
BRTV.co.id — Kimchi bukan sekadar pelengkap makanan khas Korea Selatan. Sayuran yang difermentasi ini telah menjadi bagian penting dari pola makan masyarakat Korea dan kini semakin populer di berbagai negara.
Tak sedikit yang mengaitkan kebiasaan makan kimchi dengan tubuh tetap langsing dan kesehatan yang terjaga. Lantas, benarkah kimchi bisa menjadi salah satu rahasia awet muda dan menjaga berat badan?
Kaya serat dan hasil fermentasi
Kimchi umumnya dibuat dari sawi putih atau sayuran lain yang difermentasi bersama bumbu seperti cabai, bawang putih, jahe, dan garam. Proses fermentasi menghasilkan berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri asam laktat.
Kandungan serat dari sayuran membuat kimchi dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan pencernaan. Sementara itu, makanan fermentasi yang masih mengandung mikroorganisme hidup berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan saluran cerna.
Benarkah bisa membantu tubuh tetap langsing?
Penelitian mengenai hubungan kimchi dengan berat badan memang menarik. Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi kimchi dan beberapa indikator kesehatan metabolik.
Konsumsi kimchi juga dalam beberapa penelitian dikaitkan dengan kemungkinan memiliki berat badan dalam rentang normal. Namun, jumlah penelitian intervensi yang tersedia masih terbatas sehingga hasil tersebut perlu ditafsirkan secara hati-hati.
Artinya, kimchi bukan makanan ajaib yang otomatis membuat seseorang langsing. Berat badan tetap dipengaruhi oleh keseluruhan pola makan, aktivitas fisik, tidur, serta berbagai faktor individu lainnya.
Lalu, apa hubungannya dengan “awet muda”?
Istilah “awet muda” sebaiknya tidak dipahami sebagai kemampuan kimchi untuk menghentikan proses penuaan.
Sejumlah penelitian mengenai makanan fermentasi membahas potensi aktivitas antioksidan dan antiinflamasi serta berbagai efek biologis lain yang mungkin berkaitan dengan kesehatan dalam jangka panjang. Namun, bukti yang ada belum cukup untuk menyimpulkan bahwa makan kimchi secara langsung membuat seseorang terlihat lebih muda.
Yang lebih tepat, kimchi dapat ditempatkan sebagai salah satu bagian dari pola makan yang kaya sayuran dan makanan fermentasi.
Jangan lupa kandungan garam
Di balik berbagai potensinya, kimchi juga memiliki hal yang perlu diperhatikan, yaitu natrium.
Kimchi dibuat melalui proses penggaraman sehingga beberapa produk dapat mengandung natrium cukup tinggi. Karena itu, konsumsi kimchi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Mengonsumsi kimchi dalam jumlah wajar lebih bijak daripada menganggap semakin banyak kimchi berarti semakin sehat.
Jadi, apa rahasia orang Korea?
Jika kimchi disebut sebagai salah satu bagian dari pola makan masyarakat Korea, hal tersebut memang memiliki dasar. Namun, menjadikannya sebagai satu-satunya rahasia tubuh langsing dan awet muda tentu terlalu menyederhanakan persoalan.
Kimchi menyediakan sayuran, serat, dan hasil fermentasi yang berpotensi mendukung kesehatan. Namun, manfaat tersebut sebaiknya dilihat sebagai bagian dari pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan, bukan sebagai obat untuk menurunkan berat badan atau memperlambat penuaan.
Kesimpulannya: kimchi dapat menjadi bagian dari menu sehat, tetapi rahasia tubuh sehat tidak terletak pada satu makanan. Pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan gaya hidup sehat tetap menjadi fondasi utama.







