Skip to main content

BRTV

Nyeri Dada: Bagaimana Membedakan Asam Lambung dan Gangguan Jantung?

Ilustrasi. Foto: Pinterest

Rasa sakit atau tidak nyaman di dada kerap membuat orang mengira dirinya mengalami masalah lambung. Terlebih jika keluhan muncul setelah makan dan terasa seperti panas atau terbakar.

Namun, nyeri dada tidak selalu berkaitan dengan asam lambung. Gangguan pada jantung, termasuk serangan jantung, juga dapat menimbulkan gejala yang sekilas menyerupai gangguan pencernaan.

Karena itu, mengenali karakteristik keluhan menjadi hal penting. Meski demikian, gejala saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya.

Ciri yang Sering Muncul pada Asam Lambung

Naiknya isi lambung menuju kerongkongan, yang dikenal sebagai gastroesophageal reflux atau GER, dapat menimbulkan sensasi panas di bagian tengah dada. Jika kondisi tersebut terjadi berulang dan menimbulkan gangguan, seseorang dapat mengalami GERD.

Keluhan biasanya terasa setelah makan. Pada sebagian orang, rasa tidak nyaman dapat semakin kuat ketika berbaring atau membungkukkan badan.

Selain rasa terbakar di dada, seseorang dapat merasakan rasa asam atau pahit di mulut. Isi lambung juga bisa terasa kembali naik menuju tenggorokan.

Gejala lain yang mungkin menyertai GERD antara lain mual, kesulitan menelan, batuk yang berlangsung lama, serta suara menjadi serak.

Waspadai Nyeri yang Berkaitan dengan Jantung

Masalah jantung juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di bagian tengah dada. Sensasinya tidak selalu berupa rasa sakit yang tajam.

Keluhan dapat dirasakan sebagai tekanan, dada terasa penuh, tertindih, sesak, atau nyeri. Gejala tersebut dapat berlangsung selama beberapa menit dan kemudian mereda sebelum muncul kembali.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penyebaran rasa tidak nyaman. Keluhan yang berkaitan dengan jantung dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, bahkan bagian atas perut.

Serangan jantung juga dapat disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, tubuh terasa lemas, atau kelelahan yang tidak biasa.

Pada sebagian orang, terutama perempuan, tanda-tandanya dapat lebih samar. Serangan jantung pun tidak selalu diawali rasa sakit yang sangat kuat atau muncul secara mendadak.

Perbedaan yang Bisa Menjadi Petunjuk Awal

Secara umum, beberapa karakteristik dapat membantu memberikan gambaran awal mengenai kedua kondisi tersebut.

Keluhan yang lebih mengarah pada asam lambung:

  • Dada terasa panas atau terbakar.
  • Keluhan sering muncul setelah makan.
  • Gejala dapat memburuk saat berbaring atau membungkuk.
  • Mulut terasa asam atau pahit.
  • Cairan atau makanan terasa naik kembali ke tenggorokan.

Keluhan yang perlu dicurigai berkaitan dengan jantung:

  • Dada terasa ditekan, penuh, sesak, atau nyeri.
  • Rasa tidak nyaman dapat menyebar ke lengan, bahu, punggung, leher, atau rahang.
  • Disertai kesulitan bernapas.
  • Muncul keringat dingin, mual, pusing, atau kelelahan yang tidak biasa.
  • Keluhan dapat berlangsung beberapa menit, mereda, lalu kembali muncul.

Meski terdapat perbedaan tersebut, gejala-gejala di atas tidak dapat digunakan sebagai alat diagnosis mandiri. Sensasi akibat heartburn dan serangan jantung memang dapat terasa sangat mirip.

Jangan Menganggap Semua Nyeri Dada sebagai Asam Lambung

Menganggap setiap rasa panas atau nyeri di dada sebagai gangguan lambung dapat berisiko, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung.

Jika rasa nyeri atau tekanan di dada terasa berbeda dari biasanya, berlangsung selama beberapa menit, berulang, atau disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, maupun nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain, pertolongan medis perlu segera dicari.

Dalam kondisi yang dicurigai sebagai serangan jantung, kecepatan mendapatkan penanganan sangat penting karena dapat memengaruhi tingkat kerusakan pada jantung.

Pemeriksaan Dokter Tetap Diperlukan

Nyeri dada tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit jantung. Sebaliknya, sensasi panas di dada juga tidak selalu disebabkan oleh asam lambung.

Untuk mengetahui penyebabnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan dan tes medis yang sesuai dengan kondisi pasien. Pemeriksaan diperlukan terutama ketika gejala berulang, menetap, atau menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan.

Jika keluhan yang menyerupai GERD terus muncul dan tidak membaik setelah perubahan pola hidup atau penggunaan obat bebas, pemeriksaan medis juga sebaiknya dilakukan. Dengan demikian, jangan hanya mengandalkan lokasi atau sensasi nyeri untuk menentukan penyebabnya. Ketika nyeri dada terasa tidak biasa atau disertai tanda bahaya, lebih baik segera mendapatkan pemeriksaan daripada menganggapnya sebagai masalah asam lambung.