Skip to main content

BRTV

Kasus Influenza Naik pada September 2026, Ini Cara Melindungi Anak

Ilustrasi flu. Foto: Pinterest

Kasus influenza di Indonesia mulai menunjukkan peningkatan memasuki September 2026. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut kondisi tersebut masih sesuai dengan pola musiman influenza yang biasanya meningkat mulai September hingga penghujung tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengatakan peningkatan kasus influenza merupakan pola yang juga terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, pola kenaikan influenza tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand, juga mengalami peningkatan kasus pada periode yang sama.

Kasus Influenza Mulai Meningkat

Pemantauan Kemenkes melalui surveilans sentinel Severe Acute Respiratory Infection (SARI) menunjukkan adanya peningkatan positivity rate influenza pada September 2026.

Pada minggu ke-38, positivity rate tercatat mencapai 56 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa proporsi sampel yang diperiksa dan dinyatakan positif influenza mengalami peningkatan.

Pola serupa juga pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2023, misalnya, positivity rate influenza sempat mencapai 68 persen.

Kemenkes memperkirakan tren kasus dapat mulai menurun setelah melewati periode puncak musiman. Berdasarkan pola sebelumnya, penurunan biasanya mulai terlihat setelah memasuki sekitar minggu ke-39 atau ke-40.

Subtipe influenza yang paling banyak ditemukan di Indonesia saat ini adalah influenza A H1N1 PDM09.

Kemenkes juga terus memantau kondisi rumah sakit untuk melihat apakah peningkatan kasus influenza berdampak terhadap tingkat keterisian tempat tidur.

Anak Termasuk Kelompok yang Perlu Diperhatikan

Influenza dapat menyerang siapa saja. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit yang lebih berat.

Anak berusia di bawah lima tahun termasuk salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian. Risiko juga dapat meningkat pada anak yang memiliki penyakit penyerta tertentu atau kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Karena itu, perlindungan terhadap anak menjadi penting, terutama ketika ada anggota keluarga yang sedang mengalami batuk, pilek, atau gejala influenza.

Cara Mencegah Influenza pada Anak

Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan orang tua dan anggota keluarga untuk mengurangi risiko penularan influenza kepada anak.

1. Gunakan Masker Saat Sedang Sakit

Anggota keluarga yang mengalami batuk atau pilek sebaiknya menggunakan masker ketika berada di sekitar anak.

Langkah tersebut penting karena influenza dapat menyebar melalui droplet atau percikan saluran pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Dengan menggunakan masker, risiko penularan kepada anak dapat dikurangi.

2. Pisahkan Peralatan Makan

Ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit, sebaiknya gunakan peralatan makan dan minum secara terpisah.

Gelas, sendok, piring, maupun peralatan lainnya sebaiknya tidak digunakan secara bergantian, terutama selama anggota keluarga masih mengalami gejala infeksi.

Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan rumah tetap lebih aman bagi anak.

3. Pastikan Nutrisi Anak Terpenuhi

Asupan makanan bergizi tetap penting untuk mendukung kesehatan anak.

Orang tua dapat memberikan makanan dengan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan anak.

Selain makanan, pastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup, terutama ketika sedang tidak enak badan.

4. Anak Sakit Sebaiknya Istirahat di Rumah

Anak yang sedang mengalami batuk, pilek, atau gejala influenza sebaiknya beristirahat di rumah dan tidak dipaksakan masuk sekolah.

Selain membantu proses pemulihan, istirahat di rumah juga dapat mengurangi risiko penularan kepada teman dan orang lain di lingkungan sekolah.

Setelah kondisi membaik, anak dapat kembali beraktivitas secara bertahap sesuai kondisinya.

5. Ajarkan Etika Batuk dan Bersin

Kebiasaan menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin perlu diajarkan sejak dini.

Anak dapat diarahkan menggunakan bagian dalam siku ketika batuk atau bersin, terutama ketika tidak menggunakan masker.

Kebiasaan tersebut membantu mengurangi kemungkinan virus menyebar melalui tangan dan kemudian berpindah ke berbagai benda atau permukaan.

6. Pertimbangkan Vaksinasi Influenza

Vaksinasi merupakan salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan untuk membantu memberikan perlindungan terhadap influenza.

Vaksin influenza dapat diberikan mulai usia enam bulan dan pemberiannya mengikuti rekomendasi serta kondisi masing-masing anak.

Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mengetahui jadwal vaksinasi yang sesuai dengan usia dan kondisi anak.

7. Oseltamivir untuk Anak Berisiko Tinggi

Pada anak yang terkonfirmasi mengalami influenza, obat antivirus seperti oseltamivir dapat digunakan pada kondisi tertentu.

Penggunaannya terutama perlu mendapat perhatian pada anak yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi, misalnya anak dengan penyakit jantung, penyakit paru, asma berat, atau kondisi dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

Pemberian oseltamivir sebaiknya berdasarkan penilaian dan anjuran dokter. Orang tua tidak dianjurkan memberikan obat antivirus kepada anak tanpa pemeriksaan dan rekomendasi tenaga medis.

Waspada Tanpa Panik

Peningkatan kasus influenza pada September 2026 merupakan bagian dari pola musiman yang juga pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi anak, terutama jika mengalami demam, batuk, pilek, atau gejala lain yang semakin berat.

Menjaga kebersihan, menggunakan masker ketika sakit, mengajarkan etika batuk, memastikan nutrisi anak terpenuhi, serta mempertimbangkan vaksinasi merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan.

Dengan kebiasaan sederhana tersebut, keluarga dapat membantu melindungi anak sekaligus memutus rantai penularan influenza di lingkungan rumah dan sekolah.