
Kebiasaan membiarkan charger ponsel tetap terhubung ke stopkontak setelah digunakan kerap dianggap sepele. Padahal, perangkat yang terus tersambung ke sumber listrik tetap dapat mengonsumsi daya dan berpotensi menimbulkan risiko apabila mengalami kerusakan.
Sebuah insiden di Brasil menjadi pengingat pentingnya memperhatikan keamanan penggunaan pengisi daya. Pada 14 Mei 2024, sebuah charger yang masih terpasang di stopkontak dilaporkan meledak dan memicu kebakaran di sebuah rumah di Cianorte, negara bagian Paraná.
Menurut laporan media lokal TNOnline, tidak ada ponsel yang terhubung ke charger tersebut ketika kejadian berlangsung. Api kemudian merusak sejumlah bagian kamar, termasuk tempat tidur, plafon, dan perabot rumah tangga.
Penghuni rumah sempat berusaha memadamkan api sebelum akhirnya meminta bantuan petugas pemadam kebakaran. Dua orang yang berada di dalam rumah berhasil selamat tanpa mengalami luka.
Insiden serupa juga pernah terjadi di Sydney, Australia. Sebuah keluarga kehilangan sebagian besar harta benda setelah kebakaran yang menurut hasil penyelidikan dipicu oleh charger iPhone yang terbakar ketika digunakan untuk mengisi daya semalaman.
Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa penggunaan charger perlu diperhatikan, baik ketika sedang mengisi daya maupun saat dibiarkan terhubung ke stopkontak tanpa digunakan.
Mengapa Charger HP Perlu Dicabut Setelah Digunakan?
Dosen Teknik Elektro Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Nuha Nadhiroh, menjelaskan bahwa charger yang tidak digunakan sebaiknya dicabut dari stopkontak.
Dari sisi kelistrikan, charger yang tetap terhubung ke sumber listrik masih dapat mengonsumsi daya meskipun tidak sedang mengisi baterai ponsel. Konsumsi listrik tersebut dikenal sebagai phantom load atau vampire power.
Besarnya daya yang digunakan umumnya relatif kecil. Namun, jika berbagai perangkat dibiarkan terus terhubung ke listrik, konsumsi daya siaga dapat terakumulasi.
Selain itu, komponen internal pada charger tertentu masih dapat bekerja ketika perangkat terhubung ke sumber listrik. Kondisi ini membuat konsumsi daya tetap berlangsung meskipun charger tidak sedang digunakan.
Charger yang Terus Terhubung Bisa Mengalami Panas Berlebih
Menurut Nuha, komponen di dalam charger tetap dapat mengonsumsi listrik selama perangkat tersambung ke stopkontak. Pada kondisi tertentu, hal tersebut dapat berkaitan dengan timbulnya panas.
Risiko menjadi lebih besar apabila charger mengalami kerusakan, kualitas komponennya tidak memadai, atau digunakan bersama instalasi listrik yang bermasalah.
Panas berlebih dapat mempercepat penurunan kualitas komponen dan merusak lapisan pelindung kabel. Apabila isolasi kabel rusak, kemungkinan terjadinya hubungan arus pendek atau korsleting dapat meningkat.
Korsleting berpotensi menimbulkan percikan api yang dapat menyambar benda di sekitarnya. Karena itu, kondisi charger, kabel, dan stopkontak perlu diperiksa secara berkala.
Meski demikian, charger yang tetap terpasang tidak serta-merta akan menyebabkan kebakaran. Risiko bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi perangkat, kualitas produk, dan keamanan instalasi listrik.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Kebakaran akibat Charger
Ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai saat menggunakan pengisi daya ponsel.
1. Menggunakan charger yang rusak
Kabel terkelupas, adaptor retak, atau konektor yang longgar dapat menandakan adanya masalah pada perangkat. Charger dengan kondisi tersebut sebaiknya tidak digunakan kembali sebelum diganti atau diperiksa.
2. Memilih charger yang tidak memenuhi standar keselamatan
Produk dengan kualitas komponen yang buruk atau tanpa perlindungan kelistrikan memadai berpotensi meningkatkan risiko gangguan listrik. Gunakan charger yang sesuai dengan perangkat dan memenuhi standar keselamatan.
3. Menggunakan stopkontak yang bermasalah
Stopkontak yang longgar, rusak, atau menunjukkan tanda panas berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan. Jika ditemukan kondisi tersebut, hentikan penggunaan dan minta bantuan teknisi yang kompeten.
4. Membiarkan charger terhubung tanpa pengawasan
Meninggalkan perangkat pengisian daya dalam waktu lama, terutama ketika terdapat tanda kerusakan, dapat membuat masalah tidak segera diketahui. Pengisian daya sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kondisi perangkat dan lingkungan sekitarnya.
Cara Menggunakan Charger HP dengan Lebih Aman
Untuk membantu mengurangi risiko gangguan listrik, masyarakat dapat menerapkan beberapa kebiasaan sederhana.
Pertama, cabut charger dari stopkontak setelah selesai digunakan. Kebiasaan ini membantu mengurangi konsumsi listrik siaga dan membatasi waktu perangkat terhubung ke sumber listrik.
Kedua, gunakan charger yang sesuai dengan spesifikasi ponsel serta memiliki standar keselamatan yang jelas. Hindari memakai kabel atau adaptor yang sudah rusak.
Ketiga, letakkan ponsel dan charger di permukaan yang kering serta memiliki sirkulasi udara baik. Hindari menempatkan perangkat pengisian daya di dekat bahan yang mudah terbakar atau di lokasi yang membuat panas terperangkap.
Terakhir, perhatikan tanda-tanda tidak normal, seperti bau terbakar, perubahan bentuk adaptor, suara mendesis, atau panas yang berlebihan. Jika muncul tanda tersebut, hentikan penggunaan dan putuskan aliran listrik hanya jika aman dilakukan.
Mencabut charger setelah digunakan memang merupakan langkah sederhana. Namun, kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi penggunaan listrik yang tidak diperlukan sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan perangkat elektronik di rumah.







