
Teh dan kopi menjadi minuman favorit banyak orang untuk menemani aktivitas sehari-hari. Ada yang terbiasa minum teh setelah makan, sementara sebagian lainnya mengandalkan kopi pada pagi hari agar lebih bersemangat menjalani rutinitas.
Namun, kebiasaan minum teh dan kopi setiap hari kerap menimbulkan pertanyaan: apakah kedua minuman ini bisa memengaruhi kesehatan ginjal?
Jawabannya, minum teh dan kopi dalam jumlah wajar umumnya tidak terbukti merusak ginjal pada orang sehat. Bahkan, sejumlah penelitian menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan risiko penyakit ginjal kronis yang lebih rendah. Meski demikian, dampaknya dapat berbeda bergantung pada jumlah konsumsi, kondisi kesehatan, serta bahan tambahan yang digunakan.
1. Apakah Kopi Setiap Hari Bisa Merusak Ginjal?
Kopi mengandung kafein dan sejumlah senyawa antioksidan yang dapat memengaruhi fungsi tubuh. Kafein dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki tekanan darah yang belum terkontrol.
Menurut informasi dari National Kidney Foundation, kopi pada umumnya masih dapat dikonsumsi oleh orang dengan kondisi ginjal tertentu, tetapi jumlahnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kandungan kalium dan fosfor dari susu atau krimer tambahan juga perlu diperhatikan, khususnya bagi penderita penyakit ginjal kronis.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan risiko penyakit ginjal kronis yang lebih rendah. Namun, hubungan tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa kopi dapat mencegah penyakit ginjal pada setiap orang.
Artinya, kebiasaan minum kopi tidak perlu langsung dihentikan hanya karena khawatir terhadap ginjal. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah konsumsi, kondisi tekanan darah, serta pola hidup secara keseluruhan.
2. Bagaimana dengan Minum Teh Setiap Hari?
Teh, baik teh hitam maupun teh hijau, mengandung polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan. Selain itu, air yang digunakan untuk menyeduh teh turut menyumbang asupan cairan harian.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh dalam jumlah wajar tidak selalu berkaitan dengan peningkatan risiko batu ginjal pada populasi umum. Bahkan, beberapa penelitian menemukan kemungkinan hubungan dengan risiko batu ginjal yang lebih rendah.
Meski demikian, jenis teh dan jumlah yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan. Teh, terutama teh hitam, mengandung oksalat dalam jumlah yang dapat menjadi perhatian bagi orang yang rentan mengalami batu ginjal jenis kalsium oksalat.
Bagi orang yang pernah mengalami batu ginjal, anjuran konsumsi teh sebaiknya disesuaikan dengan jenis batu, hasil pemeriksaan, dan saran dokter.
3. Terlalu Banyak Kafein Tetap Perlu Diwaspadai
Meski kopi dan teh dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat, mengonsumsinya secara berlebihan bukan pilihan yang bijak.
Asupan kafein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan jantung berdebar, sulit tidur, gelisah, dan peningkatan tekanan darah sementara. Pada orang dengan hipertensi yang belum terkontrol, efek tersebut perlu menjadi perhatian karena tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyakit ginjal.
Selain itu, kopi atau teh yang diminum bersama banyak gula, sirup, krimer, maupun susu kental manis dapat meningkatkan asupan gula dan kalori harian.
Karena itu, pilih minuman dengan tambahan gula seminimal mungkin dan sesuaikan jumlah kafein dengan toleransi tubuh.
4. Apakah Teh dan Kopi Bisa Menyebabkan Batu Ginjal?
Hubungan antara teh, kopi, dan batu ginjal tidak sesederhana anggapan bahwa kedua minuman tersebut pasti merusak ginjal.
Bukti penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar tidak serta-merta meningkatkan risiko batu ginjal pada orang sehat. Beberapa studi bahkan mengaitkan konsumsi kopi dan teh dengan risiko pembentukan batu ginjal yang lebih rendah.
Namun, teh mengandung oksalat, salah satu senyawa yang dapat berkontribusi terhadap pembentukan batu ginjal jenis kalsium oksalat pada orang yang rentan. Risiko ini juga dipengaruhi oleh asupan cairan, kadar kalsium dalam makanan, konsumsi garam, dan kondisi metabolisme tubuh.
Untuk membantu mengurangi risiko batu ginjal, minum air putih yang cukup tetap menjadi langkah penting. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit ginjal atau mendapat pembatasan cairan dari dokter.
5. Berapa Banyak Teh dan Kopi yang Aman Dikonsumsi?
Tidak ada satu jumlah yang cocok untuk semua orang. Kebutuhan dan toleransi terhadap kafein dipengaruhi usia, kondisi kesehatan, kehamilan, penggunaan obat-obatan, serta sensitivitas individu.
Sebagai gambaran, untuk kebanyakan orang dewasa sehat, batas asupan kafein hingga sekitar 400 miligram per hari umumnya dianggap tidak menimbulkan efek berbahaya. Namun, angka ini merupakan batas umum, bukan target konsumsi, dan jumlah kafein dalam setiap cangkir dapat berbeda jauh.
Ibu hamil biasanya dianjurkan membatasi kafein hingga maksimal 200 miligram per hari. Sementara itu, penderita penyakit ginjal kronis, hipertensi yang tidak terkontrol, atau orang yang memiliki riwayat batu ginjal perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui batas yang sesuai.
Perlu diingat, teh dan kopi bukan pengganti air putih sebagai minuman utama sehari-hari.
6. Tips Minum Teh dan Kopi agar Tetap Sehat
Agar kebiasaan minum teh dan kopi tetap mendukung gaya hidup sehat, berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan:
- Batasi konsumsi secara wajar. Hindari terus menambah cangkir kopi atau teh tanpa memperhitungkan total kafein harian.
- Kurangi gula tambahan. Pilih teh tawar atau kopi dengan sedikit gula agar asupan gula tidak berlebihan.
- Tetap minum air putih. Penuhi kebutuhan cairan sesuai aktivitas dan kondisi tubuh.
- Perhatikan tekanan darah. Jika tekanan darah meningkat setelah minum kopi, pertimbangkan mengurangi kafein dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
- Sesuaikan dengan kondisi ginjal. Orang dengan penyakit ginjal kronis perlu memperhatikan asupan kalium, fosfor, dan cairan sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.
Kesimpulan
Minum teh dan kopi setiap hari tidak serta-merta menyebabkan kerusakan ginjal. Pada orang sehat, konsumsi dalam jumlah wajar umumnya dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat.
Namun, konsumsi berlebihan, tambahan gula yang tinggi, tekanan darah yang tidak terkontrol, serta kondisi ginjal tertentu dapat membuat kebiasaan tersebut perlu disesuaikan.
Jadi, bukan hanya jenis minumannya yang penting, melainkan juga jumlah, cara penyajian, dan kondisi kesehatan masing-masing. Jika memiliki penyakit ginjal atau riwayat batu ginjal, konsultasikan kebutuhan konsumsi teh dan kopi kepada dokter agar lebih aman.
Baca artikel menarik lainnya seputar kesehatan, gaya hidup, dan informasi terkini hanya di BRTV melalui website resmi brtv.co.id.







