
Sekitar 170 pendaki Gunung Semeru, Jawa Timur, harus dievakuasi menyusul kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan jalur pendakian. Para pendaki sebelumnya berada di Ranu Kumbolo ketika kebakaran muncul di Blok Ranu Kembang.
Petugas mengambil langkah evakuasi sebagai tindakan pencegahan karena api dikhawatirkan meluas dan mendekati kawasan tempat para pendaki berada. Tim gabungan kemudian bergerak menuju Ranu Kumbolo untuk mengawal proses penurunan para pendaki.
Seluruh Pendaki Dipastikan Aman
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyatakan seluruh pendaki dalam kondisi baik. Mereka secara bertahap turun dari kawasan Ranu Kumbolo dengan mendapat pendampingan dari Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST).
Petugas TNBTS bersama para pemandu juga bersiaga di jalur menuju Ranu Pani. Mereka melakukan pemantauan sekaligus mengantisipasi apabila pendaki mengalami kendala selama perjalanan turun.
Kebakaran Terjadi di Blok Ranu Kembang
Kebakaran diketahui melanda kawasan Blok Ranu Kembang pada Rabu, 26 Agustus 2026. Lokasi tersebut berada di bagian atas dari kawasan Ranu Kumbolo.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa posisi titik kebakaran membuat petugas harus mengantisipasi kemungkinan api bergerak menuju Ranu Kumbolo. Karena itu, evakuasi pendaki dilakukan untuk mengurangi risiko apabila kondisi kebakaran memburuk.
Medan Menyulitkan Proses Pemadaman
Upaya pemadaman api menghadapi tantangan karena lokasi kebakaran berada di kawasan dengan medan yang terjal dan curam. Kondisi geografis tersebut membuat petugas tidak dapat dengan mudah menjangkau seluruh titik api melalui jalur darat.
Selain penyisiran oleh tim di lapangan, pemadaman melalui udara atau metode water bombing menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk menjangkau area yang sulit diakses.
Jalur Pendakian Ditutup Total
Sebagai langkah keselamatan, Balai Besar TNBTS menutup seluruh jalur pendakian Gunung Semeru sejak kebakaran terjadi. Penutupan tersebut berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Kebijakan ini diberlakukan agar proses penanganan kebakaran dapat berlangsung dengan lebih aman sekaligus mencegah pendaki maupun wisatawan memasuki kawasan yang masih berpotensi terdampak api. Untuk saat ini, prioritas petugas adalah memastikan seluruh pendaki berhasil turun dengan selamat serta mengendalikan kebakaran di kawasan Ranu Kembang.







