
Jakarta – Olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk memelihara fungsi jantung. Namun, aktivitas fisik yang dilakukan terlalu berat tanpa memperhatikan kemampuan tubuh justru dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Meningkatkan intensitas latihan memang dapat membantu membangun kekuatan dan daya tahan tubuh. Meski begitu, proses tersebut perlu dilakukan secara bertahap. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, termasuk jantung, otot, dan persendian.
Spesialis jantung dari Yashoda Medicity, India, dr Manish Aggarwal, mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi tubuh ketika seseorang meningkatkan intensitas olahraga. Latihan berat seperti maraton, high-intensity interval training (HIIT), bersepeda jarak jauh, dan latihan di pusat kebugaran perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Tanda Tubuh Mengalami Kelelahan akibat Olahraga Berlebihan
Olahraga yang terlalu intens tanpa waktu pemulihan memadai dapat membuat tubuh mengalami kelelahan. Kondisi ini bisa terlihat melalui sejumlah perubahan, seperti:
- Kelelahan berlebihan, meskipun sudah beristirahat.
- Performa olahraga menurun, sehingga aktivitas yang biasanya mudah terasa lebih berat.
- Gangguan tidur, termasuk kesulitan untuk tidur dengan nyaman.
- Denyut jantung saat istirahat meningkat dibandingkan biasanya.
- Nyeri otot berkepanjangan yang tidak kunjung membaik.
- Penurunan kemampuan berolahraga secara mendadak.
Tanda-tanda tersebut perlu diperhatikan karena bisa menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.
Gejala yang Perlu Diwaspadai saat Berolahraga
Selain kelelahan, terdapat beberapa gejala yang tidak boleh diabaikan ketika melakukan aktivitas fisik. Nyeri dada, sesak napas yang tidak biasa, pusing, hingga pingsan merupakan tanda yang membutuhkan perhatian medis segera.
Detak jantung yang terasa sangat cepat atau tidak teratur juga perlu diperiksa, terutama jika disertai keluhan lain.
Apabila gejala tersebut muncul saat berolahraga, segera hentikan aktivitas dan cari pertolongan medis. Jangan memaksakan diri untuk melanjutkan latihan.
Berapa Lama Durasi Olahraga yang Dianjurkan?
Menurut penjelasan dr Manish Aggarwal, sebagian besar orang dewasa dapat menjadikan 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas berat setiap minggu sebagai titik awal. Latihan penguatan otot juga dianjurkan setidaknya dua hari dalam seminggu.
Namun, durasi tersebut perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, tingkat kebugaran, serta kemampuan tubuh untuk pulih.
Olahraga tidak harus selalu dilakukan dengan intensitas tinggi. Aktivitas fisik yang teratur dan sesuai kemampuan tetap dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.
Tips Menjaga Tubuh Tetap Aman saat Berolahraga
Agar olahraga tetap memberikan manfaat, peningkatan intensitas sebaiknya dilakukan secara bertahap. Selain itu, tubuh perlu mendapatkan waktu istirahat yang cukup di antara sesi latihan.
Memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi serta menjaga kualitas tidur juga menjadi bagian penting dari proses pemulihan.
Dengan mengenali batas kemampuan tubuh, aktivitas olahraga dapat dilakukan secara lebih aman dan berkelanjutan. Informasi kesehatan lainnya dapat dibaca melalui brtv.co.id.







