
Jakarta – Tanaman putri malu dikenal memiliki keunikan yang membuatnya berbeda dari tumbuhan lainnya. Ketika bagian daunnya disentuh, daun yang sebelumnya terbuka akan langsung melipat dan terlihat seperti menutup dengan sendirinya.
Perilaku unik tersebut sering menarik perhatian banyak orang. Bahkan, tidak sedikit yang sengaja menyentuh daun tanaman ini untuk melihat reaksinya.
Tanaman yang memiliki nama ilmiah Mimosa pudica ini ternyata mempunyai mekanisme khusus untuk merespons rangsangan dari lingkungan sekitarnya.
1. Memiliki Respons terhadap Sentuhan
Daun putri malu dapat menutup ketika mendapatkan rangsangan, seperti sentuhan, getaran, maupun guncangan. Kemampuan ini dikenal dengan istilah seismonasti, yaitu gerakan tumbuhan sebagai respons terhadap rangsangan mekanis.
Ketika daunnya disentuh, anak-anak daun akan melipat secara berurutan. Bahkan, tangkai daunnya juga dapat ikut menunduk.
Gerakan tersebut merupakan respons alami tanaman dan tidak membutuhkan sistem saraf seperti yang dimiliki manusia maupun hewan.
2. Perubahan Tekanan Air di Dalam Sel
Kemampuan daun putri malu untuk menutup berkaitan dengan perubahan tekanan air di dalam sel tumbuhan.
Pada bagian pangkal daun terdapat struktur khusus yang disebut pulvinus. Bagian ini berperan dalam mengatur pergerakan daun.
Ketika menerima rangsangan, terjadi perubahan distribusi ion dan air pada sel-sel di bagian tersebut. Akibatnya, tekanan turgor atau tekanan air di dalam sel mengalami perubahan.
Perubahan tekanan inilah yang membuat daun kehilangan kekakuannya untuk sementara sehingga dapat melipat dan menunduk.
3. Sebagai Bentuk Pertahanan Diri
Gerakan menutupnya daun putri malu juga diduga menjadi salah satu mekanisme pertahanan terhadap gangguan lingkungan.
Ketika daun tiba-tiba melipat, bentuk tanaman akan berubah sehingga dapat membuatnya terlihat kurang menarik bagi sebagian hewan pemakan tumbuhan.
Selain itu, gerakan menunduk tersebut dapat membantu mengurangi gangguan fisik tertentu.
Meski demikian, gerakan ini bukan berarti tanaman benar-benar merasa takut seperti manusia. Respons tersebut merupakan mekanisme biologis yang berlangsung secara otomatis.
4. Daun Putri Malu Bisa Terbuka Kembali
Setelah beberapa waktu, daun putri malu biasanya akan kembali terbuka seperti semula.
Hal ini terjadi ketika tekanan air di dalam sel pulvinus kembali menuju kondisi normal. Waktu yang dibutuhkan untuk membuka kembali dapat berbeda-beda, tergantung kondisi tanaman dan rangsangan yang diterima.
Namun, jika terlalu sering mendapatkan sentuhan atau gangguan, tanaman harus menggunakan energi untuk melakukan respons tersebut.
Karena itu, sebaiknya tanaman putri malu tidak terlalu sering disentuh agar dapat tumbuh dengan baik.
Tanaman Kecil dengan Kemampuan yang Unik
Putri malu menjadi salah satu contoh bahwa tumbuhan memiliki kemampuan untuk merespons lingkungan di sekitarnya. Meskipun tidak mempunyai sistem saraf seperti manusia dan hewan, tanaman ini mampu melakukan gerakan melalui mekanisme khusus di dalam selnya.
Keunikan tersebut membuat putri malu menarik untuk dipelajari, terutama dalam memahami bagaimana tumbuhan beradaptasi dan merespons rangsangan dari lingkungan.
brtv.co.id







