Skip to main content

BRTV

Bukan Cuma Sebelum Tidur, Ini Waktu yang Sebaiknya Stop Minum Kopi

Ilustrasi kopi Foto: Pinterest

BRTV.CO.ID – Bagi sebagian orang, minum kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Secangkir kopi di pagi hari dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, sementara kopi pada siang atau sore hari kerap menjadi teman untuk mengusir rasa kantuk.

Namun, waktu minum kopi ternyata perlu diperhatikan. Bukan hanya soal menghindari kopi tepat sebelum tidur, tetapi juga memberi cukup waktu bagi tubuh untuk mengurangi efek kafein sebelum waktu istirahat.

Berapa Jam Sebelum Tidur Sebaiknya Berhenti Minum Kopi?

Kafein merupakan zat stimulan yang dapat membuat seseorang lebih terjaga. Efeknya tidak langsung hilang setelah seseorang selesai minum kopi.

Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, minum kopi pada sore hari masih dapat memengaruhi kualitas tidur pada malam hari. Karena itu, salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah memberikan jarak beberapa jam antara konsumsi kafein terakhir dan waktu tidur.

Sebagai gambaran, jika biasanya tidur pukul 22.00, Anda dapat mempertimbangkan untuk menjadikan sekitar pukul 14.00–16.00 sebagai batas konsumsi kopi, terutama jika Anda mudah mengalami gangguan tidur.

Namun, kebutuhan setiap orang berbeda. Ada orang yang masih dapat tidur dengan baik setelah minum kopi pada sore hari, sementara orang lain sudah merasakan efeknya meski mengonsumsi kopi beberapa jam sebelumnya.

Mengapa Kopi Sore Bisa Mengganggu Tidur?

Kafein bekerja dengan menghambat kerja adenosin, senyawa di otak yang berperan dalam menimbulkan rasa kantuk.

Ketika efek kafein masih bertahan menjelang waktu tidur, rasa kantuk dapat berkurang. Akibatnya, seseorang mungkin lebih sulit tertidur atau kualitas tidurnya menjadi kurang baik.

Selain kopi, kafein juga dapat ditemukan dalam teh, minuman energi, cokelat, dan beberapa produk lainnya. Karena itu, menghitung konsumsi kafein sebaiknya tidak hanya berdasarkan jumlah cangkir kopi.

Perhatikan Kondisi Tubuh

Batas waktu minum kopi tidak sama untuk semua orang. Faktor seperti sensitivitas terhadap kafein, jumlah kopi yang diminum, ukuran sajian, serta waktu tidur dapat memengaruhi respons tubuh.

Orang yang merasa sulit tidur setelah minum kopi sore hari dapat mencoba memajukan waktu konsumsi kopi. Misalnya, jika biasanya minum kopi pukul 17.00, coba memindahkannya ke siang hari dan perhatikan apakah kualitas tidur membaik.

Sebaliknya, jika seseorang tidak mengalami gangguan tidur setelah minum kopi pada sore hari, respons tubuhnya mungkin berbeda.

Bukan Berarti Harus Berhenti Minum Kopi

Mengatur waktu minum kopi bukan berarti harus menghindari kopi sepenuhnya. Bagi banyak orang dewasa, kopi dapat menjadi bagian dari pola konsumsi sehari-hari selama jumlah kafein tetap diperhatikan.

Yang perlu diperhatikan adalah efek kopi terhadap tubuh masing-masing. Jika setelah minum kopi seseorang mengalami jantung berdebar, gelisah, sulit tidur, atau keluhan lain, konsumsi kafein sebaiknya dikurangi dan waktu minumnya dievaluasi.

Jadi, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya “bolehkah minum kopi sebelum tidur?”, tetapi juga “kapan terakhir kali saya minum kopi agar tidak mengganggu tidur?”

Memberikan jarak beberapa jam sebelum tidur dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kualitas istirahat. Bagi mereka yang sensitif terhadap kafein, berhenti minum kopi sejak sore bahkan bisa membuat perbedaan yang cukup terasa.

BRTV.CO.ID – Pada akhirnya, waktu terbaik untuk berhenti minum kopi bergantung pada respons tubuh dan jadwal tidur masing-masing. Jika kopi sore membuat tidur terganggu, memindahkan konsumsi kopi ke pagi atau siang hari bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.