
Ketika membicarakan destinasi wisata di Jepang, nama Tokyo, Kyoto, Osaka, hingga Hokkaido mungkin langsung terlintas. Namun, Jepang masih menyimpan banyak tempat menarik yang belum terlalu ramai wisatawan.
Salah satunya adalah Shikoku, pulau yang menawarkan perpaduan alam spektakuler, kota-kota kecil yang tenang, budaya tradisional, hingga jalur ziarah bersejarah.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi Jepang yang lebih tenang dan jauh dari keramaian kota besar, Shikoku bisa menjadi destinasi yang menarik untuk dimasukkan ke dalam daftar perjalanan.
Mengenal Shikoku, pulau yang punya pesona berbeda
Shikoku merupakan salah satu dari empat pulau utama Jepang, bersama Honshu, Hokkaido, dan Kyushu.
Pulau ini terdiri dari empat prefektur, yaitu Tokushima, Kagawa, Ehime, dan Kochi.
Dibandingkan destinasi Jepang yang lebih populer, Shikoku menawarkan suasana yang relatif lebih santai. Pegunungan, sungai, lembah, pantai, dan desa-desa tradisional menjadi bagian dari lanskapnya.
Keindahan alam tersebut membuat perjalanan ke Shikoku terasa berbeda. Bukan hanya tentang mengunjungi tempat wisata, tetapi juga menikmati perjalanan dan suasana Jepang yang lebih dekat dengan alam.
Lembah Iya, surga tersembunyi di tengah pegunungan
Salah satu tempat yang paling menarik di Shikoku adalah Lembah Iya di Prefektur Tokushima.
Wilayah ini terkenal dengan pegunungan hijau, lembah yang dalam, sungai yang jernih, serta jalan berkelok yang menawarkan pemandangan alam dari berbagai sudut.
Di kawasan ini terdapat jembatan tradisional yang terbuat dari tanaman merambat. Jembatan tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata yang memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Bagi pencinta alam dan wisata petualangan, Iya Valley menawarkan suasana yang sulit ditemukan di pusat kota Jepang.
Shimanami Kaido, perjalanan dengan pemandangan laut
Bagi wisatawan yang suka bersepeda, Shimanami Kaido merupakan salah satu pengalaman yang tidak boleh dilewatkan.
Rute ini menghubungkan Pulau Shikoku dengan wilayah Honshu melalui sejumlah pulau di Laut Pedalaman Seto. Jalurnya terkenal sebagai salah satu rute bersepeda populer di Jepang.
Sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menikmati pemandangan laut, pulau-pulau kecil, jembatan besar, serta permukiman di kawasan pesisir.
Berbeda dengan wisata kota yang padat, perjalanan melalui Shimanami Kaido memberikan kesempatan untuk menikmati Jepang dari perspektif yang lebih santai.
Naoshima dan seni di Laut Pedalaman Seto
Di sekitar Shikoku dan Laut Pedalaman Seto terdapat sejumlah pulau seni yang menarik perhatian wisatawan.
Naoshima dikenal karena berbagai museum seni, instalasi modern, dan karya seni yang menyatu dengan lingkungan pulau.
Perpaduan antara seni kontemporer dan lanskap pesisir membuat kawasan ini terasa unik. Wisatawan bisa menghabiskan waktu menjelajahi galeri dan museum sekaligus menikmati suasana pulau yang tenang.
Dogo Onsen, menikmati pemandian air panas tradisional
Beranjak ke Prefektur Ehime, wisatawan dapat menemukan Dogo Onsen, salah satu kawasan pemandian air panas terkenal di Jepang.
Bangunan pemandian bersejarah dan suasana kota onsen memberikan pengalaman budaya yang berbeda.
Menikmati onsen setelah seharian menjelajahi alam bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Ziarah 88 kuil yang terkenal di Shikoku
Shikoku juga memiliki warisan budaya dan spiritual yang sangat kuat.
Pulau ini terkenal dengan Shikoku Henro, perjalanan ziarah yang menghubungkan 88 kuil yang berkaitan dengan Kobo Daishi, tokoh penting dalam sejarah Buddhisme Jepang.
Rute ziarah tersebut membentang di empat prefektur dan telah menjadi bagian penting dari identitas budaya Shikoku.
Tidak semua wisatawan harus berjalan kaki sepanjang rute. Namun, mengetahui sejarahnya dapat membuat perjalanan ke Shikoku terasa lebih bermakna.
Kochi, perpaduan kota, kastel, dan alam
Prefektur Kochi berada di bagian selatan Shikoku dan memiliki karakter yang berbeda.
Salah satu daya tariknya adalah Kochi Castle, kastel bersejarah yang menjadi salah satu simbol kota.
Selain sejarah, Kochi juga dikenal dengan pesisir dan kawasan alamnya. Suasana kota yang lebih tenang dibandingkan destinasi metropolitan Jepang membuatnya menarik untuk wisatawan yang ingin memperlambat ritme perjalanan.
Kagawa dan kuliner udon yang terkenal
Perjalanan ke Shikoku tentu belum lengkap tanpa mencicipi kuliner lokal.
Prefektur Kagawa terkenal sebagai salah satu pusat Sanuki udon, mi Jepang dengan tekstur kenyal yang menjadi makanan khas daerah tersebut.
Udon dapat ditemukan dalam berbagai variasi, mulai dari kuah sederhana hingga sajian dengan topping yang beragam.
Menikmati semangkuk udon di kedai lokal menjadi salah satu cara sederhana untuk merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Shikoku.
Kapan waktu terbaik mengunjungi Shikoku?
Shikoku dapat dikunjungi sepanjang tahun, tetapi setiap musim menawarkan pengalaman berbeda.
Musim semi cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati bunga sakura dan cuaca yang relatif nyaman untuk berjalan-jalan.
Musim panas menawarkan kesempatan menikmati pantai dan aktivitas luar ruangan, meski cuacanya bisa cukup panas dan lembap.
Musim gugur menjadi salah satu waktu menarik untuk menikmati perubahan warna dedaunan di kawasan pegunungan.
Sementara itu, musim dingin dapat menghadirkan suasana yang lebih sepi di sejumlah kawasan dan udara yang lebih dingin, terutama di daerah pegunungan.
Mengapa Shikoku layak masuk daftar perjalanan?
Shikoku mungkin belum sepopuler Tokyo atau Kyoto, tetapi justru di situlah daya tariknya.
Pulau ini menawarkan kombinasi alam, budaya, sejarah, kuliner, dan kehidupan lokal yang membuat perjalanan terasa lebih autentik.
Wisatawan dapat menjelajahi lembah pegunungan pada pagi hari, menikmati kuliner lokal, mengunjungi kuil bersejarah, kemudian bersantai di onsen pada sore atau malam hari.
Bagi mereka yang ingin melihat sisi Jepang yang lebih tenang dan tidak hanya berfokus pada destinasi wisata mainstream, Shikoku bisa menjadi hidden gem yang layak dijelajahi.
Dengan lanskap alam yang menakjubkan dan budaya yang kuat, perjalanan ke Shikoku bukan sekadar liburan, tetapi juga kesempatan untuk mengenal sisi Jepang yang mungkin belum pernah Anda lihat sebelumnya. :::







