Skip to main content

BRTV

Jangan Diabaikan! Ini 6 Tanda Bahaya pada Mata yang Harus Diperiksa

Ilustrasi periksa mata. Foto: Pinterest

Gangguan pada mata kerap dianggap sebagai masalah ringan, terutama ketika penglihatan mulai buram atau mata terlihat merah. Padahal, perubahan penglihatan yang muncul secara tiba-tiba bisa menjadi tanda adanya kondisi serius yang membutuhkan pemeriksaan medis segera.

Dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata. Pemeriksaan secara berkala dinilai penting agar gangguan penglihatan dapat diketahui lebih awal dan ditangani sesuai penyebabnya.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr Andi Saguni, MA, menekankan bahwa gangguan penglihatan bisa dialami siapa saja. Namun, sebagian masalah mata dapat dicegah, dideteksi sejak dini, atau dikoreksi melalui penanganan yang tepat.

Karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda bahaya pada mata dan tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami perubahan penglihatan yang tidak biasa.

6 Tanda Bahaya pada Mata yang Perlu Diwaspadai

Berikut enam gejala mata yang sebaiknya tidak diabaikan, sebagaimana dirangkum dari pemberitaan detikHealth.

1. Penglihatan Mendadak Buram

Penglihatan yang tiba-tiba kabur atau menurun, baik pada satu mata maupun kedua mata, perlu mendapat perhatian serius.

Kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai gangguan pada mata maupun sistem saraf. Karena penyebabnya tidak selalu ringan, perubahan penglihatan yang terjadi mendadak perlu segera diperiksa oleh tenaga medis.

Jangan menunggu terlalu lama dengan harapan pandangan akan kembali normal tanpa pemeriksaan.

2. Mata Merah Disertai Nyeri Hebat

Mata merah dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, mulai dari iritasi hingga infeksi. Namun, jika kemerahan disertai nyeri hebat, sakit kepala, mual, atau muntah, kondisi tersebut perlu diwaspadai.

Kombinasi gejala itu bisa menandakan gangguan serius yang membutuhkan penanganan segera.

Hindari menggunakan obat tetes mata secara sembarangan. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan pengobatan yang sesuai.

3. Kilatan Cahaya atau Bintik Melayang Bertambah Banyak

Sebagian orang pernah melihat bintik-bintik kecil yang seolah melayang di depan mata. Gejala tersebut dikenal sebagai floaters.

Meski tidak selalu menandakan masalah serius, kemunculan floaters dalam jumlah banyak secara tiba-tiba, terutama jika disertai kilatan cahaya atau bayangan seperti tirai pada penglihatan, perlu segera diperiksa.

Gejala tersebut dapat berkaitan dengan gangguan retina, termasuk kondisi yang membutuhkan penanganan cepat untuk melindungi penglihatan.

4. Mata Mengalami Cedera atau Terkena Bahan Kimia

Cedera mata akibat benturan, benda asing, atau paparan bahan kimia tidak boleh dianggap sepele.

Jika mata terkena bahan kimia, segera bilas menggunakan air bersih yang mengalir dan cari pertolongan medis. Jangan menggosok mata atau mencoba mencampurkan bahan lain untuk menetralkan zat yang masuk.

Sementara itu, cedera akibat benda tajam atau benturan keras juga memerlukan pemeriksaan segera, terutama jika disertai nyeri, perubahan penglihatan, atau kesulitan membuka mata.

5. Muncul Bercak Putih pada Pupil Anak atau Mata Tampak Juling

Orang tua perlu memperhatikan perubahan pada mata anak, termasuk munculnya pantulan atau bercak putih pada pupil serta posisi kedua mata yang tampak tidak sejajar.

Bercak putih pada pupil yang terlihat berulang, termasuk dalam foto, perlu diperiksa oleh dokter. Gejala tersebut memiliki berbagai kemungkinan penyebab dan tidak dapat dipastikan hanya melalui pengamatan.

Mata yang tampak juling juga perlu dievaluasi untuk mengetahui apakah terdapat gangguan penglihatan atau kondisi lain yang memerlukan penanganan.

Pemeriksaan sejak dini penting karena anak belum tentu mampu menyadari atau menjelaskan bahwa penglihatannya mengalami masalah.

6. Penglihatan Ganda yang Muncul Mendadak

Penglihatan ganda atau diplopia merupakan kondisi ketika satu objek terlihat seperti dua.

Jika keluhan ini muncul secara tiba-tiba, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan untuk mengetahui penyebabnya. Kondisi tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan apabila disertai sakit kepala hebat, kelemahan anggota tubuh, wajah mencong, atau kesulitan berbicara.

Jika gejala-gejala tersebut muncul, segera cari pertolongan darurat karena dapat berkaitan dengan gangguan serius pada sistem saraf.

Jangan Menunggu hingga Penglihatan Terganggu

Menjaga kesehatan mata tidak cukup dilakukan ketika keluhan mulai terasa. Beberapa gangguan mata dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal sehingga pemeriksaan rutin tetap diperlukan.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk mengenali tanda gangguan penglihatan, menjalani skrining sesuai kebutuhan, dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan apabila ditemukan masalah.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada orang yang memiliki faktor risiko tertentu, seperti diabetes atau riwayat keluarga dengan glaukoma. Anak-anak juga perlu menjalani pemeriksaan sesuai kebutuhan agar gangguan penglihatan tidak menghambat proses belajar dan tumbuh kembang.

Pada akhirnya, perubahan penglihatan yang muncul mendadak, nyeri mata berat, kilatan cahaya yang baru muncul, atau cedera mata merupakan alasan untuk segera mencari bantuan medis. Mengenali tanda bahaya sejak awal dapat membantu mempercepat diagnosis dan penanganan yang tepat.