
Jakarta, 30 Juli 2026 – Upaya PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, mendapat pengakuan di tingkat nasional. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Konservasi Pulau Sabira: Sabira Green and Digital Lighthouse Island”, PLN UID Jakarta Raya meraih Predikat Platinum Alignment dengan nilai 95,75 serta ditetapkan sebagai CEPI Champion Candidate pada ajang Indonesia Green Awards 2026 yang diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, di Jakarta, Rabu (29/7).
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas komitmen PLN dalam menghadirkan program TJSL yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

“Bagi PLN, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga pasokan listrik tetap andal, tetapi juga memastikan kehadiran kami memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui Program Konservasi Pulau Sabira, kami berupaya menghadirkan solusi yang menyentuh aspek lingkungan, ekonomi, hingga peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Andy Adcha.
Program Konservasi Pulau Sabira telah dijalankan sejak tahun 2022 sebagai bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di pulau terluar Indonesia. Program ini mengintegrasikan pelestarian ekosistem laut, penguatan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kapasitas generasi muda. Program ini juga selaras dengan standar ISO 26000 serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDGs 14 (Ekosistem Laut).

Di bidang lingkungan, PLN bersama masyarakat telah melakukan penanaman 2.000 bibit mangrove dan transplantasi 1.600 bibit terumbu karang sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir dan habitat biota laut. Pada saat yang sama, akses internet publik juga dihadirkan untuk membuka akses informasi dan mengurangi keterisolasian masyarakat Pulau Sabira.
Dari sisi ekonomi, program ini membantu nelayan meningkatkan efisiensi melalui penggunaan rumpon konservasi yang mampu menekan konsumsi bahan bakar hingga 66 persen, dari sekitar 30 liter menjadi 10 liter untuk sekali melaut. PLN juga mendampingi pengembangan UMKM Menara Sabira melalui modernisasi proses pengolahan hasil laut sehingga produk olahan hasil laut memiliki daya simpan lebih lama dan nilai tambah yang lebih tinggi.


Tak hanya itu, PLN turut mendorong lahirnya generasi muda yang peduli lingkungan melalui pelatihan Karang Taruna sebagai pemandu ekowisata serta penerapan metode Trainers Create Trainers, sehingga masyarakat dapat terus mengembangkan dan menyebarluaskan edukasi konservasi secara mandiri.
“Keberhasilan program ini tercermin dari lahirnya kemandirian penuh pemuda Karang Taruna Pulau Sabira sebagai garda terdepan pelindung lingkungan. Kami berharap model konservasi terintegrasi ini dapat menjadi rujukan dan direplikasi di lokasi lainnya,” tutup Moch. Andy Adchaminoerdin.
Indonesia Green Awards sendiri merupakan penghargaan yang diberikan oleh La Tofi School of Social Responsibility kepada perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan melalui berbagai ragam kreativitas atau kepada siapa saja yang dianggap berprestasi dan berjasa bagi lingkungan sekitar. The La Tofi School of Social Responsibility yang selama ini menyelenggarakan Indonesia Green Awards, sejak diinisiasi di tahun 2009, berhasil mendorong perusahaan-perusahaan nasional untuk menjaga lingkungan dan melakukan pemberdayaan masyarakat dari Sabang sampai Merauke.







