Skip to main content

BRTV

Wajib Tahu! Ini Dampak Abu Vulkanik bagi Kesehatan

Ilustrasi orang terkena paparan abu vulkanik. Foto. Pinterest

Erupsi gunung api tidak hanya menimbulkan ancaman dari lava maupun awan panas. Abu vulkanik yang tersebar ke berbagai wilayah juga dapat memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Abu vulkanik terdiri dari partikel batuan dan mineral berukuran sangat kecil. Ketika terhirup atau mengenai bagian tubuh tertentu, material tersebut dapat menyebabkan gangguan, terutama pada sistem pernapasan dan mata.

Mengganggu Sistem Pernapasan

Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Seseorang yang menghirup abu dalam jumlah tertentu dapat mengalami batuk, tenggorokan terasa mengganjal, hidung berair, hingga sesak atau kesulitan bernapas.

Risiko gangguan pernapasan dapat lebih besar pada orang yang memiliki penyakit paru atau kondisi kesehatan tertentu. Anak-anak dan kelompok rentan juga perlu mendapatkan perhatian lebih saat terjadi hujan abu.

Dapat Mengiritasi Mata

Selain masuk melalui saluran pernapasan, partikel abu dapat menempel pada permukaan mata. Kondisi ini bisa menyebabkan mata merah, berair, gatal, atau terasa perih.

Mengucek mata saat terdapat partikel abu justru dapat memperburuk iritasi. Karena itu, mata sebaiknya dibersihkan dengan cara yang aman dan tidak digosok.

Dampak pada Kulit

Abu vulkanik juga dapat menempel pada kulit. Pada sebagian orang, paparan tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau iritasi, terlebih apabila kulit dalam kondisi sensitif.

Membersihkan tubuh setelah terkena abu menjadi langkah penting untuk mengurangi paparan. Pakaian yang terkena abu juga sebaiknya segera dibersihkan.

Gunakan Perlindungan Saat Hujan Abu

Ketika abu vulkanik mulai menyebar, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi jumlah partikel yang terhirup.

Perlindungan mata juga perlu diperhatikan. Kacamata dapat membantu mencegah abu masuk langsung ke mata.

Selain itu, pintu dan jendela rumah dapat ditutup sementara untuk mengurangi masuknya abu ke dalam ruangan.

Kelompok Rentan Perlu Lebih Berhati-hati

Orang dengan gangguan pernapasan, anak-anak, lansia, serta kelompok dengan kondisi kesehatan tertentu perlu lebih berhati-hati ketika terjadi paparan abu vulkanik.

Jika muncul keluhan kesehatan yang berat atau tidak kunjung membaik, masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Tetap Ikuti Informasi Resmi

Dampak abu vulkanik dapat berbeda bergantung pada jenis material, konsentrasi abu, durasi paparan, serta kondisi lingkungan. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memperhatikan informasi resmi dari pihak berwenang mengenai perkembangan erupsi dan wilayah yang berpotensi terdampak.

Dengan mengambil langkah perlindungan sejak awal, risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik dapat diminimalkan.