
BRTV.CO.ID – Sariawan merupakan masalah kesehatan mulut yang sering dialami banyak orang. Meski umumnya tidak berbahaya, luka kecil di bagian dalam mulut, bibir, gusi, atau lidah ini bisa menimbulkan rasa perih, terutama saat makan, minum, dan berbicara.
Salah satu cara rumahan yang kerap dilakukan untuk meredakan sariawan adalah berkumur menggunakan air garam. Namun, benarkah cara ini efektif mengatasi sariawan, atau hanya sekadar mitos?
Berdasarkan panduan perawatan dari Mayo Clinic dan National Health Service (NHS) Inggris, berkumur menggunakan larutan air garam hangat dapat membantu meredakan ketidaknyamanan akibat sariawan. Meski demikian, air garam bukan obat yang secara langsung menjamin sariawan sembuh lebih cepat. Sumber: Mayo Clinic dan NHS.
1. Apakah Air Garam Efektif untuk Sariawan?
Berkumur dengan air garam dapat membantu menjaga kebersihan rongga mulut dan meredakan rasa tidak nyaman pada area yang mengalami luka.
Cara ini dapat menjadi pilihan perawatan sederhana di rumah, terutama ketika sariawan terasa perih saat makan atau berbicara. Namun, perlu dipahami bahwa air garam bukan satu-satunya solusi dan tidak selalu memberikan hasil yang sama pada setiap orang.
Sebagian besar sariawan ringan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu. Karena itu, berkumur dengan air garam lebih tepat dipahami sebagai salah satu cara untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan selama proses penyembuhan.
2. Bagaimana Cara Berkumur dengan Air Garam yang Benar?
Untuk membantu meredakan sariawan, larutan air garam dapat dibuat dengan langkah sederhana berikut:
- Siapkan satu gelas air hangat sekitar 200–250 mililiter.
- Campurkan setengah sendok teh garam hingga larut.
- Gunakan larutan tersebut untuk berkumur secara perlahan.
- Buang larutan setelah berkumur dan jangan menelannya.
Larutan sebaiknya tidak dibuat terlalu pekat karena kadar garam yang berlebihan dapat menimbulkan rasa perih dan mengiritasi jaringan mulut yang sedang terluka.
Panduan tersebut sejalan dengan rekomendasi perawatan sariawan dari NHS dan Mayo Clinic.
3. Mengapa Sariawan Bisa Terasa Semakin Perih?
Sariawan merupakan luka pada jaringan lunak di dalam mulut. Ketika area tersebut mengalami peradangan atau iritasi, makanan dan minuman tertentu dapat memicu rasa nyeri.
Makanan pedas, asam, terlalu panas, serta makanan bertekstur keras dapat memperburuk ketidaknyamanan. Karena itu, selama mengalami sariawan, sebaiknya pilih makanan bertekstur lembut dan minuman yang tidak terlalu panas.
Selain itu, gunakan sikat gigi berbulu lembut dan hindari menggosok area sariawan secara berlebihan.
4. Apa Penyebab Sariawan yang Sering Terjadi?
Sariawan dapat muncul karena berbagai faktor, antara lain:
- Luka pada mulut, misalnya akibat tidak sengaja menggigit bagian dalam pipi atau menyikat gigi terlalu keras.
- Iritasi, termasuk akibat penggunaan kawat gigi atau permukaan gigi yang tajam.
- Stres dan perubahan hormon, yang dapat menjadi pemicu pada sebagian orang.
- Kekurangan zat gizi tertentu, seperti zat besi, vitamin B12, atau folat.
- Kondisi kesehatan tertentu, terutama jika sariawan sering berulang atau disertai gejala lainnya.
Tidak semua sariawan disebabkan oleh kekurangan vitamin. Jika keluhan sering muncul, pemeriksaan oleh dokter atau dokter gigi dapat membantu mengetahui penyebab yang mendasarinya.
5. Kapan Sariawan Harus Diperiksakan ke Dokter?
Meskipun umumnya dapat sembuh sendiri, sariawan perlu mendapat perhatian apabila berlangsung lebih lama dari biasanya atau disertai keluhan yang mengganggu.
Menurut NHS, pemeriksaan ke dokter atau dokter gigi dianjurkan jika sariawan tidak sembuh setelah tiga minggu, semakin nyeri, mudah berdarah, atau tampak berbeda dari sariawan yang biasanya dialami.
Pemeriksaan juga penting jika luka berukuran besar, sering berulang, disertai demam, atau menyebabkan kesulitan makan dan minum. Dokter dapat menentukan apakah diperlukan obat pereda nyeri, obat oles khusus, atau pemeriksaan lebih lanjut.
Kesimpulan
Berkumur dengan air garam hangat bukan sekadar mitos. Cara ini dapat membantu meredakan ketidaknyamanan akibat sariawan dan menjaga kebersihan mulut, tetapi tidak menjamin luka langsung sembuh.
Gunakan larutan dengan takaran yang tepat, hindari makanan yang mengiritasi, dan tetap jaga kebersihan gigi serta mulut. Jika sariawan tidak kunjung sembuh atau sering kambuh, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Baca informasi kesehatan, gaya hidup, dan berita terbaru lainnya hanya di BRTV.CO.ID.
Website: https://brtv.co.id







