BRTV

Bulan Rabiul Awal: Bulan Kelahiran Nabi, Momentum Memperbanyak Amalan Kebaikan

Jakarta – Umat Islam di seluruh dunia kembali menyambut bulan Rabiul Awal, bulan yang istimewa dalam kalender Hijriyah. Rabiul Awal, yang secara harfiah berarti “musim semi pertama”, sering dijuluki sebagai bulan maulid (kelahiran), karena pada bulan inilah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) dilahirkan ke dunia.

Bulan Rabiul Awal BRTV
BRTV

Keistimewaan bulan ini tidak terlepas dari peristiwa agung yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, yaitu kelahiran sang pembawa risalah terakhir, Nabi Muhammad SAW. Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) berfirman dalam Al-Qur’an:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)

Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah titik tolak kebangkitan peradaban manusia dari zaman kegelapan (jahiliyah) menuju cahaya petunjuk (ilayah). Oleh karena itu, bulan Rabiul Awal seharusnya menjadi momentum bagi umat Islam untuk merefleksikan dan meneladani akhlak serta sunnah-sunnah Beliau.

Meskipun peringatan maulid Nabi sendiri masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukumnya, seluruh ulama sepakat bahwa bulan ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ketakwaan dan amal shaleh dengan cara-cara yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits.

Berikut adalah beberapa amalan utama yang dapat mendatangkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT:

1.Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Membaca shalawat adalah salah satu amalan yang paling dianjurkan. Allah SWT sendiri memerintahkan hal ini dalam Al-Qur’an:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim). Memperbanyak shalawat di bulan kelahiran Beliau adalah bentuk kecintaan dan penghormatan yang agung.

2. Mempelajari Sirah Nabawiyah (Sejarah Hidup Nabi)
Mengisi bulan Rabiul Awal dengan mempelajari sejarah hidup, perjuangan, akhlak, dan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW adalah amalan yang sangat mulia. Dengan mempelajarinya, kita dapat mengambil teladan (uswah hasanah) untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT berfirman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

3. Memperbanyak Sedekah
Bersedekah adalah amalan yang sangat disukai Allah dan Rasul-Nya. Momentum kebahagiaan menyambut kelahiran Nabi dapat diwujudkan dengan berbagi kebahagiaan kepada sesama, terutama anak yatim dan fakir miskin. Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, terlebih di bulan Ramadhan. Meneladani sifat dermawan Beliau di bulan ini adalah sebuah keutamaan.

4. Menyebarkan Salam dan Melakukan Perbuatan Baik
Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Salah satu sunnah Beliau adalah menyebarkan salam dan berbuat baik kepada semua orang. Amalan sederhana seperti tersenyum, membantu orang lain, berkata jujur, dan menebar kedamaian adalah praktik nyata dari meneladani Nabi.

5. Puasa Sunah (Senin-Kamis)
Rasulullah SAW biasa berpuasa pada hari Senin. Ketika ditanya tentang alasannya, Beliau menjawab: “Hari Senin adalah hari kelahiranku.” (HR. Muslim). Oleh karena itu, melaksanakan puasa sunah Senin-Kamis di bulan Rabiul Awal memiliki keutamaan ganda; mengamalkan sunah puasa dan mengingat kelahiran Nabi.

6. Berdzikir dan Bersyukur kepada Allah SWT
Mengucapkan syukur atas nikmat terbesar berupa diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk adalah hal yang utama. Memperbanyak dzikir, tasbih, tahmid, dan tahlil adalah bentuk syukur kita kepada Allah atas segala rahmat-Nya. Esensi dari mengisi bulan Rabiul Awal bukan hanya pada perayaan seremonial semata, tetapi pada peningkatan kualitas iman, ketakwaan, dan pengamalan nilai-nilai yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Marilah kita jadikan bulan ini sebagai titik awal untuk lebih giat lagi dalam membaca shalawat, mempelajari sirah nabawiyah, dan mengamalkan sunnah-sunnah Beliau dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita menjadi umat yang benar-benar mencintai Nabinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

google-site-verification: google884c333897a2e291.html