BRTV

Gunung Sinabung Erupsi, Status Naik ke Level III Siaga

Ilustrasi gunung sinabung. Foto: Pinterest

Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8) sekitar pukul 12.00 WIB. Aktivitas vulkanik yang meningkat membuat status gunung api tersebut dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Saat erupsi terjadi, kolom abu terpantau membumbung hingga sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung, atau mencapai kurang lebih 5.960 meter di atas permukaan laut.

Peningkatan status tersebut ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mulai pukul 12.30 WIB pada hari yang sama. Keputusan ini diambil setelah hasil pemantauan visual dan rekaman instrumen menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan.

Abu Vulkanik Mengarah ke Berastagi

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung cenderung bergerak ke arah timur hingga tenggara. Arah tersebut membuat wilayah Kota Berastagi berpotensi terdampak sebaran abu.

Untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap masyarakat, BPBD Kabupaten Karo bersama berbagai instansi terkait telah membagikan masker kepada warga di wilayah yang terdampak.

Masyarakat yang berada di kawasan dengan sebaran abu juga diimbau menggunakan masker atau alat pelindung pernapasan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Warga di Zona Bahaya Diminta Menjauh

Meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung membuat masyarakat yang berada di zona berbahaya diminta segera mengikuti arahan petugas dan berpindah ke tempat yang lebih aman.

Menurut PVMBG, erupsi yang terjadi merupakan fase awal dan masih terdapat kemungkinan aktivitas gunung meningkat hingga memicu erupsi yang lebih besar. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi hal penting selama kondisi gunung masih dipantau.

BNPB juga mengingatkan masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sebelumnya telah direlokasi.

Selain itu, masyarakat diminta menjauhi kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 6 kilometer ke arah selatan-tenggara. Warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya lahar.

Data Dampak Masih Didata

Hingga laporan BNPB diterbitkan, jumlah korban jiwa maupun kerugian material akibat erupsi masih dalam proses pendataan. Petugas terus melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan terbaru aktivitas Gunung Sinabung.

BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait juga terus berkoordinasi dalam menangani dampak erupsi serta memastikan perkembangan kondisi gunung dapat dipantau secara berkala.

Masyarakat di sekitar Gunung Sinabung diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Mengikuti arahan pemerintah daerah serta informasi resmi dari pihak berwenang menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan selama aktivitas vulkanik berlangsung.

Gunung Sinabung Erupsi, Status Naik ke Level III Siaga

Karo, Sumatera Utara – Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8) sekitar pukul 12.00 WIB. Aktivitas vulkanik yang meningkat membuat status gunung api tersebut dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Saat erupsi terjadi, kolom abu terpantau membumbung hingga sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung, atau mencapai kurang lebih 5.960 meter di atas permukaan laut.

Peningkatan status tersebut ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mulai pukul 12.30 WIB pada hari yang sama. Keputusan ini diambil setelah hasil pemantauan visual dan rekaman instrumen menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan.

Abu Vulkanik Mengarah ke Berastagi

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung cenderung bergerak ke arah timur hingga tenggara. Arah tersebut membuat wilayah Kota Berastagi berpotensi terdampak sebaran abu.

Untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap masyarakat, BPBD Kabupaten Karo bersama berbagai instansi terkait telah membagikan masker kepada warga di wilayah yang terdampak.

Masyarakat yang berada di kawasan dengan sebaran abu juga diimbau menggunakan masker atau alat pelindung pernapasan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Warga di Zona Bahaya Diminta Menjauh

Meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung membuat masyarakat yang berada di zona berbahaya diminta segera mengikuti arahan petugas dan berpindah ke tempat yang lebih aman.

Menurut PVMBG, erupsi yang terjadi merupakan fase awal dan masih terdapat kemungkinan aktivitas gunung meningkat hingga memicu erupsi yang lebih besar. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi hal penting selama kondisi gunung masih dipantau.

BNPB juga mengingatkan masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sebelumnya telah direlokasi.

Selain itu, masyarakat diminta menjauhi kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 6 kilometer ke arah selatan-tenggara. Warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya lahar.

Data Dampak Masih Didata

Hingga laporan BNPB diterbitkan, jumlah korban jiwa maupun kerugian material akibat erupsi masih dalam proses pendataan. Petugas terus melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan terbaru aktivitas Gunung Sinabung.

BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait juga terus berkoordinasi dalam menangani dampak erupsi serta memastikan perkembangan kondisi gunung dapat dipantau secara berkala.

Masyarakat di sekitar Gunung Sinabung diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Mengikuti arahan pemerintah daerah serta informasi resmi dari pihak berwenang menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan selama aktivitas vulkanik berlangsung.