan beras yang diperkaya dengan zat gizi tertentu. Penambahan zat gizi tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat.
Namun, konsumen tetap perlu memastikan produk yang dibeli benar-benar sesuai dengan informasi yang tercantum pada kemasan.
Apa yang dimaksud beras fortifikasi?
Beras fortifikasi merupakan produk pangan yang mendapatkan tambahan mikronutrien tertentu selama proses produksinya.
Tujuan fortifikasi adalah meningkatkan kandungan gizi beras sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi masyarakat.
Bentuk dan karakteristik beras fortifikasi dapat berbeda tergantung proses produksi serta zat gizi yang ditambahkan. Karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya mengandalkan tampilan beras untuk menentukan apakah sebuah produk merupakan beras fortifikasi atau bukan.
Periksa kemasan sebelum membeli
Langkah paling sederhana untuk konsumen adalah memperhatikan informasi yang terdapat pada kemasan.
Periksa nama produk, produsen, berat bersih, informasi kandungan, serta keterangan lain yang diwajibkan pada label pangan.
Pastikan pula kemasan masih dalam kondisi baik. Kemasan yang rusak, terbuka, atau memiliki informasi yang tidak jelas sebaiknya menjadi alasan untuk lebih berhati-hati.
Jangan hanya melihat warna beras
Perbedaan warna atau bentuk butiran beras tidak selalu dapat digunakan sebagai penentu keaslian beras fortifikasi.
Produk yang telah melalui proses fortifikasi dapat memiliki karakteristik tertentu, tetapi penilaian hanya berdasarkan pengamatan mata tidak cukup untuk memastikan kandungan maupun keaslian produk.
Karena itu, informasi pada label dan status produk menjadi hal yang lebih penting untuk diperhatikan konsumen.
Cek informasi izin dan produsen
Sebelum membeli, konsumen juga dapat memeriksa identitas produsen serta informasi perizinan yang tercantum pada kemasan.
Jika terdapat informasi yang tidak lengkap, sulit dibaca, atau tidak sesuai antara satu bagian dengan bagian lainnya, konsumen dapat memilih produk lain yang informasinya lebih jelas.
Pembelian dari toko atau distributor resmi juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko mendapatkan produk yang tidak sesuai.
Waspadai beras yang dijual tanpa informasi jelas
Beras yang dijual dalam kemasan tanpa label lengkap membuat konsumen lebih sulit mengetahui asal produk maupun informasi mengenai kandungannya.
Konsumen sebaiknya mempertimbangkan produk yang memiliki informasi jelas mengenai produsen, berat, jenis beras, dan keterangan lain yang diperlukan.
Harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga umum juga tidak selalu berarti produk tersebut bermasalah. Namun, perbedaan harga yang mencolok dapat menjadi alasan untuk memeriksa kembali asal dan informasi produk sebelum membeli.
Apa yang harus dilakukan jika menemukan produk mencurigakan?
Jika menemukan beras dengan kemasan atau informasi yang diduga tidak sesuai, konsumen sebaiknya tidak langsung menyebarkan tuduhan melalui media sosial.
Simpan kemasan dan bukti pembelian apabila ada. Informasi tersebut dapat membantu ketika konsumen ingin melaporkan produk kepada pihak berwenang atau kanal pengaduan resmi.
Dengan cara tersebut, pemeriksaan dapat dilakukan berdasarkan sampel dan bukti yang tersedia.
Konsumen perlu lebih teliti
Kasus penarikan sejumlah merek beras menjadi pengingat bahwa konsumen perlu lebih cermat ketika membeli bahan pangan.
Memeriksa label, memperhatikan kondisi kemasan, mengetahui identitas produsen, dan membeli dari tempat yang terpercaya merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari.
Yang terpenting, konsumen tidak perlu menentukan keaslian beras hanya berdasarkan warna atau bentuk butirannya. Informasi resmi pada kemasan dan hasil pemeriksaan dari lembaga berwenang tetap menjadi dasar yang lebih dapat diandalkan untuk memastikan suatu produk sesuai dengan ketentuan.
Dengan semakin teliti sebelum membeli, masyarakat dapat lebih terlindungi sekaligus membantu menciptakan peredaran pangan yang aman dan sesuai standar.







