Skip to main content

BRTV

Minum Air Es Bikin Gemuk? Ini Fakta Sebenarnya

Ilustrasi air dingin. Foto: Pinterest

Air es sering menjadi pilihan untuk melepas dahaga, terutama ketika cuaca sedang panas. Namun, di balik kesegarannya, muncul anggapan bahwa minum air dingin dapat membuat berat badan bertambah.

Kekhawatiran tersebut cukup sering muncul, terutama bagi orang yang sedang menjalani program diet. Ada yang percaya suhu dingin dapat membuat lemak menumpuk di dalam tubuh.

Lantas, benarkah minum air es bisa menyebabkan gemuk?

Jawabannya, tidak. Jika yang dikonsumsi adalah air putih tanpa tambahan gula atau bahan berkalori lainnya, air es tidak secara langsung menyebabkan kenaikan berat badan.

Air Es Tidak Mengandung Kalori

Hal utama yang perlu dipahami adalah kandungan kalori dalam air putih.

Air putih, baik yang dikonsumsi dalam kondisi dingin, suhu ruang, maupun hangat, pada dasarnya tidak mengandung kalori. Karena itu, suhu air bukan faktor yang membuat seseorang mengalami penambahan berat badan.

Kenaikan berat badan lebih berkaitan dengan jumlah energi yang masuk ke tubuh dibandingkan energi yang digunakan. Ketika asupan kalori secara terus-menerus melebihi kebutuhan tubuh, kelebihan energi tersebut dapat disimpan dalam bentuk lemak.

Jadi, bukan suhu air yang menentukan seseorang menjadi gemuk.

Bagaimana dengan Anggapan Air Es Membekukan Lemak?

Salah satu mitos yang beredar adalah air es disebut dapat membuat lemak dari makanan menjadi “beku” dan kemudian menumpuk di dalam tubuh.

Anggapan tersebut tidak sesuai dengan cara kerja tubuh.

Setelah masuk ke dalam tubuh, air dingin akan mengalami penyesuaian suhu. Tubuh memiliki mekanisme untuk mempertahankan suhu internal sehingga air yang diminum tidak akan membekukan lemak di dalam tubuh.

Dengan kata lain, minum air es tidak menyebabkan lemak makanan langsung mengeras atau menempel di dinding perut.

Justru Tubuh Mengeluarkan Sedikit Energi

Menariknya, tubuh membutuhkan sedikit energi untuk menyesuaikan suhu air dingin dengan suhu tubuh.

Namun, jumlah energi yang digunakan dalam proses tersebut sangat kecil. Karena itu, minum air es juga tidak bisa dianggap sebagai cara efektif untuk membakar kalori atau menurunkan berat badan.

Jika ingin menjaga berat badan, faktor yang jauh lebih penting adalah pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan keseimbangan asupan energi secara keseluruhan.

Yang Perlu Diwaspadai Bukan Air Esnya

Masalah dapat muncul ketika air es bukan lagi sekadar air putih.

Minuman dingin yang diberi tambahan gula, sirup, susu, krimer, kental manis, boba, es krim, atau bahan lainnya dapat mengandung cukup banyak kalori.

Dalam kondisi tersebut, bukan suhu dinginnya yang berpotensi menyebabkan berat badan naik, melainkan kandungan kalori dari bahan tambahan.

Contohnya, segelas minuman dingin dengan banyak gula tentu berbeda dengan segelas air putih dingin tanpa tambahan apa pun.

Karena itu, bagi orang yang sedang menjaga berat badan, air putih dingin tetap menjadi pilihan yang relatif aman untuk memenuhi kebutuhan cairan.

Tidak Perlu Takut Minum Air Es

Anggapan bahwa air es menyebabkan kegemukan sebaiknya tidak membuat seseorang menghindari air putih dingin.

Selama tidak ditambahkan bahan berkalori, air es tetap merupakan air putih dan tidak menjadi penyebab langsung kenaikan berat badan. Hal yang lebih penting adalah memastikan tubuh mendapatkan cukup cairan setiap hari.

Pada akhirnya, menjaga berat badan bukan ditentukan oleh apakah air yang diminum dingin atau hangat. Kebiasaan makan, jumlah asupan kalori, aktivitas fisik, serta pola hidup secara keseluruhan memiliki pengaruh yang jauh lebih besar.

Jadi, jika sedang haus dan ingin minum air es, tidak perlu merasa bersalah. Air putih dingin tidak otomatis membuat tubuh gemuk.