Skip to main content

BRTV

Cooling Spray Tak Terbukti Atasi Kram, Ini Cara yang Disarankan untuk Pelari

Ilustrasi cooling spray. Foto: Pinterest

Jakarta – Penggunaan cooling spray atau semprotan pendingin kerap menjadi pilihan ketika pelari mengalami kram otot saat berolahraga. Produk ini dianggap dapat membantu mengatasi rasa sakit secara cepat. Namun, cooling spray tidak serta-merta menghilangkan kram yang terjadi pada otot.

Kram otot merupakan kondisi ketika otot berkontraksi secara tiba-tiba tanpa disengaja dan menimbulkan rasa nyeri. Keluhan ini dapat dialami pelari, terutama ketika tubuh mengalami kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.

Karena itu, penanganan kram perlu disesuaikan dengan penyebabnya, bukan hanya berfokus pada mengurangi rasa sakit.

Mengapa Cooling Spray Tidak Cukup untuk Mengatasi Kram?

Cooling spray umumnya memberikan sensasi dingin pada bagian tubuh yang disemprotkan. Efek tersebut dapat membantu mengurangi rasa nyeri sementara, tetapi tidak selalu mengatasi kontraksi otot yang menjadi penyebab kram.

Kram otot dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kelelahan, beban latihan yang berlebihan, kurangnya persiapan fisik, serta gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam kondisi tertentu.

Dengan demikian, penggunaan semprotan pendingin saja belum tentu menyelesaikan masalah. Pelari perlu memahami kondisi tubuh dan melakukan penanganan yang sesuai ketika kram muncul.

Peregangan Jadi Salah Satu Cara Mengatasi Kram

Salah satu langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami kram adalah melakukan peregangan secara perlahan pada otot yang terdampak. Peregangan membantu mengurangi kontraksi otot yang terjadi secara terus-menerus.

Misalnya, ketika kram terjadi pada betis, peregangan dapat dilakukan secara perlahan sesuai kemampuan dan tanpa memaksakan gerakan. Jika rasa sakit tidak mereda atau justru semakin parah, aktivitas sebaiknya dihentikan dan pertolongan medis perlu dipertimbangkan.

Selain peregangan, istirahat yang cukup juga penting agar otot memiliki kesempatan untuk pulih sebelum kembali beraktivitas.

Cara Mencegah Kram saat Berlari    

Untuk mengurangi risiko kram, pelari dapat memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Melakukan pemanasan. Persiapkan tubuh sebelum berlari agar otot siap menghadapi aktivitas fisik.
  2. Mengatur intensitas latihan. Tingkatkan jarak dan intensitas lari secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
  3. Memenuhi kebutuhan cairan. Minum secara cukup sebelum, selama, dan setelah berolahraga sesuai kebutuhan.
  4. Memperhatikan asupan nutrisi. Konsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung kebutuhan energi dan mineral tubuh.
  5. Memberikan waktu istirahat. Hindari memaksakan latihan ketika tubuh belum pulih dari aktivitas sebelumnya.

Pelari juga perlu mengenali batas kemampuan fisiknya. Memaksakan diri untuk terus berlari ketika otot mulai mengalami gangguan dapat meningkatkan risiko cedera.

Jangan Abaikan Kram yang Berulang

Kram yang muncul sesekali dapat berkaitan dengan kelelahan atau beban aktivitas. Namun, kram yang sering berulang, berlangsung lama, atau disertai gejala lain perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Jika kram terjadi saat berlari, sebaiknya hentikan aktivitas terlebih dahulu dan lakukan penanganan yang sesuai. Jangan hanya mengandalkan cooling spray untuk mengatasi keluhan tersebut.

Pada akhirnya, menjaga kondisi fisik, mengatur latihan, memenuhi kebutuhan cairan, dan melakukan peregangan dengan tepat merupakan bagian penting dalam menjaga kenyamanan serta keselamatan saat berlari.

brtv.co.id