
Cikarang, 25 September 2026 – Semangat woman support woman diwujudkan Srikandi PLN Cikarang bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Cikarang melalui program Gerobak Cahaya, dengan menyalurkan empat unit gerobak usaha beserta modal usaha kepada perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Bantuan tersebut disalurkan secara serentak pada 24 September 2026 di wilayah kerja ULP Tambun, ULP Cibitung, ULP Lemahabang, dan ULP Cikarang Kota.
Program Gerobak Cahaya menyasar empat perempuan pelaku usaha dengan kebutuhan yang berbeda. Mereka adalah Bu Atmi, penjual sayur keliling; Ibu Suci, penjual es cendol gula aren; Ibu Muslimah, penjual es teh; serta Bu Dewi, penjual gado-gado yang membesarkan dua anaknya seorang diri. Bantuan diberikan dalam bentuk gerobak yang disesuaikan dengan jenis usaha masing-masing, sekaligus tambahan modal untuk menunjang aktivitas berdagang.
Manager PLN UP3 Cikarang, Kurniawan Fitrianto, mengatakan Gerobak Cahaya menjadi salah satu bentuk kepedulian PLN terhadap perempuan yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya melalui usaha sehari-hari.

“Melalui Gerobak Cahaya, Srikandi PLN Cikarang ingin menghadirkan semangat woman support woman. Ketika perempuan saling mendukung, ada lebih banyak ruang untuk tumbuh dan melangkah lebih jauh. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penguat bagi para penerima manfaat untuk mengembangkan usaha sekaligus memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya,” ujar Kurniawan.
Ia menjelaskan, Srikandi PLN Cikarang terlibat dalam seluruh rangkaian pelaksanaan program, mulai dari survei dan identifikasi calon penerima, melihat kebutuhan masing-masing pelaku usaha, memesan gerobak, hingga menyalurkan bantuan. Sementara itu, pendanaan program berasal dari YBM PLN Cikarang.
“Setiap penerima memiliki cerita dan kebutuhan yang berbeda. Alhamdulillah, berkat kolaborasi antara Srikandi dan YBM PLN Cikarang, kini empat perempuan tersebut memiliki fasilitas berdagang yang lebih layak serta tambahan modal usaha untuk mendukung aktivitas dan perkembangan usahanya,” kata Kurniawan.
Bantuan tersebut juga diikuti dengan pendampingan selama enam bulan. Srikandi PLN Cikarang akan memantau perkembangan usaha para penerima manfaat untuk melihat pemanfaatan bantuan sekaligus mengetahui kebutuhan mereka dalam menjalankan usaha ke depan.

“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya gerobaknya, tetapi bagaimana bantuan ini bisa menjadi awal dari perubahan yang lebih panjang. Karena itu, selama enam bulan ke depan kami akan terus melakukan pendampingan dan melihat perkembangan usaha para penerima manfaat,” ungkap Ketua Srikandi PLN Cikarang, Aprilia Susanti.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa melalui YBM PLN, PLN terus mendorong berbagai aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Srikandi PLN, menurutnya, menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian insan PLN terhadap perempuan dan keluarga yang mereka perjuangkan.
“YBM PLN merupakan lembaga yang mengelola zakat dari seluruh pegawai PLN dan terus menggiatkan berbagai aksi sosial. Kolaborasi bersama Srikandi PLN seperti ini dapat memberikan kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan usahanya. Ketika seorang ibu memiliki usaha yang lebih baik, manfaatnya tentu dapat dirasakan tidak hanya oleh dirinya, tetapi juga oleh keluarganya. Nilai kepedulian seperti ini perlu terus dijaga dan ditumbuhkan oleh insan PLN,” tutur Muhammad Joharifin.

Melalui Gerobak Cahaya, Srikandi PLN Cikarang bersama YBM PLN Cikarang berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang usaha para penerima manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga mereka.
Lebih dari sebuah gerobak, program ini menjadi bentuk nyata ketika perempuan saling menguatkan untuk membuka peluang, melanjutkan perjuangan, dan tumbuh bersama.







