Skip to main content

BRTV

Tak Sulit! Ini 5 Cara Memilah Sampah dari Rumah agar Lingkungan Lebih Bersih

Ilustrasi memilah sampah. Foto: Pinterest

Jakarta – Memilah sampah sejak dari rumah menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan ini tidak harus rumit atau membutuhkan banyak peralatan. Dengan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, masyarakat dapat membantu mempermudah proses pengolahan dan daur ulang.

Sampah rumah tangga yang tercampur sering kali menyulitkan proses pengolahan. Padahal, sebagian sampah masih bisa dimanfaatkan kembali jika dipisahkan dengan benar. Karena itu, kebiasaan memilah sampah perlu dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah sendiri.

Selain membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, pemilahan juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

5 Cara Memilah Sampah dari Rumah

1. Pisahkan Sampah Organik dan Anorganik

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik berasal dari bahan alami yang mudah terurai, seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sisa makanan.

Sementara itu, sampah anorganik meliputi berbagai bahan seperti plastik, kaca, kaleng, dan kertas. Pemisahan ini membantu menentukan cara pengolahan yang sesuai untuk setiap jenis sampah.

2. Sediakan Tempat Sampah Terpisah

Agar lebih mudah, siapkan beberapa wadah untuk menampung jenis sampah yang berbeda. Tidak harus membeli tempat sampah baru, masyarakat dapat memanfaatkan wadah bekas yang masih layak digunakan.

Berikan tanda pada setiap wadah agar anggota keluarga tidak keliru saat membuang sampah. Dengan cara ini, kegiatan memilah sampah bisa menjadi kebiasaan sehari-hari.

3. Bersihkan Sampah yang Bisa Didaur Ulang

Kemasan plastik, botol, kaleng, dan wadah makanan tertentu dapat dikumpulkan untuk didaur ulang. Sebelum disimpan, pastikan kemasan tersebut dikosongkan dan dibersihkan sesuai kebutuhan.

Sampah daur ulang yang bersih dan terpisah biasanya lebih mudah ditangani oleh bank sampah atau fasilitas pengolahan. Setelah terkumpul, sampah tersebut dapat disalurkan ke tempat pengumpulan yang menerima jenis material terkait.

4. Olah Sampah Organik Menjadi Kompos

Sampah organik, seperti daun kering dan sisa sayuran, dapat dimanfaatkan menjadi kompos melalui metode pengomposan yang sesuai. Kompos yang dihasilkan bisa digunakan untuk membantu menyuburkan tanaman di halaman atau pot.

Namun, pengolahan perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan bau dan mengundang hama. Jika belum memungkinkan membuat kompos sendiri, sampah organik dapat dipisahkan dan disalurkan ke fasilitas pengolahan yang tersedia.

5. Pisahkan Sampah Residu dan Limbah Khusus

Tidak semua sampah dapat didaur ulang atau diolah menjadi kompos. Sampah residu, seperti tisu kotor dan bahan lain yang tidak diterima fasilitas daur ulang setempat, perlu dipisahkan untuk penanganan lebih lanjut.

Selain itu, baterai bekas, lampu tertentu, obat kedaluwarsa, dan limbah elektronik sebaiknya tidak dicampur dengan sampah rumah tangga biasa. Cari tahu lokasi pengumpulan khusus agar limbah tersebut dapat ditangani dengan aman.

Membiasakan Pilah Sampah dari Rumah

Memilah sampah tidak harus dilakukan sekaligus dalam skala besar. Masyarakat bisa memulainya dengan menyediakan wadah terpisah, mengenali jenis sampah, dan membiasakan seluruh anggota keluarga mengikuti aturan yang sama.

Kebiasaan sederhana ini dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara konsisten. Sampah yang masih memiliki nilai guna bisa dimanfaatkan kembali, sedangkan sampah yang tidak dapat diolah dapat ditangani sesuai jenisnya.

Dengan demikian, memilah sampah dari rumah bukan hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

brtv.co.id