
Meningkatnya kebutuhan masker akibat sebaran abu vulkanik membuat sejumlah masyarakat kesulitan mendapatkan masker dengan harga normal. Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan, apakah masker yang sudah digunakan bisa dicuci agar dapat dipakai kembali?
Dokter paru dari RSUP Persahabatan, Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), mengingatkan bahwa tidak semua jenis masker aman untuk dicuci ulang.
Masker bedah dan respirator seperti N95 pada dasarnya dirancang untuk penggunaan sekali pakai. Karena itu, masker jenis tersebut sebaiknya tidak dicuci ataupun digunakan kembali setelah masa pemakaiannya berakhir.
Untuk masker sekali pakai, penggunaan juga tidak dianjurkan terlalu lama. Setelah digunakan selama beberapa jam, masker perlu diganti, terutama ketika sudah terasa lembap atau kotor.
Masker kain berbeda
Berbeda dengan masker bedah dan respirator, masker berbahan kain memang dapat dicuci dan digunakan kembali. Namun, ada konsekuensi yang perlu diperhatikan.
Proses pencucian berulang dapat mengubah struktur serat kain sehingga celah atau pori-porinya menjadi lebih terbuka. Kondisi tersebut dapat menurunkan kemampuan masker dalam menyaring partikel berukuran kecil.
Karena itu, masker kain tidak menjadi pilihan utama ketika seseorang berada di lingkungan dengan paparan abu vulkanik yang tinggi.
Respirator lebih efektif menyaring partikel
Untuk perlindungan dari partikel halus seperti abu vulkanik, jenis masker yang lebih dianjurkan adalah respirator dengan kemampuan filtrasi tinggi.
Beberapa contoh yang umum digunakan adalah N95, KN95, dan FFP2. Masker dalam kategori tersebut dirancang untuk memberikan penyaringan partikel yang jauh lebih baik dibandingkan masker kain.
Meski demikian, ketika respirator sulit diperoleh, masker bedah tetap dapat menjadi pilihan sementara. Menggunakan masker bedah dinilai lebih baik daripada tidak memakai perlindungan sama sekali.
Yang tidak kalah penting adalah memastikan masker terpasang dengan benar dan cukup rapat sehingga tidak banyak celah antara masker dan wajah.
Jangan dipaksakan dipakai kembali
Kelangkaan dan kenaikan harga masker memang dapat membuat masyarakat berusaha menghemat penggunaannya. Namun, mencuci masker sekali pakai bukan solusi yang disarankan.
Selain berpotensi mengubah kemampuan filtrasi, penggunaan masker yang sudah lembap atau kotor juga dapat mengurangi kenyamanan dan perlindungan bagi pemakainya.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik sebaiknya memilih masker sesuai kebutuhan dan menggantinya secara berkala. Jika memungkinkan, gunakan respirator dengan tingkat filtrasi tinggi, terutama ketika konsentrasi abu di udara meningkat.
Dengan demikian, masker kain boleh dicuci, sedangkan masker bedah dan respirator sekali pakai tidak dianjurkan untuk dicuci dan digunakan kembali. Pemilihan jenis masker dan cara penggunaannya menjadi bagian penting untuk mengurangi paparan abu vulkanik terhadap saluran pernapasan.







