
BRTV.CO.ID – Jerawat menjadi salah satu masalah kulit yang kerap dialami banyak orang, baik remaja maupun orang dewasa. Berbagai cara dilakukan untuk menjaga kebersihan wajah, mulai dari rutin mencuci muka hingga menggunakan produk perawatan kulit. Namun, tak sedikit orang yang masih mengalami jerawat meskipun sudah rajin membersihkan wajah setiap hari.
Kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan, mengapa jerawat tetap muncul padahal wajah sudah dibersihkan secara rutin? Jawabannya, jerawat tidak hanya disebabkan oleh kotoran pada kulit, tetapi juga dipengaruhi oleh produksi minyak, perubahan hormon, kebiasaan sehari-hari, dan faktor lainnya.
Berikut enam penyebab jerawat yang jarang disadari meskipun sudah rajin mencuci muka.
1. Terlalu Sering Mencuci Muka
Menjaga kebersihan wajah memang penting, tetapi mencuci muka secara berlebihan justru dapat mengganggu lapisan pelindung alami kulit. Penggunaan sabun pembersih terlalu sering atau menggosok wajah dengan keras bisa menyebabkan kulit menjadi kering dan mengalami iritasi.
Untuk menjaga keseimbangan kulit, wajah umumnya cukup dibersihkan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari, serta setelah berkeringat banyak. Pilih pembersih wajah yang lembut dan sesuai dengan jenis kulit.
2. Produk Skincare Tidak Cocok dengan Kulit
Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai dapat memicu munculnya jerawat pada sebagian orang. Produk yang terlalu berat, mengandung bahan yang mengiritasi, atau menyumbat pori-pori bisa memperburuk kondisi kulit.
Selain sabun cuci muka, produk pelembap, tabir surya, kosmetik, hingga produk penata rambut yang bersentuhan dengan wajah juga perlu diperhatikan.
Sebaiknya pilih produk berlabel non-comedogenic, yakni produk yang dirancang agar tidak mudah menyumbat pori-pori. Jika mencoba produk baru, perhatikan reaksi kulit dan hentikan pemakaian apabila muncul iritasi.
3. Perubahan Hormon
Perubahan hormon merupakan salah satu faktor yang dapat memicu jerawat. Kondisi ini dapat terjadi selama masa pubertas, menjelang menstruasi, kehamilan, atau dalam situasi tertentu yang memengaruhi keseimbangan hormon.
Perubahan hormon dapat meningkatkan produksi sebum atau minyak alami kulit. Ketika minyak berlebih bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat folikel rambut, jerawat dapat terbentuk.
Karena itu, jerawat yang muncul secara berulang di area dagu dan rahang, terutama pada orang dewasa, terkadang berkaitan dengan perubahan hormonal. Namun, lokasi jerawat saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya.
4. Stres dan Kurang Tidur
Stres tidak selalu menjadi penyebab langsung jerawat, tetapi dapat memperburuk kondisi kulit pada sebagian orang. Saat mengalami stres, perubahan respons tubuh dapat memengaruhi peradangan dan produksi minyak pada kulit.
Kurang tidur juga bisa mengganggu pemulihan tubuh dan membuat seseorang lebih sulit mempertahankan rutinitas perawatan kulit yang baik.
Untuk membantu menjaga kesehatan kulit, usahakan tidur cukup, mengelola stres, berolahraga secara teratur, dan menjaga pola hidup seimbang.
5. Kebiasaan Menyentuh Wajah dan Kebersihan Benda yang Sering Digunakan
Tanpa disadari, tangan sering menyentuh wajah ketika sedang bekerja, belajar, atau menggunakan ponsel. Kebiasaan memegang, memencet, atau menggaruk jerawat dapat meningkatkan iritasi dan risiko munculnya bekas jerawat.
Benda yang sering bersentuhan dengan wajah, seperti sarung bantal, layar ponsel, dan perlengkapan rias, juga perlu dibersihkan secara berkala.
Meski demikian, jerawat bukan semata-mata akibat wajah yang kotor. Faktor penyumbatan pori-pori, minyak, peradangan, dan hormon tetap memiliki peran penting dalam terbentuknya jerawat.
6. Pola Makan dan Faktor Gaya Hidup
Pada sebagian orang, pola makan dapat berkaitan dengan kondisi jerawat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti makanan dan minuman yang cepat meningkatkan gula darah, berpotensi memperburuk jerawat pada individu tertentu.
Hubungan antara konsumsi produk susu dan jerawat juga telah diteliti, tetapi pengaruhnya tidak sama pada setiap orang dan bukti yang ada belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semua orang perlu menghindari susu.
Alih-alih menghindari banyak jenis makanan tanpa alasan yang jelas, cobalah menerapkan pola makan seimbang dan mengamati apakah ada makanan tertentu yang konsisten berkaitan dengan memburuknya kondisi kulit.
Bagaimana Cara Mengurangi Jerawat?
Selain mencuci muka secara teratur, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan jerawat:
- Gunakan pembersih wajah yang lembut dan hindari menggosok kulit terlalu keras.
- Pilih pelembap dan tabir surya yang sesuai dengan jenis kulit.
- Hindari memencet jerawat agar risiko peradangan dan bekas luka berkurang.
- Gunakan produk perawatan jerawat yang sesuai, misalnya yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat, dengan memperhatikan petunjuk penggunaan.
- Jaga pola tidur, kelola stres, dan terapkan pola makan seimbang.
- Konsultasikan kondisi kulit kepada dokter apabila jerawat terasa nyeri, berukuran besar, meninggalkan bekas, atau tidak membaik dengan perawatan mandiri.
Perlu diingat bahwa hasil perawatan jerawat tidak selalu terlihat dalam beberapa hari. Banyak perawatan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk menunjukkan perubahan yang berarti.
Kesimpulan
Rajin mencuci muka merupakan bagian penting dari perawatan kulit, tetapi bukan satu-satunya cara untuk mencegah jerawat. Penggunaan skincare yang tidak sesuai, perubahan hormon, stres, kebiasaan sehari-hari, dan faktor pola makan dapat ikut memengaruhi kondisi kulit.
Dengan mengenali pemicu yang mungkin terjadi dan memilih perawatan yang tepat, jerawat dapat ditangani secara lebih efektif tanpa harus membersihkan wajah secara berlebihan.
Baca informasi kesehatan, gaya hidup, dan berita terbaru lainnya di BRTV.CO.ID.
Website: https://brtv.co.id







