BRTV.co.id — Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Sumatera sejak akhir November 2025 memicu bencana banjir dan longsor terbesar dalam satu dekade. Hujan berintensitas tinggi yang dipicu pengaruh siklon di sekitar Selat Malaka menyebabkan sungai-sungai meluap dan struktur tanah melemah, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sejak 24 November, ratusan kejadian banjir dan longsor tercatat hanya dalam hitungan hari. Banyak permukiman tersapu arus deras, akses jalan terputus, dan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah lumpuh. Laporan resmi mencatat lebih dari 600 korban jiwa, sementara ratusan lainnya masih hilang. Total warga yang terdampak mendekati 1,5 juta jiwa, dengan sekitar 570 ribu orang harus mengungsi ke lokasi-lokasi yang aman.
Tim SAR, relawan, dan aparat gabungan terus melakukan pencarian di titik-titik terdampak. Namun kondisi medan yang sulit, tumpukan material longsor, dan tingginya genangan di sejumlah wilayah membuat proses penyelamatan berlangsung lambat. Pemerintah daerah juga menetapkan status darurat dan membuka dapur umum serta pos kesehatan bagi pengungsi.
Bencana ini menjadi peringatan keras akan kerentanan wilayah Sumatera terhadap cuaca ekstrem dan pentingnya kesiapsiagaan berbasis mitigasi risiko.





