BRTV

Sopan Santun Berbicara ala Rasulullah SAW, Cerminan Iman yang Perlu Diteladani

Jakarta – Sopan santun dalam berbicara menjadi salah satu ajaran penting yang diwariskan Rasulullah Muhammad SAW kepada umatnya. Beliau mencontohkan bagaimana komunikasi yang baik tidak hanya memengaruhi hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi cerminan keimanan seseorang.

Sopan Santun Berbicara ala Rasulullah
foto : ilustrasi

Rasulullah SAW dikenal selalu berbicara dengan kata-kata lembut, menenangkan hati, serta jauh dari ucapan kotor, celaan, atau hinaan. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT: “Dan ucapkanlah kepada manusia perkataan yang baik” (QS. Al-Baqarah: 83).

Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Nabi menegaskan, “Orang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, berkata keji, atau berkata kotor.”

Salah satu adab yang selalu dijaga Rasulullah SAW adalah mengawali percakapan dengan salam. Salam bukan sekadar sapaan, tetapi doa dan bentuk penghormatan kepada lawan bicara. “Sebarkanlah salam di antara kalian,” sabda beliau sebagaimana diriwayatkan Muslim.

Adab berbicara lainnya adalah mendengarkan lawan bicara hingga selesai tanpa memotong pembicaraan. Anas bin Malik r.a. meriwayatkan, “Jika seseorang berbicara kepada Nabi, beliau mendengarkannya sampai orang itu selesai, meskipun pembicaraannya panjang” (HR. Abu Dawud).

Rasulullah SAW juga menghindari berbicara dengan suara keras kecuali dalam keadaan darurat. Pesan ini tercermin dalam firman Allah SWT: “Dan rendahkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai” (QS. Luqman: 19).

Selain itu, beliau senantiasa menggunakan bahasa yang jelas, teratur, dan mudah dipahami oleh semua pendengar. Dalam hadis riwayat Abu Dawud disebutkan, “Rasulullah SAW berbicara dengan kata-kata yang jelas sehingga dapat dipahami oleh semua orang yang mendengarnya.”

Secara keseluruhan, teladan Rasulullah SAW dalam berbicara mencakup lima prinsip utama: berbicara dengan lembut, memulai dengan salam, mendengarkan dengan sabar, menjaga volume suara, dan memilih kata yang jelas serta baik. Nilai-nilai ini menjadi pedoman bagi setiap muslim untuk menjaga lisan sebagai bagian dari iman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

google-site-verification: google884c333897a2e291.html