Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi: Masyarakat Diminta Membeli Produk Dalam Negeri

JAKARTA – Kamis, (16/3/2023)  Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan seluruh jajaran di tingkat kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN/BUMD untuk terus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa.

Menurut Presiden, hal ini akan berdampak pada terdongkraknya pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya sudah berbicara mengenai penggunaan produk dalam negeri ini yang keempat, saya hadir terus. Kenapa saya hadir? Karena saya melihat ini sangat strategis dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Presiden.

Presiden juga mengingatkan jajarannya untuk tidak menggunakan anggaran dalam APBN untuk berbelanja produk impor.

Menurutnya, pendapatan negara dalam APBN dikumpulkan tidak mudah dari berbagai sumber, mulai dari pajak, dividen, royalti, hingga penerimaan negara bukan pajak.

“(APBN) dikumpulkan dengan sangat sulit, tidak mudah, sehingga terkumpul pendapatan negara itu. Kemudian kita belikan produk impor, kemudian kita belikan produk buatan luar negeri, inilah yang selalu saya ingatkan. Saya awal-awal itu kaget, saya buka, banyak sekali pembelian produk-produk impor kita. Padahal, sumbernya pembelian itu uang APBN. Inilah yang ingin kita luruskan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara mengatakan bahwa saat ini jauh lebih banyak produk dalam negeri yang masuk ke dalam e-katalog.

Presiden juga berperan agar produk dalam negeri yang sudah masuk e-katalog tidak hanya terlihat saja, tetapi juga dibeli oleh kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, hingga BUMN dan BUMD.

“Saya hanya titip, kalau sudah masuk barang-barang produk dalam negeri kita ke e-katalog, jangan dibiarkan hanya masuk saja, tapi dibeli.Kementerian/lembaga, BUMN, BUMD, provinsi, kota, kabupaten, semuanya tengok itu e-katalog, beli. Percuma kita meng-collect untuk dimasukkan ke e-katalog (kalau) hanya ditonton, tidak dibeli, untuk apa?” ungkapnya.

Pemerintah sendiri menargetkan 95 persen dari pagu anggaran untuk pengadaan barang dan jasa yang dibeli untuk produk dalam negeri.

Presiden meyakini jika hal ini bisa dilakukan, maka industri dalam negeri dan UMKM akan hidup dan berkembang.

“Nggak usah jauh-jauh cari investor kalau ini bisa berjalan. Investor itu bagus juga sebagai bonus, tapi di dalam kita sendiri dengan kita membeli produk-produk dalam negeri, otomatis pertumbuhan ekonomi kita akan naik, kemudian juga barang-barang produksi kita sendiri juga bisa kita gunakan,” tandasnya.

Baca juga: Penggunaan Produk Dalam Negeri di Kabupaten Bekasi Capai 80 Persen

REDAKS: Alma Magfira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *