
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Memasuki hari keenam masa tanggap darurat, berbagai kebutuhan dasar dan layanan kesehatan terus diupayakan agar dapat menjangkau para korban.
Distribusi bantuan dipusatkan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional yang berada di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dari lokasi tersebut, bantuan dikirim menggunakan jalur udara menuju Bandara Labuan Bajo dan Maumere sebelum diteruskan ke sejumlah wilayah yang terdampak gempa.
Total Bantuan Mencapai 729 Ton
BNPB mencatat bantuan yang telah dikirim sejak 15 hingga 20 Agustus 2026 mencapai sekitar 729 ton. Bantuan tersebut berasal dari dana siap pakai serta sumbangan dari berbagai pihak.
Khusus pada 20 Agustus, sebanyak 102 ton bantuan diberangkatkan melalui jalur udara dalam tujuh kali penerbangan. Bantuan tersebut terdiri atas berbagai kebutuhan yang diperlukan masyarakat selama berada dalam kondisi darurat.
Untuk kebutuhan pangan, bantuan yang disalurkan antara lain sembako, makanan siap santap, makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil, obat-obatan, serta mi instan.
Sementara itu, bantuan nonpangan meliputi pakaian, pembalut, popok bayi, sabun, terpal, radio komunikasi, senter, tenda, dan kasur.
Penyaluran Menjangkau Wilayah Terpencil
BNPB juga berupaya memastikan bantuan dapat mencapai daerah yang sulit diakses. Pos Pendamping Nasional terus melakukan pendataan kebutuhan sekaligus berkoordinasi dengan tim di lapangan.
Salah satu upaya dilakukan dengan mengerahkan helikopter untuk mengirim bantuan secara langsung ke daerah yang terisolasi. Cara tersebut diterapkan, antara lain, untuk menjangkau masyarakat di Desa Golo Woi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai.
Selain melakukan distribusi, petugas di lapangan juga terus menerima laporan mengenai kebutuhan masyarakat sehingga bantuan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
Gempa Susulan Masih Terjadi
Di tengah proses penanganan bencana, aktivitas gempa susulan masih perlu diwaspadai. Hingga 20 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 3.752 gempa susulan. Pada pagi hari yang sama, gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,7 juga kembali terjadi.
BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak mengabaikan potensi gempa susulan. Warga juga diminta memastikan bangunan berada dalam kondisi aman sebelum kembali memasukinya.
Dampak Gempa Terus Diperbarui
Berdasarkan data hingga 20 Agustus pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 75 orang. Angka tersebut bertambah empat orang dibandingkan data sebelumnya, dengan korban tambahan berasal dari Sikka, Manggarai, dan Nagekeo.
Jumlah warga yang mengungsi juga terus bertambah hingga sekitar 92.735 orang. Kabupaten Nagekeo menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pengungsi cukup besar, disusul Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat.
Kerusakan rumah akibat gempa tercatat sebanyak 36.163 unit. Dari jumlah tersebut, 14.259 rumah mengalami kerusakan berat, 11.154 rusak sedang, dan 10.750 lainnya mengalami kerusakan ringan.
Dengan kondisi tersebut, BNPB bersama berbagai pihak terus memperkuat distribusi bantuan dan pelayanan darurat agar kebutuhan masyarakat terdampak gempa di NTT dapat terpenuhi, termasuk bagi warga yang berada di wilayah yang sulit dijangkau.







