
BRTV – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya mengganggu jarak pandang dan sistem pernapasan. Udara yang tercemar zat pembakaran ini juga menjadi ancaman langsung bagi kesehatan mata, mulai dari rasa tidak nyaman hingga iritasi berat.
Partikel mikroskopis dan senyawa kimia beracun yang terbawa dalam asap dengan mudah menempel pada permukaan mata, memicu berbagai gangguan kesehatan yang tidak boleh diabaikan.
Gejala Iritasi Mata Akibat Kabut Asap
Mata merupakan salah satu organ luar yang paling rentan saat bersentuhan langsung dengan udara tercemar. Beberapa keluhan yang kerap muncul meliputi:
- Mata memerah, terasa perih, dan panas.
- Sensasi gatal hingga terasa seperti kemasukan benda asing/pasir.
- Produksi air mata berlebih secara terus-menerus.
- Mata terasa sangat kering akibat hilangnya kelembapan alami.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan riwayat alergi merupakan kelompok rentan yang paling cepat merasakan dampak buruk dari paparan partikel halus seperti PM2.5 ini.
Langkah Efektif Melindungi Mata dan Tubuh
Guna meminimalkan risiko iritasi serta gangguan kesehatan lainnya selama terjadi karhutla, lakukan beberapa tindakan pencegahan berikut:
- Gunakan Kacamata Pelindung: Gunakan kacamata saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan untuk menghalangi paparan asap langsung ke area mata.
- Pakai Masker Standar (Minimal N95): Lindungi saluran pernapasan dari partikel halus berukuran mikron.
- Hindari Mengucek Mata: Mengucek mata dengan tangan kotor hanya akan memperparah iritasi dan berisiko memicu infeksi kornea.
- Sterilkan Ruangan Dalam Rumah: Tutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi. Gunakan air purifier bila ada untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan.
- Jaga Hydrasi Tubuh: Perbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga kelembapan tubuh dan mata.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Iritasi ringan umumnya membaik setelah menjauh dari paparan asap dan mengistirahatkan mata. Namun, jika Anda mengalami gejala seperti mata terus memerah, rasa nyeri hebat, penglihatan kabur, atau timbul kotoran mata berlebih, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.







