Skip to main content

BRTV

Mengenal Core Memory pada Anak, Benarkah Pengalaman Masa Kecil Bisa Membekas hingga Dewasa?

Ilustrasi anak sedang bermain. Foto: Pinterest

Pengalaman masa kecil kerap meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan, mulai dari momen sederhana bersama keluarga hingga pengalaman pertama yang terasa istimewa. Kenangan tersebut dapat terus teringat ketika seseorang beranjak dewasa dan bahkan memengaruhi cara memandang diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Dalam beberapa waktu terakhir, istilah core memory semakin populer di media sosial. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pengalaman yang terasa begitu berkesan dan memiliki makna emosional kuat bagi seseorang.

Pada anak-anak, pengalaman sehari-hari bersama orang tua, saudara, guru, maupun teman sebaya dapat menjadi bagian dari kenangan yang membekas. Namun, tidak semua pengalaman tersebut akan diingat secara utuh hingga dewasa.

Apa Itu Core Memory?

Core memory secara umum digunakan untuk menyebut kenangan yang memiliki arti penting dan membekas dalam kehidupan seseorang. Istilah ini populer melalui budaya populer, termasuk film animasi Inside Out.

Dalam kajian psikologi, konsep tersebut berkaitan dengan ingatan autobiografis, yakni ingatan tentang pengalaman pribadi yang pernah dialami seseorang. Kenangan yang memiliki muatan emosi kuat dapat terasa lebih menonjol dibandingkan peristiwa sehari-hari lainnya.

Meski demikian, core memory bukan istilah teknis yang menggambarkan satu jenis memori khusus yang secara pasti menentukan kepribadian seseorang. Perkembangan karakter dan cara seseorang memahami dunia dipengaruhi oleh berbagai pengalaman serta lingkungan sepanjang hidupnya.

Benarkah Pengalaman Masa Kecil Bisa Membekas hingga Dewasa?

Pengalaman masa kecil dapat memengaruhi cara seseorang memahami dirinya sendiri, membangun hubungan, dan merespons berbagai situasi ketika tumbuh dewasa.

Misalnya, anak yang terbiasa mendapatkan dukungan ketika menghadapi kesulitan dapat belajar bahwa dirinya memiliki tempat untuk mencari bantuan. Sebaliknya, pengalaman yang kurang menyenangkan juga dapat memengaruhi perasaan dan cara anak berinteraksi dengan orang lain.

Namun, pengaruh tersebut tidak selalu bersifat permanen. Pengalaman masa kecil hanyalah salah satu bagian dari proses perkembangan seseorang. Hubungan yang sehat, dukungan sosial, lingkungan yang aman, dan pengalaman baru juga dapat membentuk cara seseorang berpikir serta bertindak.

Karena itu, satu kejadian tertentu tidak serta-merta menentukan masa depan atau kepribadian anak secara keseluruhan.

Mengapa Ada Kenangan Masa Kecil yang Sulit Dilupakan?

Kenangan tertentu dapat terasa lebih kuat karena melibatkan emosi, pengalaman baru, atau sesuatu yang dianggap penting secara pribadi.

Contohnya, hari pertama masuk sekolah, perjalanan bersama keluarga, mendapatkan dukungan saat menghadapi masalah, atau merayakan pencapaian tertentu. Peristiwa tersebut dapat memiliki arti khusus karena berkaitan dengan perasaan dan hubungan seseorang dengan orang lain.

Selain itu, kenangan dapat muncul kembali ketika seseorang menemukan pemicu yang mengingatkannya pada pengalaman terdahulu. Lagu, aroma makanan, foto lama, atau tempat tertentu bisa membangkitkan ingatan dan perasaan yang berkaitan dengan masa lalu.

Meski begitu, ingatan manusia tidak bekerja seperti rekaman video yang selalu tersimpan secara sempurna. Seiring waktu, detail suatu peristiwa dapat berubah, terlupakan, atau bercampur dengan informasi yang diperoleh kemudian.

Tidak Semua Core Memory Harus Berupa Pengalaman Besar

Kenangan yang membekas tidak selalu berasal dari liburan mewah, hadiah mahal, atau perayaan besar. Interaksi sederhana yang berlangsung sehari-hari juga dapat menjadi pengalaman bermakna bagi anak.

Membacakan cerita sebelum tidur, mendengarkan anak bercerita tentang harinya, makan bersama, atau memberikan dukungan ketika anak mengalami kegagalan dapat membantu membangun hubungan yang hangat.

Hal terpenting bukan menciptakan momen yang terlihat sempurna, melainkan menghadirkan perhatian dan rasa aman secara konsisten. Anak juga perlu diberi ruang untuk mengenali perasaannya, menyampaikan pendapat, dan belajar dari pengalaman.

Orang tua tidak dapat menentukan secara pasti kenangan mana yang akan paling diingat anak ketika dewasa. Sesuatu yang dianggap istimewa oleh orang dewasa belum tentu memiliki makna yang sama bagi anak.

Cara Mendukung Terbentuknya Kenangan Positif pada Anak

Ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan orang tua untuk mendukung pengalaman masa kecil yang sehat dan bermakna.

1. Luangkan waktu bersama anak

Waktu berkualitas tidak harus diisi dengan kegiatan khusus. Mengobrol, bermain, atau melakukan aktivitas sehari-hari bersama dapat membantu mempererat hubungan orang tua dan anak.

2. Dengarkan cerita dan perasaan anak

Ketika anak bercerita, berikan perhatian tanpa terburu-buru menghakimi atau meremehkan perasaannya. Sikap ini membantu anak merasa didengar dan dihargai.

3. Berikan dukungan ketika anak menghadapi kesulitan

Anak tidak selalu membutuhkan solusi langsung. Terkadang, kehadiran orang tua yang bersedia mendengarkan dan mendampingi sudah menjadi dukungan yang berarti.

4. Ciptakan lingkungan yang aman dan konsisten

Rutinitas yang teratur, komunikasi yang hangat, serta respons yang penuh perhatian dapat membantu anak merasa lebih aman dalam menjalani kesehariannya.

5. Hindari tekanan untuk menciptakan momen sempurna

Tidak perlu memaksakan setiap kegiatan menjadi pengalaman yang istimewa. Hubungan yang baik dibangun melalui interaksi sehari-hari, bukan hanya melalui peristiwa besar yang direncanakan.

Pada akhirnya, core memory dapat menjadi cara populer untuk membicarakan kenangan yang bermakna. Namun, perkembangan anak tidak ditentukan oleh satu atau dua pengalaman saja. Hubungan yang suportif, lingkungan yang aman, dan pengalaman yang beragam turut berperan dalam membentuk perjalanan hidupnya hingga dewasa.