Skip to main content

BRTV

Jangan Asal Pilih Makanan Sehat, Ini Cara Membaca Label Gizi pada Kemasan

Ilustrasi. Foto: Pinterest

Memilih makanan yang dianggap sehat tidak cukup hanya dengan melihat klaim pada bagian depan kemasan. Konsumen perlu memeriksa informasi nilai gizi dan daftar komposisi agar mengetahui kandungan produk yang akan dikonsumsi.

Tulisan seperti “rendah gula”, “tinggi serat”, atau “mengandung vitamin” kerap menjadi pertimbangan saat membeli makanan dan minuman. Namun, klaim tersebut tidak selalu menggambarkan keseluruhan kualitas gizi suatu produk.

Dokter spesialis gizi klinik konsultan, Diana Sunardi, mengingatkan pentingnya memahami informasi pada label pangan secara menyeluruh. Langkah ini terutama diperlukan untuk membantu keluarga memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi sehari-hari.

1. Periksa Takaran Saji dan Jumlah Sajian

Salah satu bagian penting pada label gizi adalah takaran saji. Informasi nilai gizi biasanya ditampilkan berdasarkan jumlah tersebut, bukan selalu berdasarkan keseluruhan isi kemasan.

Karena itu, perhatikan juga jumlah sajian per kemasan. Jika satu kemasan berisi lebih dari satu sajian dan dikonsumsi sekaligus, jumlah energi serta zat gizi yang masuk ke tubuh dapat lebih besar daripada angka yang tercantum untuk satu sajian.

Memahami takaran saji membantu konsumen memperkirakan asupan dengan lebih tepat.

2. Perhatikan Kandungan Gula, Garam, dan Lemak

Gula, garam, dan lemak merupakan komponen yang perlu diperhatikan ketika memilih produk pangan olahan. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Pada tabel informasi nilai gizi, kandungan gula umumnya ditampilkan dalam satuan gram, sedangkan garam biasanya dicantumkan sebagai natrium. Konsumen perlu memperhatikan angka tersebut sekaligus mempertimbangkan jumlah produk yang dikonsumsi.

Lemak juga tidak perlu dihindari sepenuhnya karena tubuh membutuhkannya. Namun, jenis dan jumlah lemak tetap penting untuk diperhatikan, termasuk kandungan lemak jenuh.

3. Jangan Abaikan Kalori dan Zat Gizi Lain

Informasi energi atau kalori membantu konsumen memahami besarnya energi yang diperoleh dari satu sajian makanan. Selain itu, label gizi juga mencantumkan zat seperti protein, karbohidrat, dan serat.

Setiap zat gizi memiliki fungsi berbeda bagi tubuh. Protein berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan, karbohidrat menjadi salah satu sumber energi, sedangkan serat mendukung kesehatan pencernaan.

Oleh karena itu, penilaian terhadap makanan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada satu angka. Pertimbangkan komposisi zat gizi secara keseluruhan dan sesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

4. Baca Daftar Komposisi Bahan

Selain tabel gizi, daftar komposisi juga dapat membantu konsumen memahami bahan yang digunakan dalam produk.

Bahan pangan umumnya dicantumkan berdasarkan urutan jumlah penggunaannya, dari yang terbanyak ke yang lebih sedikit. Informasi ini dapat membantu mengenali bahan utama dan mengetahui apakah produk mengandung bahan tertentu yang perlu dibatasi atau dihindari karena alergi.

Membaca komposisi menjadi semakin penting ketika memilih makanan untuk anak atau anggota keluarga yang memiliki kebutuhan gizi khusus.

5. Pahami Persentase Angka Kecukupan Gizi

Label pangan juga dapat mencantumkan persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG). Informasi ini menunjukkan perkiraan kontribusi zat gizi dalam satu sajian terhadap kebutuhan harian berdasarkan acuan yang digunakan pada label.

Persentase tersebut dapat membantu membandingkan kandungan zat gizi antarproduk. Namun, kebutuhan setiap orang tidak selalu sama karena dipengaruhi usia, aktivitas, dan kondisi kesehatan.

Karena itu, persentase AKG sebaiknya digunakan sebagai panduan, bukan sebagai satu-satunya dasar dalam menentukan pilihan makanan.

6. Jangan Hanya Terpaku pada Klaim di Depan Kemasan

Klaim yang ditampilkan pada bagian depan kemasan dapat memberikan informasi awal, tetapi konsumen tetap perlu memeriksa tabel gizi dan komposisi produk.

Produk yang mencantumkan satu keunggulan tertentu belum tentu memiliki kandungan gizi yang lebih baik dalam semua aspek. Misalnya, klaim mengenai kandungan vitamin tidak otomatis berarti produk tersebut rendah gula atau natrium.

Membandingkan informasi pada beberapa produk dengan takaran saji yang setara dapat membantu konsumen membuat pilihan yang lebih sesuai.

Biasakan Membaca Label Sebelum Membeli

Membaca label gizi merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu masyarakat mengambil keputusan pangan secara lebih cermat. Kebiasaan ini juga mendukung upaya memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan membatasi konsumsi zat gizi tertentu secara berlebihan.

Selain memilih makanan kemasan dengan lebih teliti, pola makan sehat tetap perlu didukung konsumsi makanan yang beragam, termasuk sayuran, buah-buahan, sumber protein, dan bahan pangan lainnya sesuai kebutuhan.

Dengan memahami takaran saji, kandungan gizi, serta daftar komposisi, konsumen dapat menilai produk secara lebih menyeluruh tanpa hanya bergantung pada klaim yang tercantum di kemasan.