Skip to main content

BRTV

Apakah Stevia Aman Dikonsumsi sebagai Pengganti Gula Pasir? Ini Penjelasannya

Ilustrasi stevia. Foto: Pinterest

brtv.co.id – Penggunaan gula pasir dalam makanan dan minuman sehari-hari mulai dikurangi oleh sebagian masyarakat. Salah satu alternatif pemanis yang kini banyak diperbincangkan adalah stevia. Pemanis ini berasal dari tanaman Stevia rebaudiana dan dikenal memiliki rasa manis yang lebih kuat dibandingkan gula biasa.

Stevia sering digunakan sebagai pengganti gula karena kandungan kalorinya sangat rendah. Selain itu, pemanis ini juga menjadi pilihan bagi orang yang ingin membatasi konsumsi gula tambahan.

Namun, muncul pertanyaan mengenai keamanannya jika dikonsumsi secara rutin. Apakah stevia benar-benar aman digunakan sebagai pengganti gula pasir?

1. Mengenal Stevia dan Asal-Usulnya                                    

Stevia merupakan pemanis yang berasal dari ekstrak daun tanaman Stevia rebaudiana. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan dan telah lama dimanfaatkan sebagai pemanis alami.

Rasa manis stevia berasal dari senyawa bernama steviol glikosida. Senyawa tersebut memiliki tingkat kemanisan sekitar 200–300 kali lebih tinggi dibandingkan gula pasir.

Karena tingkat kemanisannya tinggi, penggunaan stevia hanya membutuhkan sedikit takaran untuk memberikan rasa manis pada makanan maupun minuman.

2. Memiliki Kandungan Kalori Sangat Rendah

Salah satu alasan stevia banyak digunakan sebagai pengganti gula adalah kandungan kalorinya yang sangat rendah.

Berbeda dengan gula pasir yang memberikan tambahan kalori, pemanis stevia yang telah dimurnikan hampir tidak menyumbangkan kalori dalam jumlah penggunaan normal.

Hal ini membuat stevia dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin mengurangi asupan kalori dari gula tambahan.

Meski demikian, mengganti gula pasir dengan stevia tidak otomatis membuat seluruh pola makan menjadi lebih sehat. Konsumsi makanan secara seimbang tetap perlu diperhatikan.

3. Tidak Meningkatkan Gula Darah Seperti Gula Biasa

Stevia juga dikenal memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap kadar gula darah jika dibandingkan dengan gula pasir.

Gula biasa mengandung karbohidrat yang dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah setelah dikonsumsi. Sementara itu, steviol glikosida tidak memberikan efek peningkatan gula darah secara langsung seperti sukrosa.

Karena karakteristik tersebut, stevia dapat menjadi salah satu pilihan pemanis bagi orang yang perlu memperhatikan asupan gula.

Namun, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan komposisi produk dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pengaturan pola makan.

4. Apakah Stevia Aman Dikonsumsi Setiap Hari?

Stevia yang telah dimurnikan menjadi steviol glikosida dan memenuhi standar keamanan pangan dinilai aman dikonsumsi sesuai batas yang ditetapkan.

Badan pengawas pangan internasional menetapkan batas asupan harian yang dapat diterima atau Acceptable Daily Intake (ADI) sebesar 4 miligram per kilogram berat badan per hari, dihitung berdasarkan steviol.

Artinya, keamanan konsumsi tetap bergantung pada jumlah yang digunakan dan jenis produk yang dipilih.

Perlu diketahui, daun stevia mentah dan ekstrak stevia yang belum dimurnikan tidak otomatis memiliki status keamanan yang sama dengan steviol glikosida yang telah dievaluasi.

5. Perhatikan Komposisi Produk Stevia

Produk stevia yang dijual di pasaran tidak selalu terdiri dari ekstrak stevia murni. Beberapa produk menggunakan bahan tambahan untuk menyesuaikan rasa, tekstur, atau volumenya.

Bahan tambahan tersebut dapat berupa maltodekstrin, dekstrosa, maupun pemanis lainnya.

Oleh karena itu, konsumen sebaiknya membaca label komposisi dan informasi nilai gizi sebelum membeli. Hal ini penting agar tidak salah memilih produk, terutama bagi orang yang sedang membatasi konsumsi gula.

6. Mengurangi Gula Tetap Menjadi Kebiasaan Penting

Menggunakan stevia sebagai pengganti gula pasir dapat membantu mengurangi asupan gula tambahan. Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman terlalu manis tetap perlu dikendalikan.

Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah mengurangi takaran gula pada teh dan kopi secara bertahap, membatasi minuman manis kemasan, serta membiasakan diri mengonsumsi air putih.

Dengan begitu, upaya menjaga kesehatan tidak hanya bergantung pada jenis pemanis yang digunakan, tetapi juga pada kebiasaan makan sehari-hari.

Jadi, Apakah Stevia Aman sebagai Pengganti Gula Pasir?

Stevia dapat menjadi alternatif pengganti gula pasir selama menggunakan produk steviol glikosida yang telah dimurnikan dan dikonsumsi sesuai batas keamanan.

Kandungan kalorinya yang sangat rendah serta pengaruhnya yang kecil terhadap kadar gula darah menjadi beberapa alasan pemanis ini banyak digunakan.

Meski demikian, stevia bukan berarti harus dikonsumsi tanpa batas. Memperhatikan komposisi produk, jumlah penggunaan, dan menjaga pola makan seimbang tetap menjadi hal penting untuk mendukung kesehatan tubuh.