
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peresmian hasil renovasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Stasiun Semarang Tawang dirancang oleh arsitek Belanda pada 1911 dan mulai beroperasi pada tahun 1914.
“Izin menjelaskan Pak Presiden, stasiun ini beroperasi dari 1914, ini adalah jalur kereta pertama. Nah, kami dalam program sekarang ini, kita kembalikan lagi ke bentuk asalnya,” ucap Direktur KAI Bobby Rasyidin.
Proses renovasi yang dibagi menjadi dua tahap, merupakan upaya pemerintah dalam melestarikan bangunan bersejarah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kereta api. Pekerjaan renovasi tahap pertama dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) DAOP 4 Semarang selama sekitar 240 hari, mulai Mei hingga Desember 2025. Renovasi ini berfokus pada pemulihan tampilan depan atau fasad asli stasiun.
“Kita ada dua tahap, Pak, renovasi ini, revitalisasi ini. Yang pertama itu adalah bagian depannya dulu, Pak. Ini sudah kita kembalikan ke bentuk awalnya Pak,” Jelas Bobby.
Seiring perkembangan Kota Semarang, Stasiun Semarang Tawang terus menjadi salah satu simpul transportasi penting yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Jawa. Namun, letaknya di kawasan pesisir membuat stasiun ini menghadapi persoalan genangan dan banjir rob.
“Ini kemarin sebelum kita pugar, Pak, ini berkali-kali tiap tahun kena banjir,” sambungnya.
Melalui renovasi tersebut, pemerintah berharap nilai sejarah dan karakter arsitektur Stasiun Semarang Tawang tetap terjaga tanpa mengabaikan kebutuhan pelayanan transportasi modern. Pemugaran ini juga diharapkan dapat memperkuat fungsi stasiun sebagai fasilitas publik sekaligus warisan budaya yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan perkeretaapian Indonesia.







