Skip to main content

BRTV

Viral di TikTok, Benarkah Menjepit Alis dengan Jepit Rambut Bisa Redakan Sakit Kepala?

Ilustrasi sakit kepala. Foto: Pinterest

Media sosial kembali diramaikan oleh sebuah trik sederhana yang diklaim dapat membantu meredakan sakit kepala, khususnya migrain.

Dalam sejumlah video yang beredar di TikTok, pengguna terlihat memasang jepit rambut model capit atau claw clip pada bagian alis. Cara yang sekilas terlihat tidak biasa itu disebut-sebut mampu mengurangi rasa nyeri di kepala dalam waktu singkat.

Tren tersebut menarik perhatian karena menggunakan benda yang mudah ditemukan di rumah. Namun, muncul pertanyaan: apakah menjepit alis benar-benar bisa menghilangkan sakit kepala?

Bukan Sekadar Tren, Ada Alasan Secara Anatomi

Area sekitar alis memiliki banyak jaringan saraf. Salah satunya adalah saraf supraorbital, yang merupakan cabang dari saraf trigeminal dan berperan membawa sensasi dari bagian dahi, kulit kepala, serta area kelopak mata bagian atas.

Ketika jepit rambut memberikan tekanan pada bagian tersebut, seseorang bisa merasakan sensasi tekanan yang berbeda dari rasa sakit yang sebelumnya muncul.

Menurut dokter, mekanisme tersebut secara sederhana dapat dipahami sebagai perubahan rangsangan yang diterima saraf. Ketika sebelumnya saraf membawa sinyal nyeri, tekanan mekanis dari luar dapat memberikan sensasi lain pada area yang sama.

Meski demikian, penjelasan tersebut tidak berarti jepit rambut merupakan obat untuk migrain.

Belum Ada Bukti Jepit Rambut Menyembuhkan Migrain

Para ahli mengingatkan bahwa sampai saat ini belum ada penelitian khusus yang membuktikan penggunaan claw clip pada alis sebagai metode pengobatan migrain.

Dengan kata lain, pengalaman seseorang yang merasa sakit kepalanya berkurang setelah menggunakan jepit rambut belum dapat dijadikan bukti bahwa metode tersebut efektif untuk semua orang.

Migrain sendiri merupakan gangguan sakit kepala yang dapat menimbulkan nyeri berdenyut, sering kali pada salah satu sisi kepala. Serangannya dapat berlangsung selama beberapa jam hingga berhari-hari dan pada sebagian orang disertai sensitivitas terhadap cahaya, suara, atau aktivitas fisik.

Karena penyebab dan pemicu migrain cukup kompleks, memberikan tekanan pada satu bagian wajah tidak serta-merta mengatasi penyebab utamanya.

Lantas, Mengapa Ada yang Merasa Lebih Baik?

Sensasi tekanan pada wajah sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya asing dalam upaya mengurangi rasa tidak nyaman di kepala.

Pijatan ringan atau tekanan pada beberapa bagian wajah memang kerap digunakan sebagai teknik komplementer untuk membantu meredakan ketegangan atau tekanan sinus. Area di sekitar alis dan dahi, misalnya, dapat dipijat dengan tekanan sangat ringan ketika mengalami tekanan sinus.

Namun, teknik tersebut berbeda dengan memasang jepit rambut secara kuat pada alis.

Karena itu, rasa lega yang dialami sebagian pengguna TikTok bisa saja berkaitan dengan perubahan rangsangan pada saraf, efek relaksasi, atau respons individual terhadap tekanan. Efeknya pun belum tentu sama pada setiap orang.

Hati-Hati, Jangan Sampai Terlalu Kencang

Meski terlihat sederhana, memasang jepit di sekitar alis bukan berarti bebas risiko.

Area tersebut berdekatan dengan mata dan memiliki jaringan yang sensitif. Tekanan yang terlalu kuat dapat menyebabkan rasa nyeri, iritasi kulit, memar, kesemutan, atau bahkan membuat sakit kepala semakin terasa.

Tekanan berlebihan pada area alis juga berpotensi mengiritasi atau menekan cabang saraf di sekitar dahi dan mata. Posisi jepit yang terlalu dekat dengan mata dapat mengganggu kenyamanan kelopak mata.

Karena itu, jika seseorang tetap ingin mencoba trik tersebut, tekanan sebaiknya tidak sampai menimbulkan rasa sakit. Jangan menempatkan jepit terlalu dekat dengan bola mata dan segera lepaskan jika muncul rasa nyeri, kebas, kesemutan, atau gangguan pada mata.

Jangan Jadikan TikTok sebagai Pengganti Pengobatan

Tren kesehatan di media sosial memang menarik karena menawarkan solusi yang terlihat praktis. Namun, pengalaman satu orang tidak otomatis menjadi bukti medis.

Untuk sakit kepala ringan, beristirahat di ruangan yang tenang dan gelap, menjaga tubuh tetap terhidrasi, serta menggunakan kompres dingin atau hangat dapat menjadi beberapa cara yang membantu sebagian orang merasa lebih nyaman.

Jika sakit kepala muncul berulang kali, terasa semakin berat, berlangsung lama, atau berbeda dari biasanya, pemeriksaan medis tetap lebih penting daripada mengandalkan trik viral.

Jadi, benarkah menjepit alis dengan jepit rambut bisa meredakan sakit kepala?

Jawabannya belum bisa disebut sebagai fakta medis. Tekanan pada area alis mungkin memberikan sensasi yang membuat sebagian orang merasa nyerinya berkurang, tetapi belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk menjadikannya terapi migrain.

Trik TikTok tersebut boleh saja menarik untuk dibahas, tetapi sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti penanganan sakit kepala yang telah terbukti secara medis.