
Nama Emil Audero Mulyadi tengah menjadi sorotan setelah tampil sebagai salah satu pahlawan Timnas Indonesia dalam keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Kiper berusia 29 tahun itu menjadi penentu dalam drama adu penalti melawan Thailand pada final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Di balik penampilannya bersama skuad Garuda, ada cerita menarik mengenai daerah asal Emil. Meski besar dan meniti karier sepak bola di Italia, Emil ternyata lahir di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 18 Januari 1997.
Kota tersebut menjadi bagian penting dari identitas pemain yang kini menjadi salah satu penjaga gawang andalan Timnas Indonesia.
Emil Audero Lahir di Mataram
Emil Audero lahir dari ayah berdarah Indonesia dan ibu asal Italia. Ayahnya, Edy Mulyadi, berasal dari Lombok, sementara Emil kemudian tumbuh besar di Italia.
Meski masa kecilnya lebih banyak dihabiskan di Italia, Emil tidak melupakan tempat kelahirannya.
Dalam sebuah kesempatan ketika berada di Lombok, Emil bahkan menyebut dirinya sebagai orang Lombok. Keluarganya masih memiliki hubungan erat dengan Praya, Lombok Tengah.
Kedekatan tersebut membuat Lombok bukan sekadar tempat yang tercatat dalam dokumen kelahirannya, tetapi juga menjadi bagian dari identitas Emil.
Kota Mataram, Pintu Masuk Menjelajahi Lombok
Mataram merupakan ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat sekaligus salah satu kawasan yang menjadi pintu masuk untuk mengenal Pulau Lombok.
Kota ini menawarkan perpaduan antara kehidupan perkotaan, peninggalan sejarah, wisata religi, hingga budaya masyarakat Sasak.
Sejumlah tempat menarik dapat ditemukan di Mataram dan sekitarnya. Ada Taman Mayura yang menyimpan jejak sejarah, kawasan Kota Tua Ampenan dengan bangunan-bangunan peninggalan masa lalu, hingga pusat kegiatan masyarakat yang memperlihatkan kehidupan lokal Lombok.
Bagi wisatawan, Mataram juga dapat menjadi titik awal sebelum melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi populer di Pulau Lombok.
Dari Mataram hingga Keindahan Lombok
Lombok dikenal memiliki bentang alam yang beragam. Pantai, perbukitan, kawasan pegunungan, hingga gugusan pulau kecil menjadi daya tarik utama daerah ini.
Di bagian utara terdapat Gunung Rinjani yang menjadi salah satu ikon wisata alam Indonesia. Kawasan tersebut juga memiliki Danau Segara Anak yang berada di area kaldera gunung.
Sementara itu, wilayah selatan Lombok menawarkan pemandangan pantai dan perbukitan yang tidak kalah menarik.
Kawasan Mandalika menjadi salah satu destinasi yang semakin dikenal luas setelah berkembang sebagai kawasan sport tourism. Selain menjadi lokasi ajang balap internasional, kawasan ini dikelilingi sejumlah pantai dan perbukitan dengan panorama khas Lombok.
Emil dan Ikatan dengan Tanah Kelahiran
Hubungan Emil dengan Lombok bukan hanya cerita tentang tempat lahir.
Pada 2025, ketika berkunjung ke kampung halaman keluarganya di Lombok Tengah, Emil mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ia juga sempat menyaksikan pertandingan sepak bola antarkampung dan menyapa warga.
Dalam kesempatan tersebut, Emil menyampaikan kebanggaannya terhadap daerah asal keluarganya dan memberikan motivasi kepada anak-anak yang memiliki mimpi menjadi pesepak bola profesional.
Emil juga diketahui memiliki kebiasaan membawa benda yang mengingatkannya pada Lombok. Ia pernah mengenakan gelang dari Lombok sebagai simbol keterikatannya dengan tempat kelahirannya.
Kini Jadi Bagian dari Sejarah Timnas
Kisah Emil dengan Lombok semakin menarik setelah ia menjadi bagian dari keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Dalam pertandingan final melawan Thailand, Emil tampil penting ketika laga harus diselesaikan melalui adu penalti. Indonesia akhirnya memastikan kemenangan dan mengangkat trofi setelah drama dari titik putih.
Bagi Emil, keberhasilan tersebut bukan hanya pencapaian dalam karier sepak bolanya. Momen itu juga membuat nama pemain kelahiran Mataram tersebut kembali menjadi perhatian publik Indonesia.
Dari Mataram, Lombok, Emil Audero menempuh perjalanan panjang hingga menjadi penjaga gawang profesional di Eropa dan akhirnya membela negara kelahirannya.
Kini, namanya tidak hanya melekat pada perjalanan sepak bola Indonesia, tetapi juga ikut membawa kembali perhatian kepada Mataram dan Lombok, tempat yang menjadi bagian dari kisah awal hidupnya.







