Skip to main content

BRTV

Botol Plastik Bekas Bisa Ditukar Jadi Saldo KRL, Begini Caranya

Ilustrasi botol plastik bekas. Foto: Pinterest

Botol plastik bekas yang biasanya langsung masuk tempat sampah ternyata bisa memberikan keuntungan bagi pengguna KRL. KAI Commuter menghadirkan program yang memungkinkan botol plastik ditukar menjadi poin, kemudian dikonversikan menjadi saldo untuk membayar perjalanan Commuter Line.

Program tersebut memanfaatkan Reverse Vending Machine (RVM) yang ditempatkan di sejumlah stasiun Commuter Line Jabodetabek.

Jadi, sambil membantu mengurangi sampah plastik, penumpang juga bisa mengumpulkan poin yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk perjalanan menggunakan KRL.

Satu Botol Dapat 100 Poin

Mekanisme program ini cukup sederhana. Pengguna hanya perlu memasukkan botol plastik bekas ke mesin RVM yang tersedia di stasiun.

Setiap botol plastik yang memenuhi ketentuan akan memberikan 100 poin kepada pengguna.

Poin yang terkumpul selanjutnya dapat ditukarkan menjadi saldo melalui Kartu Multi Trip (KMT). Saldo tersebut dapat digunakan untuk pembayaran tiket Commuter Line.

Dengan begitu, botol plastik yang sudah tidak terpakai tidak sekadar menjadi limbah, tetapi memiliki nilai manfaat bagi pengguna transportasi publik.

RVM Tersedia di Lima Stasiun

KAI Commuter menerapkan program tersebut di lima stasiun Commuter Line Jabodetabek.

Kehadiran mesin RVM menjadi bagian dari upaya perusahaan mengajak penumpang berperan langsung dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah berbahan plastik.

Botol yang dikumpulkan melalui mesin tersebut nantinya diarahkan untuk masuk ke proses pengelolaan dan daur ulang.

Program ini juga menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KAI Commuter sekaligus komitmen perusahaan untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam layanan transportasi.

Penumpang Dapat Manfaat, Sampah Juga Berkurang

Program penukaran botol plastik ini memberikan keuntungan dari dua sisi.

Bagi lingkungan, sampah botol plastik yang berpotensi menumpuk dapat dikumpulkan dan diproses lebih lanjut. Sementara bagi pengguna KRL, ada insentif berupa poin yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan saldo perjalanan.

Langkah tersebut dinilai relevan mengingat jumlah pengguna Commuter Line sangat besar. Sepanjang 2025, pengguna KAI Commuter tercatat telah menembus lebih dari 400 juta orang, dengan rata-rata sekitar 1,4 juta pengguna setiap hari.

Dengan jumlah penumpang sebesar itu, kebiasaan sederhana seperti membuang dan mengelola botol plastik secara tepat dapat memberikan dampak yang cukup besar.

Tak Hanya Botol Plastik

Upaya keberlanjutan KAI Commuter tidak berhenti pada pengelolaan sampah plastik.

Perusahaan juga menjalankan program pemanfaatan kembali seragam dinas bekas milik pegawai. Material dari seragam tersebut diolah menjadi kain batik khas KAI Commuter yang diberi nama Batik Laras Budaya Commuter.

Batik tersebut mengangkat gambaran keberagaman masyarakat yang menggunakan Commuter Line. Meski berasal dari latar belakang dan generasi yang berbeda, para pengguna tetap dapat bergerak bersama dalam satu perjalanan.

Melalui berbagai program tersebut, KAI Commuter berupaya mengembangkan konsep transportasi publik yang tidak hanya berorientasi pada mobilitas, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan. Bagi penumpang, langkahnya pun sederhana: jangan buru-buru membuang botol plastik bekas. Jika menemukan mesin RVM di stasiun yang ikut dalam program, botol tersebut bisa dikumpulkan dan ditukarkan menjadi poin untuk menambah saldo perjalanan KRL.