
Buah-buahan menjadi salah satu komoditas pertanian yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dunia. Selain kaya akan vitamin, mineral, dan serat, berbagai jenis buah juga menjadi sumber pendapatan bagi jutaan petani di berbagai negara.
Namun, tahukah Anda bahwa buah yang paling banyak diproduksi di dunia bukanlah apel atau jeruk? Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) untuk tahun 2023, pisang menempati posisi teratas sebagai buah dengan produksi terbesar di dunia. Sementara itu, semangka, apel, anggur, dan jeruk juga masuk dalam jajaran lima besar.
Lantas, bagaimana dengan kurma yang dikenal luas sebagai buah khas Timur Tengah dan sangat populer saat Ramadan? Berikut ulasan lima buah dengan produksi tertinggi di dunia berdasarkan data produksi global tahun 2023.
1. Pisang, Buah dengan Produksi Terbesar di Dunia
Pisang menempati urutan pertama sebagai buah dengan produksi terbesar di dunia. Pada 2023, produksi pisang global mencapai sekitar 139,3 juta ton. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya pisang dalam sektor pertanian dan konsumsi pangan dunia.
Pisang banyak dibudidayakan di wilayah tropis dengan iklim hangat dan ketersediaan air yang memadai. Negara-negara di Asia, Amerika Latin, dan Afrika menjadi bagian penting dalam rantai produksi pisang dunia.
Selain mudah ditemukan dan memiliki harga yang relatif terjangkau, pisang juga digemari karena praktis dikonsumsi. Buah ini mengandung karbohidrat, serat, serta kalium yang dibutuhkan tubuh. Pisang dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi berbagai makanan, seperti keripik, pisang goreng, dan aneka kue.
Tingginya produksi pisang tidak terlepas dari permintaan pasar yang besar, baik untuk konsumsi domestik maupun perdagangan internasional.
2. Semangka, Buah Segar dengan Produksi Lebih dari 100 Juta Ton
Di posisi kedua terdapat semangka dengan produksi global sekitar 104,9 juta ton pada 2023. Buah yang identik dengan daging berwarna merah dan kandungan air tinggi ini menjadi salah satu komoditas hortikultura paling banyak dibudidayakan di dunia.
Semangka sangat populer di negara beriklim panas karena memberikan sensasi segar ketika dikonsumsi. Kandungan airnya yang tinggi juga menjadikannya pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
China merupakan salah satu negara utama dalam produksi semangka dunia. Selain dikonsumsi langsung, semangka juga kerap dijadikan jus, campuran salad buah, hingga berbagai hidangan penutup.
Permintaan semangka cenderung dipengaruhi oleh musim, kondisi cuaca, dan kebiasaan konsumsi masyarakat. Meski demikian, besarnya pasar membuat semangka tetap menjadi komoditas penting bagi para petani.
3. Apel, Buah Populer yang Diproduksi Hampir 100 Juta Ton
Apel menempati posisi ketiga dengan total produksi dunia sekitar 97,3 juta ton pada 2023. Buah ini terkenal karena memiliki banyak varietas dengan warna, rasa, dan tekstur yang berbeda.
Apel banyak dibudidayakan di wilayah beriklim sedang. China menjadi salah satu produsen utama apel dunia, disusul sejumlah negara penghasil lainnya di Asia, Eropa, dan Amerika.
Kepopuleran apel didukung oleh fleksibilitas penggunaannya. Buah ini dapat dikonsumsi langsung, dijadikan jus, diolah menjadi pai, atau digunakan sebagai bahan berbagai produk makanan.
Apel juga dikenal mengandung serat, terutama jika dikonsumsi bersama kulitnya setelah dicuci dengan baik. Kandungan tersebut menjadikan apel sebagai salah satu pilihan buah untuk melengkapi pola makan sehari-hari.
Dengan permintaan pasar yang luas dan beragam, apel terus menjadi komoditas penting dalam perdagangan buah segar maupun industri pengolahan pangan.
