Skip to main content

BRTV

9 Fakta Menarik Sirkuit Mandalika, Trek MotoGP dengan Panorama Alam Lombok

Ilustrasi pemandangan sirkuit. Foto: Pexels

Pertamina Mandalika International Circuit menjadi salah satu kebanggaan Indonesia di dunia olahraga otomotif. Berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), sirkuit ini dikenal sebagai arena balap internasional yang memadukan tantangan lintasan dengan keindahan alam pesisir Lombok.

Sejak menjadi tuan rumah ajang balap internasional, Mandalika semakin dikenal oleh penggemar motorsport dari berbagai negara. Kehadirannya juga memperkuat daya tarik pariwisata di kawasan Mandalika yang memiliki pantai, perbukitan, serta kekayaan budaya lokal.

Namun, daya tarik sirkuit ini tidak hanya terletak pada penyelenggaraan MotoGP. Sejumlah aspek teknis, sejarah pembangunan, hingga standar keselamatannya turut menjadikan Mandalika menarik untuk diketahui.

Berikut sembilan fakta menarik Sirkuit Mandalika yang dirangkum untuk mengenal lebih dekat salah satu venue balap kebanggaan Indonesia.

1. Berada di Kawasan Pariwisata Mandalika

Sirkuit Mandalika terletak di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Lokasinya menjadi bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikembangkan sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia.

Keberadaan sirkuit di kawasan tersebut menghadirkan konsep sport tourism, yakni perpaduan kegiatan olahraga dan pariwisata. Pengunjung yang datang untuk menyaksikan balapan juga memiliki kesempatan menjelajahi berbagai destinasi wisata di sekitarnya.

Konsep ini membuat Mandalika tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan kompetisi otomotif, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas wisata di Lombok.

2. Memiliki Lintasan Sepanjang 4,3 Kilometer

Pertamina Mandalika International Circuit mempunyai panjang lintasan sekitar 4,3 kilometer atau 4.301 meter.

Trek tersebut memiliki lebar 15 meter dengan total 17 tikungan. Rinciannya terdiri dari 11 tikungan ke kanan dan enam tikungan ke kiri.

Kombinasi tikungan tersebut menghadirkan karakter lintasan yang menuntut kemampuan pembalap dalam mengatur kecepatan, memilih jalur, serta menjaga konsistensi selama balapan.

Karakter trek inilah yang menjadi salah satu aspek menarik bagi penggemar balap motor ketika menyaksikan persaingan para pembalap di Mandalika.

3. Trek Lurusnya Mencapai 723 Meter

Selain memiliki rangkaian tikungan, Sirkuit Mandalika mempunyai lintasan lurus sepanjang 723 meter.

Bagian ini memberikan ruang bagi pembalap untuk meningkatkan kecepatan sebelum menghadapi tikungan berikutnya. Pada situasi balapan tertentu, area tersebut juga dapat menjadi lokasi untuk mencoba melakukan manuver menyalip lawan.

Meski terlihat sederhana, lintasan lurus memiliki peran penting dalam strategi balap. Pembalap perlu mempertimbangkan posisi, momentum, serta titik pengereman agar dapat melewati bagian berikutnya secara optimal.

Perpaduan lintasan lurus dan tikungan membuat setiap sektor di Mandalika memiliki tantangan tersendiri.

4. Menjadi Tuan Rumah Balapan Internasional Sejak 2021

Mandalika mulai masuk dalam kalender balap internasional pada 2021. Ajang World Superbike (WorldSBK) menjadi kompetisi internasional pertama yang diselenggarakan di sirkuit tersebut.

Setahun kemudian, tepatnya pada 2022, Mandalika resmi menjadi tuan rumah MotoGP.

Kehadiran dua kompetisi balap motor internasional tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam kalender olahraga otomotif dunia. Mandalika juga menjadi kesempatan bagi penonton lokal untuk menyaksikan langsung persaingan pembalap kelas dunia di dalam negeri.

Sejak saat itu, nama sirkuit di Lombok ini semakin lekat dengan penyelenggaraan berbagai kegiatan motorsport berskala internasional.

5. Diresmikan pada November 2021

Sirkuit Mandalika diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 November 2021.

Peresmian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan kawasan Mandalika. Pembangunan sirkuit yang berlangsung sekitar 14 bulan itu merupakan bagian dari upaya menghadirkan fasilitas olahraga otomotif berstandar internasional di Indonesia.

