Skip to main content

BRTV

Veda Ega Pratama Bidik Podium di Moto3 Qatar 2026, Modal Kuat Usai Sukses di Malaysia

foto sumber: pinterest

BRTV – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, membidik hasil terbaik dalam ajang Moto3 Grand Prix Qatar 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Lusail, 6–8 November 2026.

Pembalap Honda Team Asia tersebut datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil finis di posisi kedua pada Moto3 Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026).

Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Veda yang tengah menjalani musim debutnya di kelas Moto3. Podium di Malaysia juga menjadi modal berharga untuk kembali bersaing dengan para pembalap papan atas dunia.

Veda mengaku memiliki pengalaman positif saat berlaga di Sirkuit Lusail. Ketika mengikuti Asia Talent Cup 2023, ia bahkan berhasil meraih dua kemenangan di sirkuit tersebut.

Pengalaman itu membuat pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, semakin optimistis menghadapi persaingan di Qatar.

Kepercayaan Diri Meningkat Usai Podium Malaysia

Keberhasilan meraih posisi kedua di Malaysia memberikan tambahan motivasi bagi Veda untuk mempertahankan performanya.

Ia mengungkapkan bahwa hasil positif di Sepang tidak terlepas dari evaluasi terhadap kesalahan pada balapan sebelumnya. Veda berusaha tampil lebih tenang, menjaga konsentrasi, serta mengendalikan kondisi ban agar tetap kompetitif hingga akhir perlombaan.

Meski demikian, Veda menyadari setiap sirkuit memiliki karakter berbeda. Oleh karena itu, dirinya bersama tim perlu bekerja keras untuk menemukan pengaturan motor yang sesuai dengan kondisi lintasan Lusail.

Honda Team Asia Optimistis Veda Raih Hasil Positif

Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, turut menyampaikan optimisme terhadap peluang Veda di GP Qatar.

Menurut Aoyama, pengalaman Veda dan rekan setimnya, Zen Mitani, di Sirkuit Lusail menjadi modal penting untuk menghadapi seri kali ini.

Namun, karakter lintasan yang berada di kawasan gurun juga menghadirkan tantangan tersendiri. Kondisi angin dan tingkat cengkeraman aspal dapat berubah sehingga pembalap harus mampu beradaptasi dengan cepat.

Tim Honda Team Asia berharap dapat mempertahankan momentum positif setelah hasil menjanjikan di seri sebelumnya.