Skip to main content

BRTV

BPOM Selidiki Teh Botol Sosro yang Diduga Berisi Sabun saat Demo, Ini Penjelasannya

Ilustrasi teh botol. Foto: Pinterest

brtv.co.id – Media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan produk Teh Botol Sosro kemasan kotak mengeluarkan busa menyerupai sabun. Video tersebut menjadi perhatian setelah minuman itu ditemukan di tengah aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Jakarta pada Rabu (28/10/2026).

Dalam rekaman yang beredar, seseorang memperlihatkan busa yang keluar dari bagian kemasan ketika botol atau kotak minuman ditekan. Selain itu, muncul pula dugaan bahwa minuman tersebut memiliki aroma seperti sabun dan rasa yang tidak biasa.

Peristiwa ini kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan produk minuman kemasan yang beredar di masyarakat.

Menanggapi kejadian tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan telah menerima laporan dan sedang melakukan penelusuran lebih lanjut.

1. Awal Mula Video Teh Botol Sosro Viral

Peristiwa ini bermula dari unggahan video di media sosial yang memperlihatkan produk Teh Botol Sosro kemasan kotak mengeluarkan busa dari bagian kemasan.

Video tersebut dikaitkan dengan kegiatan demonstrasi di kawasan Jakarta Pusat pada 28 Oktober 2026.

Dalam rekaman itu, seseorang menunjukkan adanya busa ketika kemasan ditekan. Ia juga menyebut aroma minuman tersebut menyerupai sabun.

Sejumlah peserta aksi disebut mengaku merasakan sesuatu yang tidak biasa dari minuman tersebut. Namun, dugaan mengenai kandungan sabun di dalam produk itu belum dapat dipastikan.

2. BPOM Lakukan Penelusuran dan Pengujian Sampel

Menanggapi informasi yang beredar, BPOM menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai dugaan produk minuman teh kemasan yang mengeluarkan busa tidak wajar.

BPOM kemudian melakukan penelusuran, termasuk mengambil sampel produk untuk menjalani pengujian di laboratorium.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi produk dan memastikan apakah terdapat pelanggaran terkait keamanan pangan.

BPOM juga menyatakan akan mengambil langkah pengawasan dan penindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya pelanggaran.

3. Pihak Produsen Turut Melakukan Investigasi

PT Sinar Sosro selaku produsen Teh Botol Sosro juga memberikan tanggapan mengenai video yang ramai diperbincangkan.

Perusahaan menyatakan telah mengetahui informasi tersebut dan sedang melakukan investigasi secara menyeluruh untuk memastikan fakta yang terjadi.

Pihak perusahaan juga membuka komunikasi dengan pengunggah video guna memperoleh informasi lebih lanjut mengenai produk yang ditampilkan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menelusuri kejadian dan menjaga kualitas serta keamanan produk bagi konsumen.

4. Masyarakat Diimbau Memeriksa Kemasan Minuman

Di tengah beredarnya informasi tersebut, masyarakat diingatkan untuk lebih teliti sebelum mengonsumsi produk makanan dan minuman kemasan.

BPOM mengimbau masyarakat menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu:

  • Cek Kemasan: Pastikan kemasan dalam kondisi baik dan tidak rusak.
  • Cek Label: Perhatikan informasi yang tercantum pada produk.
  • Cek Izin Edar: Pastikan produk memiliki izin edar yang sesuai.
  • Cek Kedaluwarsa: Periksa tanggal batas konsumsi produk.

Selain itu, masyarakat disarankan tidak mengonsumsi produk yang memiliki kondisi tidak wajar, seperti kemasan rusak, perubahan bentuk, atau isi yang terlihat mencurigakan.

Jika menemukan produk yang diduga bermasalah, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan HALO BPOM di nomor 1500533.

5. Menunggu Hasil Pemeriksaan BPOM       

Hingga informasi yang diberitakan pada 31 Oktober 2026, BPOM masih melakukan penelusuran dan pengujian terhadap sampel produk yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Karena itu, dugaan adanya kandungan sabun dalam minuman tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum hasil pemeriksaan tersedia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan pangan perlu diperhatikan oleh produsen maupun konsumen. Masyarakat juga diharapkan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan video yang beredar di media sosial.

Dengan adanya pemeriksaan dari BPOM, diharapkan fakta mengenai kejadian tersebut dapat diketahui secara jelas sehingga masyarakat memperoleh informasi yang tepat.