Jakarta, 15 Februari 2026 – Melalui program Desa Siaga Bencana, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memberikan 109 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tenda posko darurat, melakukan pengecekan instalasi listrik, serta menerbitkan 25 Sertifikat Laik Operasi (SLO) bagi masyarakat di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Program ini merupakan kolaborasi PLN bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta pemerintah kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah dan menangani potensi kebakaran di wilayah permukiman padat.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menyampaikan bahwa program Desa Siaga Bencana merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memastikan keselamatan masyarakat melalui pemanfaatan listrik yang aman dan andal.
“PLN tidak hanya memastikan pasokan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan edukasi keselamatan kelistrikan kepada masyarakat. Melalui kolaborasi bersama BPBD, Damkar, dan pemerintah kota, kami ingin memperkuat budaya sadar keselamatan sehingga masyarakat semakin siap, tanggap, dan tangguh menghadapi potensi kebakaran maupun bencana lainnya,” ujar Andy Adcha.


Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengapresiasi sinergi yang dibangun antara PLN dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah padat penduduk.
“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa upaya pengurangan risiko bencana harus dilakukan bersama. Edukasi, kesiapan peralatan, serta pemahaman masyarakat terhadap langkah mitigasi merupakan kunci untuk meminimalisir dampak kebakaran dan bencana lainnya di lingkungan permukiman,” ungkap Yohan.
Manager PLN UP3 Bandengan, Meyrina P. Turambi, menambahkan bahwa keterlibatan langsung masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dari risiko kebakaran.
“Kami berharap melalui program ini masyarakat semakin memahami pentingnya instalasi listrik yang aman dan penggunaan listrik yang bijak. Dengan edukasi berkelanjutan dan dukungan peralatan keselamatan, wilayah Tambora diharapkan semakin siap menghadapi potensi kebakaran serta mampu melindungi lingkungan sekitarnya,” tutur Meyrina.

Pemilihan Kecamatan Tambora sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada karakteristik wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi serta historis kejadian kebakaran yang memerlukan perhatian bersama. Selain penyerahan APAR dan SLO, PLN bersama para pemangku kepentingan juga menyerahkan 1 unit Tenda Siaga Bencana untuk mendukung respons cepat saat kondisi darurat.
Kegiatan ini turut diisi dengan dua sesi sosialisasi, yakni “Aman dan Nyaman Menggunakan Listrik: Mitigasi Bahaya Penggunaan Listrik” oleh PLN serta “Penanganan Kebakaran” oleh Damkar Kecamatan Tambora. Masyarakat mendapatkan pembekalan praktik penggunaan APAR dan prosedur evakuasi darurat guna meningkatkan respons cepat saat terjadi kebakaran.
Melalui program Desa Siaga Bencana, PLN UID Jakarta Raya bersama BPBD, Damkar, dan pemerintah kota berkomitmen memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan responsif terhadap potensi bencana, demi mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat Jakarta.





