Skip to main content

BRTV

Jangan Asal Dibuang! 5 Kulit Buah Ini Ternyata Kaya Nutrisi dan Aman Dikonsumsi

Ilustrasi kulit buah. Foto: Pinterest

BRTV.CO.ID – Kulit buah sering kali langsung dibuang setelah daging buahnya dimakan. Padahal, sejumlah kulit buah mengandung serat, vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan yang dapat menambah nilai gizi dalam makanan.

Selama ini, banyak orang menganggap kulit buah tidak memiliki manfaat atau tidak layak dikonsumsi. Faktanya, beberapa jenis kulit buah dapat dimakan dengan aman jika dibersihkan dan diolah secara tepat.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kulit buah tertentu mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, tidak semua kulit buah cocok dimakan secara langsung, sehingga penting untuk mengetahui jenis dan cara pengolahannya. Sumber: penelitian tentang nutrisi dan keamanan kulit buah.

Berikut lima kulit buah yang bisa dimanfaatkan agar tidak terbuang sia-sia.

1. Kulit Apel

Kulit apel merupakan salah satu bagian buah yang dapat dikonsumsi bersama dagingnya. Bagian ini mengandung serat dan senyawa antioksidan, termasuk polifenol, yang berperan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kandungan serat dalam apel juga membantu mendukung kesehatan pencernaan. Karena itu, mengonsumsi apel bersama kulitnya dapat menjadi pilihan untuk memperoleh tambahan nutrisi.

Sebelum dimakan, cuci apel di bawah air mengalir dan gosok permukaannya secara perlahan untuk menghilangkan kotoran.

2. Kulit Kiwi

Bagi sebagian orang, kulit kiwi yang berbulu mungkin terasa kurang nyaman untuk dimakan. Namun, kulit kiwi sebenarnya dapat dikonsumsi dan mengandung nutrisi tambahan.

Menurut Cleveland Clinic, kulit kiwi mengandung serat dan senyawa polifenol. Mengonsumsi kiwi bersama kulitnya juga dapat meningkatkan asupan vitamin C dibandingkan hanya memakan daging buahnya. Baca penjelasannya di Cleveland Clinic.

Untuk mengonsumsinya, cuci kiwi sampai bersih. Jika tekstur kulit yang berbulu terasa mengganggu, pilih kiwi berkulit lebih halus atau iris tipis sebelum dimakan.

3. Kulit Jeruk

Kulit jeruk umumnya dibuang karena rasanya pahit dan teksturnya berbeda dari daging buah. Padahal, kulit jeruk mengandung serat dan senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan minyak atsiri.

Senyawa-senyawa tersebut banyak diteliti karena aktivitas antioksidannya. Kulit jeruk juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan makanan, misalnya parutan kulit untuk kue, campuran minuman, atau manisan.

Meski demikian, kulit jeruk sebaiknya tidak langsung dikonsumsi dalam jumlah besar. Gunakan secukupnya setelah dicuci bersih, dan pastikan kulit yang digunakan memang layak untuk pengolahan pangan.

4. Kulit Pisang

Kulit pisang mungkin menjadi salah satu bagian buah yang paling jarang terpikirkan untuk dikonsumsi. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa kulit pisang mengandung serat pangan, pektin, pati resisten, dan sejumlah senyawa antioksidan.

Kulit pisang dapat diolah menjadi bahan tambahan makanan atau dimasak dalam resep tertentu. Namun, teksturnya yang keras dan rasanya yang cenderung pahit membuat kulit pisang lebih cocok diolah terlebih dahulu daripada dimakan mentah.

Pastikan kulit pisang dicuci bersih dan dimasak dengan benar sebelum digunakan. Kandungan nutrisi dan karakteristiknya dapat berbeda bergantung pada varietas serta tingkat kematangan pisang.

5. Kulit Anggur

Kulit anggur juga memiliki kandungan nutrisi yang tidak kalah menarik. Kulitnya mengandung serat dan polifenol, termasuk antosianin pada varietas anggur berwarna gelap.

Senyawa polifenol tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan menjadi salah satu alasan kulit anggur banyak diteliti dalam bidang pangan dan gizi.

Jika mengonsumsi anggur, kulitnya umumnya dapat dimakan bersama daging buah. Cuci anggur di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi dan hindari buah yang menunjukkan tanda pembusukan.

Tips Aman Mengonsumsi Kulit Buah

Meskipun beberapa kulit buah dapat dimakan, kebersihan dan cara pengolahan tetap perlu diperhatikan. Residu pestisida, kotoran, serta mikroorganisme pada permukaan buah menjadi hal yang perlu diantisipasi.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Cuci buah dengan air mengalir. Gosok permukaan buah secara perlahan sebelum dikonsumsi atau dipotong.
  • Jangan gunakan sabun atau deterjen. Produk tersebut tidak ditujukan untuk membersihkan buah yang akan dimakan.
  • Pilih buah yang segar. Hindari kulit buah yang berjamur, membusuk, atau rusak.
  • Olah kulit yang perlu dimasak. Kulit pisang, misalnya, lebih sesuai diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
  • Perhatikan kondisi tubuh. Orang yang memiliki alergi terhadap buah tertentu sebaiknya menghindari bagian buah yang memicu reaksi alergi.

Perlu diingat, mencuci buah dapat membantu mengurangi kotoran dan sebagian kontaminan di permukaan, tetapi tidak menjamin seluruh residu pestisida hilang. Mengupas kulit juga dapat menjadi pilihan jika kondisi buah atau kebersihannya diragukan.

Kesimpulan

Kulit apel, kiwi, jeruk, pisang, dan anggur merupakan contoh bagian buah yang berpotensi memberikan tambahan nutrisi apabila dikonsumsi dengan cara yang tepat.

Memanfaatkan kulit buah dapat membantu mengurangi sampah makanan sekaligus menambah variasi dalam menu sehari-hari. Namun, tidak semua kulit buah aman dimakan dalam kondisi mentah, sehingga jenis buah, kebersihan, dan cara pengolahan tetap harus diperhatikan.

Dengan penanganan yang benar, bagian buah yang biasanya dibuang dapat dimanfaatkan secara lebih bijak.

Baca informasi kesehatan, kuliner, gaya hidup, dan berita terbaru lainnya di BRTV.CO.ID.

Website: https://brtv.co.id