
Jakarta – Daun pandan selama ini dikenal sebagai bahan alami yang sering digunakan dalam berbagai masakan dan makanan tradisional Asia Tenggara. Aromanya yang khas membuat tanaman ini banyak dimanfaatkan untuk memberikan cita rasa pada nasi, kue, minuman, hingga aneka hidangan penutup.
Menariknya, daun pandan kini mulai mendapatkan perhatian di Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa. Bahan yang identik dengan kuliner Asia ini mulai digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman modern, seperti latte, es krim, kue, hingga minuman kekinian.
Popularitas pandan juga semakin berkembang di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial. Aroma khas, rasa yang unik, serta warna hijau alaminya menjadi beberapa faktor yang membuat pandan menarik perhatian industri kuliner global.
1. Memiliki Aroma Khas yang Menyerupai Vanila
Salah satu daya tarik utama daun pandan adalah aromanya yang khas. Tanaman ini bahkan mendapat julukan vanilla of Southeast Asia atau vanila dari Asia Tenggara.
Aroma pandan berasal dari senyawa alami bernama 2-acetyl-1-pyrroline (2AP). Senyawa tersebut juga berperan memberikan aroma khas pada nasi melati dan bagian luar roti yang baru dipanggang.
Dari segi rasa, pandan memiliki karakter sedikit manis dengan sentuhan aroma vanila, kelapa, dan kacang. Kombinasi tersebut membuatnya cocok digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai makanan maupun minuman.
2. Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial
Pandan mulai menarik minat konsumen muda di pasar internasional. Berdasarkan data Mintel yang dikutip dalam laporan Food Manufacture pada Oktober 2026, sebanyak 52 persen responden Gen Z dan milenial di Amerika Serikat menyatakan tertarik mencoba pandan pada Mei 2025.
Ketertarikan tersebut menunjukkan adanya peluang bagi pandan untuk berkembang sebagai salah satu pilihan rasa baru dalam industri makanan dan minuman.
Selain rasanya yang berbeda, pandan juga memiliki daya tarik visual melalui warna hijaunya yang alami. Hal ini membuatnya menarik untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kuliner yang banyak diperkenalkan melalui media sosial.
3. Bisa Digunakan dalam Berbagai Makanan dan Minuman
Keunggulan lain dari pandan adalah penggunaannya yang cukup fleksibel. Daun ini dapat dimanfaatkan dalam bentuk segar, bubuk, ekstrak, maupun cairan.
Dalam masakan tradisional, daun pandan biasanya dimasukkan ke dalam nasi, sup, dan hidangan berkuah untuk memberikan aroma.
Sementara itu, dalam industri kuliner modern, pandan mulai digunakan sebagai bahan tambahan untuk berbagai produk, seperti:
- Latte dan kopi pandan.
- Es krim dengan aroma pandan.
- Kue dan roti pandan.
- Minuman dingin dan lemonade.
- Puding serta aneka makanan penutup.
Pandan juga cocok dipadukan dengan bahan lain seperti kelapa, serai, hazelnut, dan berbagai bahan bercita rasa manis.
4. Warna Hijau Alami Menjadi Daya Tarik
Selain aromanya, warna hijau pada daun pandan juga menjadi salah satu alasan bahan ini semakin diminati.
Warna tersebut berasal dari klorofil, yaitu pigmen alami yang terdapat pada tumbuhan dan berperan dalam proses fotosintesis.
Dalam dunia kuliner, sari daun pandan sering digunakan untuk memberikan warna hijau pada makanan tanpa harus selalu mengandalkan pewarna buatan.
Tampilan warna yang menarik membuat pandan semakin banyak dimanfaatkan dalam pengembangan produk makanan dan minuman modern.
5. Mulai Muncul dalam Produk Kuliner di Eropa
Popularitas pandan juga mulai terlihat melalui berbagai inovasi produk di negara-negara Barat.
Salah satu contohnya adalah jaringan kedai kopi Black Sheep Coffee di Inggris yang memperkenalkan pandan lemonade dan es pandan matcha pada April 2026.
Selain itu, pembicaraan mengenai pandan di Prancis juga mengalami peningkatan. Laporan Food Manufacture menyebutkan bahwa percakapan mengenai pandan meningkat sembilan kali lipat secara tahunan pada periode April hingga Juli 2026.
Meski demikian, penggunaan pandan dalam industri makanan dan minuman global masih didominasi kawasan Asia Pasifik. Data Mintel Global New Products Database menunjukkan bahwa kawasan tersebut menyumbang 95 persen peluncuran produk makanan dan minuman yang menggunakan pandan selama sembilan bulan pertama 2026. Sementara itu, Eropa menyumbang 2 persen dan Amerika Serikat 1 persen.
Pandan, Kekayaan Kuliner Asia Tenggara yang Mendunia
Meningkatnya perhatian terhadap daun pandan di Amerika dan Eropa menunjukkan bahwa bahan kuliner tradisional Asia Tenggara memiliki peluang untuk dikenal lebih luas.
Aroma khas, rasa yang unik, serta warna hijau alami membuat pandan dapat dikembangkan menjadi berbagai inovasi makanan dan minuman.
Meski belum menyamai popularitas bahan lain seperti matcha, pandan mulai mendapatkan tempat dalam industri kuliner internasional. Perkembangan ini sekaligus memperkenalkan kekayaan bahan pangan Asia Tenggara kepada masyarakat dunia.
Demikian informasi mengenai meningkatnya popularitas daun pandan di Amerika dan Eropa. Simak berbagai informasi menarik lainnya seputar kuliner, sains, lingkungan, dan gaya hidup hanya di brtv.co.id.