Kehadiran sirkuit juga menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur pariwisata di Lombok Tengah.

Dengan adanya fasilitas tersebut, Mandalika memperoleh daya tarik baru yang menggabungkan penyelenggaraan acara olahraga, kunjungan wisatawan, dan promosi destinasi Indonesia kepada masyarakat internasional.

6. Menawarkan Pemandangan Pantai dan Perbukitan

Salah satu hal yang membedakan Mandalika dari sejumlah sirkuit lain adalah lanskap alam di sekelilingnya.

Berada di pesisir selatan Pulau Lombok, sirkuit ini dikelilingi panorama pantai dan perbukitan khas wilayah tropis. Pemandangan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi penonton yang datang menyaksikan balapan.

Daya tarik alam Mandalika juga menjadi nilai tambah bagi pengembangan pariwisata di kawasan tersebut. Wisatawan dapat menggabungkan agenda menonton balapan dengan kunjungan ke pantai atau destinasi alam di sekitarnya.

Perpaduan olahraga otomotif dan panorama alam inilah yang membuat Mandalika memiliki karakter tersendiri sebagai destinasi sport tourism.

7. Dirancang untuk Menampung Hampir 200 Ribu Penonton

Pertamina Mandalika International Circuit dirancang dengan kapasitas penonton yang besar, yakni hampir 200 ribu orang berdasarkan informasi yang dikutip MetroTVNews.

Kapasitas tersebut mendukung penyelenggaraan acara motorsport yang mampu menarik perhatian masyarakat dalam jumlah besar, baik dari dalam maupun luar negeri.

Meski demikian, jumlah penonton yang dapat hadir dalam suatu acara dapat bergantung pada pengaturan tribun, area berdiri, konfigurasi fasilitas, dan ketentuan penyelenggara.

Besarnya kapasitas yang direncanakan menunjukkan skala pengembangan Mandalika sebagai venue untuk acara olahraga internasional.

8. Balapan Utama MotoGP Berlangsung Selama 27 Lap

Dalam konfigurasi balapan MotoGP yang disebutkan dalam sumber, para pembalap menempuh 27 lap di Sirkuit Mandalika dengan total jarak sekitar 116,13 kilometer.

Jarak tersebut membuat pembalap harus menjaga performa sepanjang balapan. Selain mengandalkan kecepatan, mereka juga perlu memperhatikan kondisi ban, konsumsi energi, dan strategi untuk menghadapi persaingan hingga garis finis.

Setiap lap memberikan kesempatan bagi pembalap untuk memperbaiki posisi atau mempertahankan keunggulan dari pesaingnya.

Namun, jumlah lap dan total jarak balapan dapat berbeda menurut kelas atau format perlombaan. Karena itu, konfigurasi tersebut perlu disesuaikan dengan informasi resmi untuk setiap seri yang berlangsung.

9. Mengantongi Homologasi FIM Grade A

Aspek keselamatan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan balap motor internasional. Dalam artikel MetroTVNews, Pertamina Mandalika International Circuit disebut memperoleh homologasi FIM Grade A pada 2025.

Homologasi merupakan pengakuan bahwa suatu sirkuit memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan federasi olahraga motor untuk kategori balapan tertentu.

Penilaian dapat mencakup berbagai unsur, antara lain kondisi lintasan, area keselamatan di sisi trek, penghalang pelindung, sistem drainase, fasilitas medis, dan pusat kendali balapan.

Standar tersebut diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi sekaligus memperhatikan keselamatan pembalap, petugas, dan pihak lain yang terlibat.

Pencapaian homologasi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesiapan Mandalika sebagai tuan rumah kompetisi balap motor kelas dunia.

Mandalika, Perpaduan Olahraga dan Pariwisata Indonesia

Sirkuit Mandalika memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik untuk dibahas, mulai dari karakter lintasan, sejarah penyelenggaraan balapan internasional, hingga lokasinya yang berada di kawasan wisata.

Panjang trek sekitar 4,3 kilometer dengan 17 tikungan menghadirkan tantangan bagi pembalap. Sementara itu, panorama pantai dan perbukitan memberikan nilai tambah bagi wisatawan yang datang ke Lombok.

Dengan perpaduan fasilitas olahraga dan potensi wisata tersebut, Mandalika memiliki peran lebih luas daripada sekadar arena balap. Sirkuit ini menjadi salah satu wajah pariwisata Indonesia yang mempertemukan olahraga, keindahan alam, dan perhatian publik internasional.