Skip to main content

BRTV

Lagu Anak Kembali Bergema, KILA 2026 Tampilkan Karya dan Talenta Cilik dari Berbagai Daerah

Foto: kemenbud.go.id

Lagu anak kembali memenuhi ruang pertunjukan di Jakarta. Suara anak-anak, lirik sederhana, dan cerita tentang persahabatan hingga kecintaan terhadap lingkungan menjadi bagian dari Pentas Kita Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) 2026 yang digelar di Amfiteater Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Pentas tersebut menjadi puncak rangkaian KILA 2026 sekaligus ruang bagi anak-anak dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka melalui musik.

Tidak sekadar menghadirkan hiburan, kegiatan yang digelar Kementerian Kebudayaan RI itu membawa misi untuk kembali mendekatkan lagu anak dengan kehidupan generasi muda.

Dari Lagu Dolanan hingga Cinta Tanah Air

Suasana pertunjukan diisi dengan beragam lagu yang dekat dengan dunia anak. Duta KILA membawakan medley lagu dolanan seperti Ayo Jujur, Main Petak Umpet, dan Sinau.

Tema persahabatan kemudian hadir melalui lagu Cinta Semua Temanku dan Berteman Itu Indah. Penonton juga diajak bernyanyi bersama melalui lagu Kita Pasti Bisa.

Pertunjukan berlanjut dengan lagu yang membawa pesan tentang keberagaman dan kecintaan terhadap Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Bersatu Dalam Perbedaan, Indonesia Kaya, dan Tujuh Kebiasaan Hebatku.

Panggung KILA juga memberikan ruang bagi karya baru. Enam lagu finalis Lomba Cipta Lagu Anak 2026 turut ditampilkan, termasuk Yuk Belajar, Yuk Biasakan, Jaga Bumi, Kerbau Lucu, Payung Raksasa, Bermain ke Pantai, dan Jaga Bumi Kita.

Beragam tema tersebut menunjukkan bahwa lagu anak tidak harus berhenti pada permainan dan keceriaan. Musik juga dapat menjadi cara sederhana untuk mengenalkan nilai kejujuran, persahabatan, kepedulian terhadap lingkungan, hingga rasa cinta terhadap tanah air.

Lagu Anak sebagai Pengenalan Budaya

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan lagu anak mempunyai peran dalam memperkenalkan bahasa dan budaya kepada anak sejak usia dini.

Menurutnya, lirik dan rima yang sederhana membuat lagu anak mudah diterima sekaligus dapat membangun kedekatan emosional dengan pendengarnya.

Musik juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan keragaman budaya Indonesia kepada generasi muda.

Melalui KILA, Kementerian Kebudayaan berupaya mendorong hadirnya lagu-lagu anak yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan membantu membangun karakter.

Pesan tersebut terasa dalam rangkaian lagu yang dibawakan di atas panggung. Anak-anak tidak hanya tampil sebagai penyanyi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali karya musik yang dibuat dengan mempertimbangkan dunia mereka.

Ratusan Anak Ikut Berkompetisi

Perjalanan KILA 2026 sebenarnya telah dimulai beberapa bulan sebelumnya.

Pendaftaran dibuka sejak 22 Juni hingga 12 September 2026. Dari 971 pendaftar, sebanyak 814 peserta tercatat sebagai peserta resmi.

Mereka terbagi dalam dua kategori. Sebanyak 168 peserta mengikuti Lomba Cipta Lagu untuk kelompok pendengar usia 5–13 tahun, sementara 646 peserta mengikuti Lomba Menyanyi Lagu Anak untuk kelompok usia yang sama.

Setelah melalui proses kurasi, enam karya terbaik dipilih dalam kategori cipta lagu. Sementara itu, 30 peserta terbaik terpilih untuk mengikuti Lomba Menyanyi Lagu Anak.

Para peserta menyanyi kemudian mengikuti audisi secara hibrida pada 26 September untuk menentukan pemenang.

Dalam Lomba Cipta Lagu Anak, Jaga Bumi Kita karya Michael Soerjonoto, Joan Mercy T, dan Ignatius Marvin K meraih juara pertama. Posisi berikutnya ditempati Jaga Bumi karya Ari Fatmawati dan Payung Raksasa karya Alan Wijanarko.

Sementara itu, Kerbau Lucu karya Alfian Ghoffar Alam meraih kategori juara favorit.

Untuk kategori menyanyi, Jolly Jeanne dari Kalimantan Barat meraih Juara 1. Putu Pradnya Ananta Putra dari Bali berada di posisi kedua, disusul Naiya Naqqiya dari DI Yogyakarta. Kategori favorit diraih Ilona Zea Karaleah dari DKI Jakarta.

Dari Panggung KILA ke Panggung Dunia

KILA bukan program yang baru berjalan tahun ini. Program yang telah dilaksanakan sejak 2020 tersebut secara bertahap melahirkan penyanyi-penyanyi cilik yang kemudian menjadi Duta KILA.

Saat ini terdapat 36 Duta KILA yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Sebagian dari mereka bahkan telah membawa pengalaman KILA ke panggung internasional. Ada yang meraih prestasi dalam ajang San Remo Junior 2025, tampil dalam pertunjukan seriosa di Kedutaan Besar Austria, hingga terpilih mewakili Indonesia dalam V International Children’s Cultural Forum 2026 di Moskow, Rusia.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa ruang untuk anak-anak berkarya dapat menjadi awal dari pengalaman yang lebih luas.

Tidak Berhenti di Atas Panggung

KILA juga dikembangkan melalui kegiatan di luar kompetisi dan pertunjukan.

Program ini memiliki Akademi KILA yang ditujukan bagi anak-anak. Selain itu, terdapat pula kegiatan peningkatan kapasitas bagi tenaga pengajar atau guru melalui workshop yang telah dilaksanakan sejak 2025.

Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti, menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang mendukung pelaksanaan KILA 2026, termasuk para juri, kementerian terkait, serta orang tua yang terus mendampingi anak-anak.

Menurutnya, keberlanjutan program penting agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya.

Menjaga Lagu Anak Tetap Hidup

Di tengah banyaknya pilihan hiburan yang dapat dikonsumsi anak-anak saat ini, keberadaan lagu anak menghadirkan ruang tersendiri.

Lagu dengan lirik sederhana dapat menjadi teman bermain, sarana belajar, sekaligus cara mengenalkan nilai-nilai yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

KILA 2026 mencoba menjaga ruang tersebut tetap terbuka. Bukan hanya dengan menyanyikan lagu yang sudah dikenal, tetapi juga dengan mendorong lahirnya karya baru dan menemukan talenta-talenta muda dari berbagai daerah.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah lagu anak mungkin tidak hanya diukur dari seberapa sering lagu itu dinyanyikan di atas panggung. Lebih jauh, ketika sebuah lagu mampu menemani masa kecil, mengajarkan nilai baik, dan membuat seorang anak merasa dekat dengan bahasa serta budayanya, musik tersebut telah meninggalkan jejak yang lebih panjang.

Dari panggung KILA 2026, suara anak-anak kembali terdengar. Membawa lagu, cerita, dan harapan bahwa karya untuk anak Indonesia akan terus tumbuh bersama generasi yang menyanyikannya.