Skip to main content

BRTV

Waspadai Stroke di Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Gejalanya

Ilustrasi stroke. Foto: Pinterest

Stroke selama ini lebih sering dianggap sebagai penyakit yang menyerang kelompok lanjut usia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kasus stroke pada orang dewasa muda juga semakin mendapat perhatian. Kondisi ini dapat terjadi pada usia 20-an, 30-an, hingga 40-an.

Menurut ahli bedah saraf Dr Anoop Kumar Singh dari Lifeline Hospital, India, perubahan gaya hidup menjadi salah satu hal yang ikut mendorong meningkatnya risiko penyakit pembuluh darah pada usia muda.

Gaya Hidup Bisa Meningkatkan Risiko

Kurangnya aktivitas fisik, tuntutan pekerjaan yang tinggi, serta pola hidup yang tidak sehat dapat memicu sejumlah masalah kesehatan. Beberapa di antaranya adalah tekanan darah tinggi, diabetes, kadar kolesterol tinggi, dan obesitas.

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang kurang sehat, merokok, serta konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat memperbesar risiko stroke.

Selain faktor gaya hidup, kondisi kesehatan dan faktor keturunan turut berperan. Seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi pada usia muda, diabetes, gangguan kolesterol, atau kelainan pembekuan darah tertentu dapat memiliki risiko lebih tinggi.

Pada orang dengan riwayat keluarga yang kuat, pemeriksaan kesehatan sebaiknya tidak menunggu sampai usia lanjut. Evaluasi faktor risiko dapat mulai dipertimbangkan sejak usia dewasa muda.

Kenali Tanda Stroke Sejak Dini

Salah satu hal yang membuat stroke berbahaya adalah gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba. Gejala tersebut terkadang disangka sebagai migrain, kelelahan, atau gangguan kecemasan.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Keseimbangan tiba-tiba terganggu atau tubuh cenderung jatuh ke salah satu sisi.
  • Penglihatan mendadak kabur atau kehilangan penglihatan pada salah satu mata.
  • Salah satu sisi wajah tampak turun atau tidak simetris ketika tersenyum.
  • Lengan atau kaki tiba-tiba terasa lemah, berat, atau mati rasa, terutama pada satu sisi tubuh.
  • Kesulitan berbicara, ucapan menjadi tidak jelas, atau sulit memahami perkataan orang lain.

Kemunculan gejala tersebut secara mendadak perlu dianggap serius, meskipun terjadi pada orang yang masih muda.

Gunakan Metode BE-FAST

Untuk membantu mengenali tanda stroke, metode BE-FAST dapat digunakan sebagai pengingat:

B – Balance: Perhatikan gangguan keseimbangan, pusing, atau koordinasi tubuh yang tiba-tiba terganggu.

E – Eyes: Waspadai gangguan penglihatan yang muncul secara mendadak pada satu atau kedua mata.

F – Face: Periksa apakah wajah menjadi tidak simetris ketika tersenyum.

A – Arms: Minta orang tersebut mengangkat kedua lengannya. Kesulitan mengangkat salah satu lengan dapat menjadi tanda stroke.

S – Speech: Perhatikan apakah bicara menjadi pelo, sulit dimengerti, atau orang tersebut kesulitan berbicara maupun memahami ucapan.

T – Time: Jika tanda-tanda tersebut muncul, jangan menunda. Segera cari pertolongan medis dan bawa pasien ke fasilitas kesehatan yang mampu menangani stroke.

Stroke tidak selalu menunggu usia tua. Karena itu, menjaga tekanan darah, kadar gula dan kolesterol, berat badan, aktivitas fisik, serta menghindari kebiasaan yang meningkatkan risiko menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah sejak usia muda.