Skip to main content

BRTV

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Beras Pulen dan Beras Pera

Ilustrasi beras. Foto: Pinterest

BRTV.co.id – Beras merupakan bahan pangan pokok yang dikonsumsi masyarakat Indonesia setiap hari. Namun, tahukah Anda bahwa beras memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi tekstur nasi setelah dimasak? Dua jenis yang paling umum dikenal adalah beras pulen dan beras pera.

Keduanya memiliki perbedaan dari segi tekstur, kandungan pati, hingga kecocokan untuk berbagai jenis hidangan. Karena itu, memahami perbedaan beras pulen dan beras pera dapat membantu masyarakat memilih beras sesuai selera dan kebutuhan sehari-hari.

Lantas, apa saja perbedaan keduanya? Simak penjelasan berikut.

1. Perbedaan Tekstur Nasi

Perbedaan paling mudah dikenali antara beras pulen dan beras pera adalah tekstur nasi setelah dimasak.

Beras pulen menghasilkan nasi yang lembut, agak lengket, dan mudah menyatu ketika diaduk. Tekstur ini membuat nasi pulen banyak disukai untuk konsumsi sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang menyukai nasi lembut.

Sementara itu, beras pera menghasilkan nasi yang lebih kering, terpisah, dan tidak terlalu lengket. Butiran nasinya cenderung tetap terpisah setelah matang sehingga cocok untuk hidangan yang membutuhkan tekstur nasi tidak menggumpal.

2. Perbedaan Kandungan Pati

Tekstur nasi yang dihasilkan kedua jenis beras tersebut berkaitan dengan komposisi pati di dalamnya, terutama perbandingan amilosa dan amilopektin.

Beras pulen umumnya memiliki kandungan amilosa lebih rendah. Sementara itu, beras pera biasanya memiliki kandungan amilosa lebih tinggi.

Amilosa berperan dalam membentuk tekstur nasi yang lebih kering dan butirannya lebih terpisah. Sebaliknya, amilopektin berkontribusi terhadap tekstur nasi yang lebih lengket.

Meski demikian, tingkat kepulenan atau keperaan nasi juga dipengaruhi oleh varietas beras, kadar air, proses penyimpanan, serta cara memasaknya.

3. Berbeda dalam Penggunaan Masakan

Beras pulen dan beras pera memiliki kegunaan yang berbeda di dapur, tergantung karakteristik hidangan yang ingin dibuat.

Beras pulen cocok untuk nasi putih yang disantap bersama lauk sehari-hari, nasi kepal, dan sejumlah hidangan yang membutuhkan nasi lembut serta mudah menyatu.

Sebaliknya, beras pera sering dipilih untuk nasi goreng karena butiran nasinya cenderung tidak mudah menggumpal. Jenis beras ini juga dapat digunakan untuk beberapa hidangan berbumbu yang membutuhkan tekstur nasi lebih terpisah.

Namun, hasil akhir tetap bergantung pada teknik memasak, kadar air, dan kondisi nasi sebelum diolah.

4. Apakah Beras Pulen dan Pera Berbeda dari Segi Gizi?

Secara umum, beras pulen dan beras pera sama-sama merupakan sumber karbohidrat yang menyediakan energi bagi tubuh.

Perbedaan tekstur keduanya terutama berkaitan dengan komposisi pati. Kandungan gizi secara keseluruhan dapat bervariasi berdasarkan varietas, tingkat penggilingan, dan apakah beras tersebut merupakan beras putih atau beras dengan lapisan bekatul yang masih dipertahankan.

Karena itu, tidak tepat jika beras pulen atau beras pera secara otomatis dianggap lebih sehat daripada yang lain hanya berdasarkan teksturnya.

Bagi orang yang perlu mengontrol kadar gula darah, jenis beras bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Porsi makan, lauk pendamping, kandungan serat dalam menu, dan respons tubuh terhadap makanan juga berperan penting.

5. Cara Memilih Beras Sesuai Kebutuhan

Agar tidak salah pilih, berikut beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan sebelum membeli beras.

  • Pilih beras pulen jika menyukai nasi yang lembut, agak lengket, dan mudah menyatu.
  • Pilih beras pera jika menyukai nasi yang lebih kering dengan butiran terpisah, terutama untuk nasi goreng.
  • Perhatikan kualitas beras dengan memilih beras yang bersih, tidak berbau apek, dan bebas dari tanda-tanda serangan hama.
  • Sesuaikan air saat memasak karena jumlah air dapat memengaruhi kelembutan nasi. Ikuti petunjuk pada kemasan atau sesuaikan dengan jenis beras dan alat memasak.
  • Perhatikan kebutuhan gizi dengan mengatur porsi nasi dan melengkapinya dengan protein, sayuran, serta sumber serat lainnya.

Kesimpulan

Beras pulen dan beras pera memiliki karakteristik yang berbeda, terutama pada tekstur nasi setelah dimasak. Beras pulen menghasilkan nasi yang lembut dan agak lengket, sedangkan beras pera menghasilkan nasi yang lebih kering dengan butiran yang cenderung terpisah.

Keduanya dapat menjadi pilihan yang baik untuk konsumsi sehari-hari. Pilihan terbaik bergantung pada selera, jenis hidangan, dan kebutuhan masing-masing.

Dengan memahami perbedaannya, masyarakat dapat memilih beras yang tepat agar hidangan lebih sesuai dengan selera dan hasil masakan yang diinginkan.

Simak informasi seputar pangan, kesehatan, gaya hidup, dan berita terbaru lainnya hanya di BRTV.co.id.