
KAB BEKASI — Perkembangan media sosial, kecerdasan buatan (AI), dan derasnya arus informasi digital membuat kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting bagi pelajar.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Ngawangkong Atikan Penyiaran bertema “Pengawasan Semesta” yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat di SMAN 6 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti guru dan siswa SMAN 6 Tambun Selatan. Dalam agenda ini, peserta mendapatkan pemaparan dari Ketua KPID Jawa Barat Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si., Wakil Ketua KPID Jawa Barat Dr. Almadina Rakhmanlar, S.Psi., M.I.Kom., serta jajaran terkait mengenai pentingnya literasi media dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan penyiaran.
Materi yang diberikan tidak hanya membahas pengawasan terhadap lembaga penyiaran, tetapi juga mengajak pelajar lebih kritis dalam menerima informasi yang mereka temukan melalui internet dan media sosial.
Ketua KPID Jawa Barat Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si., mengatakan edukasi kepada pelajar menjadi penting karena generasi muda merupakan salah satu kelompok yang sangat aktif mengakses berbagai informasi melalui internet.
Menurut Adiyana, derasnya arus informasi perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun konten yang belum terverifikasi.
“Paling tidak karena terbesar gitu ya, di Jawa Barat kurang lebih 23 persen dari 51,1 juta jiwa. Sehingga ini harus cepat dilakukan dan diselamatkan proses berpikir,” ujar Adiyana.
Adiyana menilai upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama lingkungan yang dekat dengan generasi muda. Karena itu, KPID Jawa Barat terus mendorong kolaborasi dengan sekolah dan berbagai institusi untuk memperkuat pengawasan sekaligus literasi media.
“Kalau ingin satu masalah selesai, ya itu dengan kolaborasi. Maka kami terus merajut semua institusi untuk melakukan kolaborasi pengawasan di semua sektor dalam konteks penyiaran,” katanya.
KPID Jabar Bekali Pelajar Hadapi Arus Informasi Digital
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua KPID Jawa Barat Dr. Almadina Rakhmanlar, S.Psi., M.I.Kom., turut memberikan pemaparan kepada guru dan siswa.
Almadina menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menciptakan lingkungan informasi yang sehat. Pelajar didorong tidak hanya menjadi pengguna media, tetapi juga memiliki kesadaran untuk memilih, memahami, dan mengawasi konten yang mereka konsumsi.
Di tengah perkembangan teknologi digital, kemampuan literasi media dinilai menjadi bekal penting agar pelajar dapat mengenali informasi yang layak dipercaya sekaligus memahami potensi dampak negatif dari konten yang beredar di berbagai platform.
Edukasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya KPID Jawa Barat memperluas pemahaman mengenai konsep “Pengawasan Semesta”, yakni pengawasan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk sekolah dan generasi muda.
KCD Pendidikan Wilayah 3 Jabar Apresiasi Program KPID
Ketua KCD Pendidikan Wilayah 3 Jawa Barat Dr. Rina Parlina, S.IP., M.M., mengapresiasi kegiatan literasi media yang secara langsung menyasar pelajar.
Menurut Rina, generasi muda merupakan calon pemimpin bangsa sehingga harus memiliki kemampuan untuk memilih dan menyaring informasi secara bijak.
“Kami sangat apresiasi kegiatan hari ini diinisiasi oleh KPID Jabar, melaksanakan Ngawangkong Atikan Penyiaran dengan Pengawasan Semesta,” kata Rina.
Rina mengatakan perkembangan media sosial memberikan pengaruh besar terhadap pola pikir generasi muda. Karena itu, siswa perlu memahami informasi seperti apa yang harus dipercaya, dikonsumsi, maupun disebarluaskan.
Terlebih saat ini perkembangan teknologi kecerdasan buatan semakin pesat dan mudah diakses. Menurutnya, teknologi tersebut harus dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab oleh para pelajar.
Sekolah Akan Sebarkan Kembali Materi kepada Siswa

Rina menambahkan, edukasi yang diberikan KPID Jawa Barat tidak akan berhenti setelah kegiatan selesai.
Pihak sekolah akan melakukan penyebarluasan kembali materi kepada siswa lain yang belum mengikuti kegiatan tersebut.
Hal itu dilakukan karena peserta yang hadir dalam kegiatan hanya sebagian dari keseluruhan siswa SMAN 6 Tambun Selatan.
“Kami akan meminta kepada kepala sekolah untuk melakukan penyebarluasan dengan menginformasikan semua siswa yang ada di SMA 6 Tambun Selatan agar memperhatikan dan mulai mencari informasi seperti apa yang mereka harus paham sebelum mereka sebar,” jelas Rina.
Sekolah juga akan mendorong siswa untuk terlebih dahulu memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai maupun menyebarluaskannya.
“Pertama, mereka harus mengetahui sumbernya. Sumber berita informasi ini apakah memang kredibel atau tidak. Yang kedua, melakukan pemeriksaan apakah benar berita ini, dan tidak menyebarluaskan jika tidak paham dan tidak yakin bahwa berita itu benar atau tidak,” tambahnya.
Menurut Rina, kebiasaan tersebut penting dibangun sejak di bangku sekolah agar siswa tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Siswa: Materi KPID Berikan Wawasan Baru
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari siswa SMAN 6 Tambun Selatan.
Salah satunya disampaikan Rhaina, siswi SMAN 6 Tambun Selatan. Ia menilai materi yang diberikan para pemateri menarik dan memberikan wawasan baru mengenai pengawasan penyiaran.
“Materinya keren banget yang disampaikan pemateri kita, jadi kita dapat wawasan baru soal pengawasan penyiaran,” ujar Rhaina.
Rhaina berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di sekolahnya.
Ia menilai edukasi mengenai literasi media penting bagi pelajar karena sebagian besar aktivitas mencari informasi dan berinteraksi saat ini sudah tidak terlepas dari media digital.
Menurutnya, kegiatan seperti ini juga membantu siswa memahami bagaimana seharusnya bersikap ketika menemukan informasi di media sosial maupun platform digital lainnya.
Literasi Media Jadi Bekal Pelajar
Kegiatan Ngawangkong Atikan Penyiaran menjadi salah satu momentum untuk memperkuat kesadaran pelajar mengenai pentingnya bersikap kritis terhadap informasi.
Kemampuan mengenali sumber, melakukan pemeriksaan, memahami konteks, serta mempertimbangkan dampak sebelum menyebarluaskan sebuah informasi menjadi bagian penting dari literasi media.
Bagi SMAN 6 Tambun Selatan, edukasi tersebut akan dilanjutkan melalui penyebarluasan materi kepada siswa lainnya.
Sementara bagi KPID Jawa Barat, keterlibatan sekolah dan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pengawasan yang lebih luas di tengah perkembangan media digital.
Dengan kolaborasi antara KPID, pemerintah, sekolah, guru, siswa, keluarga, dan masyarakat, pengawasan terhadap informasi diharapkan tidak hanya dilakukan setelah muncul persoalan, tetapi juga menjadi budaya bersama dalam kehidupan sehari-hari.
Redaksi: Moch Andrian Syah