4. Anggur, Buah dengan Pasar Konsumsi dan Industri yang Luas
Anggur berada di posisi keempat dengan produksi global sekitar 72,5 juta ton pada 2023. Buah berukuran kecil ini memiliki beragam varietas, mulai dari anggur hijau, merah, hingga ungu kehitaman.
Anggur dibudidayakan di berbagai wilayah dunia, terutama di kawasan dengan kondisi iklim yang sesuai. Buah ini memiliki pasar yang luas karena dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi beragam produk.
Selain menjadi buah meja, anggur juga digunakan untuk membuat kismis, jus, dan berbagai produk pangan lainnya. Di sejumlah negara, anggur juga merupakan bahan baku industri minuman fermentasi.
Dari sisi gizi, anggur mengandung air, vitamin, dan senyawa antioksidan, termasuk polifenol. Keanekaragaman varietas dan pemanfaatannya membuat anggur memiliki nilai ekonomi yang penting bagi sektor pertanian.
5. Jeruk, Buah Kaya Vitamin C yang Digemari Dunia
Melengkapi lima besar, jeruk mencatatkan produksi global sekitar 69,8 juta ton pada 2023. Buah dari kelompok sitrus ini dikenal luas karena rasanya yang menyegarkan dan kandungan vitamin C-nya.
Jeruk dibudidayakan di berbagai negara dengan iklim subtropis maupun tropis yang sesuai. Buah ini dapat dikonsumsi langsung, dijadikan jus, atau diolah menjadi selai, sari buah, dan berbagai produk makanan.
Jeruk juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena permintaannya datang dari pasar buah segar maupun industri pengolahan. Namun, produksi jeruk dapat dipengaruhi oleh perubahan cuaca, serangan penyakit tanaman, dan kondisi perdagangan global.
Kandungan vitamin C dalam jeruk membantu mendukung fungsi normal sistem kekebalan tubuh serta pembentukan kolagen. Karena itu, jeruk menjadi salah satu buah yang banyak dipilih untuk melengkapi kebutuhan gizi sehari-hari.
Lalu, Bagaimana dengan Kurma?
Kurma memang tidak masuk dalam lima besar buah dengan produksi terbesar di dunia berdasarkan data tahun 2023. Meski demikian, buah ini tetap memiliki posisi penting dalam pertanian dan perdagangan internasional, terutama di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Kurma tumbuh baik di wilayah beriklim panas dan kering. Buah ini telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat di berbagai negara, termasuk sebagai makanan yang umum dikonsumsi saat berbuka puasa pada bulan Ramadan.
Kurma juga memiliki nilai gizi yang menarik. Buah ini mengandung karbohidrat alami, serat, serta sejumlah mineral. Karena kandungan gulanya relatif tinggi, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Berbeda dengan pisang, semangka, apel, anggur, dan jeruk yang menempati lima besar produksi global, kurma memiliki karakter pasar yang lebih khusus. Popularitasnya tetap tinggi karena faktor budaya, kebiasaan konsumsi, serta permintaan pasar terhadap buah kering dan produk olahan kurma.
Kesimpulan
Berdasarkan data produksi global tahun 2023, lima buah dengan produksi terbesar di dunia adalah pisang, semangka, apel, anggur, dan jeruk. Pisang menempati posisi teratas dengan produksi sekitar 139,3 juta ton, disusul semangka sebanyak 104,9 juta ton dan apel sekitar 97,3 juta ton.
Sementara itu, kurma tetap menjadi komoditas penting meskipun tidak termasuk dalam lima besar tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya produksi suatu buah tidak selalu menjadi satu-satunya penentu nilai ekonomi, popularitas, maupun perannya dalam budaya masyarakat.
Data ini juga memperlihatkan besarnya peran sektor pertanian dalam menyediakan pangan bagi penduduk dunia. Di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan, pengembangan pertanian buah yang produktif dan berkelanjutan menjadi semakin penting.
Baca berita dan informasi menarik lainnya di brtv.co.id.







