BRTV

PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ekosistem UMKM Kreatif, Lahirkan Pembatik Muda Siap Bersaing di Pasar

Jakarta, 29 Juni 2026 – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bersama Hub UMK Jakarta Raya dan Rumah Batik Palbatu sebagai mitra binaan, PLN menghadirkan Basecamp Milenial: Program Pembatik Muda, sebuah program pelatihan yang bertujuan mencetak generasi muda terampil di bidang membatik sekaligus memperkuat ekosistem UMKM kreatif.

Peserta Basecamp Milenial: Program Pembatik Muda mengikuti sesi praktik pembuatan pola batik menggunakan teknik cap kertas kreatif di Rumah Batik Palbatu, Jakarta Selatan.

Program yang berlangsung setiap Sabtu sepanjang Juni 2026 di Rumah Batik Palbatu, Tebet, Jakarta Selatan, diikuti oleh 28 peserta yang terdiri atas mahasiswa, generasi muda, dan pelaku UMK pemula. Selama pelatihan, peserta tidak hanya mempelajari teknik membatik, tetapi juga menghasilkan karya batik berkualitas yang siap dipasarkan secara komersial.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan bahwa pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus PLN dalam menjalankan program TJSL yang berorientasi pada keberlanjutan.

“PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program TJSL yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara Hub UMK Jakarta Raya dan Rumah Batik Palbatu, kami ingin membangun ekosistem ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Program Pembatik Muda ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha baru sehingga generasi muda dapat menjadi pelaku ekonomi kreatif yang mandiri sekaligus turut melestarikan warisan budaya batik Indonesia,” ujar Andy Adcha.

Peserta Basecamp Milenial: Program Pembatik Muda menyimak demonstrasi teknik pewarnaan dan penyelesaian motif batik yang dipandu instruktur di Rumah Batik Palbatu Jakarta Selatan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran menyeluruh mulai dari proses perancangan motif menggunakan teknik cap kertas kreatif, pewarnaan menggunakan zat warna remazol, proses fiksasi warna, hingga pelorodan pada kain batik berukuran standar industri. Pendekatan praktik yang diterapkan memungkinkan peserta memahami keseluruhan proses produksi sehingga menghasilkan produk yang memiliki kualitas dan nilai jual.

Seorang peserta Basecamp Milenial: Program Pembatik Muda mempraktikkan proses pewarnaan motif batik pada kain menggunakan teknik cap di Rumah Batik Palbatu, Jakarta Selatan.

Andy Adcha menambahkan bahwa pendampingan PLN tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi akan terus berlanjut hingga peserta mampu mengembangkan usahanya secara mandiri.

“Ke depan, kami telah menyiapkan berbagai pendampingan lanjutan bagi peserta. Karya terbaik akan difasilitasi mengikuti pameran dan bazar UMKM bersama PLN UID Jakarta Raya, dilanjutkan dengan monitoring perkembangan usaha secara berkala, serta pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha dan membangun merek batik mereka sendiri,” tambah Andy Adcha.

Salah satu peserta, Nabila dari Jakarta Selatan, mengaku pelatihan ini memberikan pengalaman baru sekaligus keterampilan yang dapat langsung diterapkan.

“Senang banget karena kami benar-benar diajari dari nol cara membatik dengan teknik batik cap, mulai dari membuat pola, teknik pengecapan, sampai proses pewarnaan. Ilmu yang kami dapat sangat aplikatif dan bisa langsung digunakan untuk memproduksi batik sendiri,” ujar Nabila.