
BRTV.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menimbulkan kabut asap yang berdampak buruk bagi kesehatan. Paparan asap karhutla mengandung partikel halus dan berbagai zat berbahaya yang dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki riwayat penyakit paru-paru dan jantung.
Dokter spesialis paru mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Dampak Asap Karhutla bagi Kesehatan
Asap karhutla mengandung partikel berukuran kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan hingga mencapai bagian dalam paru-paru. Paparan asap dalam jangka pendek dapat menyebabkan sejumlah keluhan, seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, hidung berair, hingga tenggorokan terasa perih.
Pada orang yang memiliki asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kondisi ini dapat memicu kekambuhan dan memperburuk gejala. Sementara itu, paparan partikel halus dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Tips Melindungi Diri dari Asap Karhutla
Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan asap karhutla:
1. Gunakan Masker yang Tepat
Saat kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan menggunakan respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang dengan rapat di wajah. Masker jenis ini lebih efektif menyaring partikel halus dibandingkan masker kain atau masker bedah biasa. Pastikan masker digunakan dengan benar agar tidak banyak udara masuk melalui celah di sekitar wajah.
2. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Hindari olahraga, aktivitas fisik berat, atau kegiatan di luar ruangan ketika kabut asap sedang pekat. Jika memungkinkan, tunda kegiatan hingga kualitas udara membaik. Masyarakat juga dapat memantau informasi kualitas udara melalui sumber resmi sebelum beraktivitas.
3. Tutup Pintu dan Jendela
Ketika asap menyelimuti lingkungan, tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya polusi ke dalam rumah. Jika tersedia, gunakan alat pembersih udara dengan filter HEPA untuk membantu mengurangi partikel halus di dalam ruangan.
4. Jaga Kualitas Udara di Dalam Rumah
Hindari aktivitas yang dapat menambah polusi udara di dalam rumah, seperti membakar sampah, merokok, menyalakan lilin, atau menggunakan alat yang menghasilkan asap. Pastikan ruangan tetap bersih dan gunakan ventilasi secara bijak ketika kondisi udara luar sudah membaik.
5. Perbanyak Istirahat dan Penuhi Kebutuhan Cairan
Menjaga kondisi tubuh tetap prima merupakan bagian penting dari upaya melindungi kesehatan selama periode kabut asap. Konsumsi air yang cukup dan istirahat yang memadai dapat membantu menjaga kenyamanan tubuh, meskipun keduanya tidak menggantikan upaya menghindari paparan asap.
6. Lindungi Kelompok Rentan
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan dan jantung perlu mendapatkan perhatian khusus. Batasi paparan asap pada kelompok tersebut dan pastikan mereka berada di lingkungan dengan kualitas udara yang lebih baik.
7. Segera Periksakan Diri Jika Mengalami Gejala Berat
Apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, napas berbunyi, atau batuk yang semakin parah, segera cari pertolongan medis. Orang yang memiliki penyakit paru-paru sebaiknya mengikuti rencana pengobatan dari dokter dan tidak mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Masyarakat Diimbau Tetap Waspada
Upaya melindungi diri dari asap karhutla perlu dilakukan secara konsisten, terutama ketika kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kualitas udara menurun. Penggunaan masker yang sesuai, pembatasan aktivitas di luar ruangan, serta menjaga kebersihan udara di dalam rumah dapat membantu mengurangi risiko paparan partikel berbahaya.
Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti informasi kualitas udara dan imbauan kesehatan dari instansi berwenang. Dengan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, risiko gangguan kesehatan akibat asap karhutla dapat diminimalkan.
Informasi berita dan perkembangan terkini lainnya dapat diakses melalui BRTV.CO.ID.







