BRTV

Fenomena Bediding di Pulau Jawa Berlangsung Selama Puncak Musim Kemarau

Embun es Dieng. Pinterest

Fenomena bediding kembali terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa seiring memasuki puncak musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, bediding merupakan kondisi ketika suhu udara terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. Di kawasan pegunungan seperti Dieng dapat menyentuh 0°C–9°C yang dapat memicu kemunculan embun es.

Fenomena bediding terjadi akibat proses pendinginan permukaan bumi pada malam hari ketika langit cerah dan tutupan awan sangat sedikit. Kondisi tersebut membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer sehingga suhu udara menurun. Musim kemarau yang kering, termasuk yang dipengaruhi fenomena El Nino, dapat membuat penurunan suhu terasa lebih signifikan di sejumlah wilayah.

Suhu udara yang lebih dingin tidak hanya mempengaruhi aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan. Anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan menjadi kelompok yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, pilek, kekambuhan asma, hingga penurunan daya tahan tubuh akibat paparan udara dingin.

Untuk mengurangi dampaknya, masyarakat diimbau mengenakan pakaian yang hangat, terutama saat beraktivitas pada malam dan pagi hari. Konsumsi makanan bergizi, minuman hangat, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga dianjurkan untuk membantu menjaga kondisi fisik selama cuaca dingin.

Selain itu, masyarakat disarankan tetap rutin berolahraga ringan untuk membantu menjaga kebugaran dan melancarkan sirkulasi darah selama fenomena bediding berlangsung. Masyarakat juga dianjurkan mencukupi waktu istirahat serta menghindari paparan udara dingin dalam waktu yang terlalu lama, terutama pada malam hingga pagi hari.