Skip to main content

BRTV

KM Virgo yang Terbalik Hampir Berusia 40 Tahun, Bagaimana Pengawasannya?

Ilustrasi. Foto: Pinterest

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 menjadi perhatian setelah kapal tersebut mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa. Salah satu hal yang turut disoroti adalah usia kapal yang telah mendekati 40 tahun.

KM Virgo Transport 8 diketahui bukan kapal baru. Kapal tersebut telah berusia sekitar 39 tahun dan sebelumnya pernah digunakan untuk beroperasi di Jepang sebelum kemudian digunakan dalam pelayaran di Indonesia.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana pengawasan terhadap kapal berusia tua dilakukan, terutama kapal yang masih digunakan untuk mengangkut penumpang.

Usia kapal bukan satu-satunya penentu

Kapal yang berusia puluhan tahun tidak serta-merta berarti tidak layak berlayar. Kelayakan sebuah kapal ditentukan melalui sejumlah aspek teknis dan administratif.

Pemeriksaan kondisi kapal, pemeliharaan rutin, kelengkapan alat keselamatan, kondisi mesin, hingga kemampuan awak kapal menjadi bagian yang penting dalam memastikan keselamatan pelayaran.

Karena itu, usia kapal menjadi salah satu informasi yang perlu diperhatikan, tetapi bukan satu-satunya faktor untuk menentukan apakah kapal aman digunakan.

Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan pemeriksaan dan sertifikasi dilakukan secara berkala sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapal bekas dari luar negeri juga perlu diawasi

Penggunaan kapal yang sebelumnya beroperasi di luar negeri juga menjadi perhatian tersendiri.

Sebelum digunakan di Indonesia, kapal perlu dipastikan memenuhi persyaratan yang berlaku di dalam negeri. Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi teknis serta berbagai perangkat keselamatan yang diperlukan selama pelayaran.

Perbedaan karakteristik perairan juga menjadi hal yang perlu diperhitungkan. Kapal yang sebelumnya digunakan untuk rute tertentu harus dipastikan sesuai dengan kondisi operasional ketika digunakan di Indonesia.

Pengawasan tidak berhenti pada dokumen

Keselamatan pelayaran tidak hanya bergantung pada kelengkapan dokumen kapal. Pengawasan terhadap kondisi kapal dan pelaksanaan operasional juga menjadi bagian penting.

Kapal penumpang, misalnya, perlu diawasi agar jumlah penumpang dan muatan sesuai dengan kapasitas yang ditetapkan. Penataan muatan, kesiapan alat keselamatan, serta kondisi kapal sebelum berlayar juga memiliki kaitan dengan keselamatan perjalanan.

Dalam situasi cuaca yang berubah, kesiapan awak kapal dalam mengambil keputusan juga menjadi faktor penting.

Kecelakaan KM Virgo jadi momentum evaluasi

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 dapat menjadi momentum untuk melihat kembali sistem pengawasan keselamatan pelayaran di Indonesia.

Investigasi diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Dari proses tersebut, kondisi kapal, faktor cuaca, muatan, operasional, hingga kemungkinan faktor manusia dapat diperiksa berdasarkan bukti dan data yang tersedia.

Hasil investigasi nantinya penting bukan hanya untuk mengetahui apa yang terjadi pada KM Virgo Transport 8, tetapi juga menjadi bahan evaluasi agar sistem keselamatan pelayaran dapat terus diperbaiki. Pada akhirnya, kapal berusia tua maupun kapal yang relatif baru sama-sama membutuhkan pengawasan yang konsisten. Keselamatan penumpang tetap menjadi bagian utama yang harus diperhatikan sebelum sebuah kapal meninggalkan pelabuhan.